Sukses Bisnis Vita Krisna Dewi dengan Ternak Dombanya

Berbicara sukses berarti berbicara tentang keberhasilan yang diraih. Banyak cara untuk meraih kesuksesan, mulai dari sukses dalam karir, sukses dalam sekolah, sukses dalam meraih mimpi, bahkan yang selalu diharapkan adalah sukses dalam bisnis. Satu lagi kisah sukses yang bisa menginpirasi banyak orang, terutama bagi anda yang ingin berbisnis namun butuh sebuah inspirasi. Kali ini datang dari Yogyakarta, tidak tanggung-tanggung, seorang ibu muda berhasil berbinis dengan basis bisnis peternakan dan pertanian yang jarang dilirik oleh para pebisnis. Yang berbeda bukan dari sisi bisnisnya yang menarik justru sukses bisnis Vita Krisna Dewi dengan ternak dombanya, yang fokus pada peternakan modern.

Memang bernar adanya bahwa berkomitmen dan memilih bisnis sebagai jalan hidup memang memiliki konsekwensi tersendiri, banyak proses yang harus dilalui, optimis, kesabaran, keteguhan dan kekuatan dalam menjalankan proses yang harus dilalui. Semua orang sukses pasti memiliki liku-liku hidup yang luar biasa. Begitu pula dengan ibu muda pengusaha ini, juga harus jatuh bangun dalam membangun peternakan modern yang dibangunnya.

Beternak atau pun bertani memang bisa dilakukan oleh siapa pun, namun di tangan Vita Krisna Dewi, kekhawatiran beternak dengan cara lama, apalagi beternak kambing dan domba yang dikhawatirkan muncul polusi bau, sirna saat anda memasuki sebuah peternakan di daerah Sleman Yogyakarta ini.

1. Sukses Bisnis dari Nol.

Tidak ada yang tahu di masa yang akan datang akan menjadi apa dan sukses bisnis apa yang bisa diraih, karena semua itu sudah ada yang mengatur dan sebagai manusia yang percaya dan beriman pada Alloh hanya bisa melaksanakan apa yang menjadi takdirnya. Begitu pula dengan Vita Krisna Dewi yang awalnya seorang dosen di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur, yang akhirnya memutuskan resign (tidak mengajar lagi) dikarenakan kesehatan anaknya yang sakit pada tahun 2013.

Bukan seorang pebisnis bila hanya diam dan tidak melakukan sesuatu, mungkin sudah memiliki jiwa kreatif ditambah lagi ingin mengaplikasikan ilmunya sebagai dosen maka perempuan kelahiran Bantul tahun 1976 ini mencoba terjun ke dunia peternakan pada tahun 2016. Pada tahun 2017, ibu empat anak ini akhirnya mendirikan CV. Sinatria Davendra, dengan salah satu unit usahanya adalah peternakan domba “Sinatria Farm”, yang berlokasi di Dero Wetan, Blembem Kidul, Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Sukses Bisnis Vita Krisna Dewi dengan Ternak Dombanya
(Sumber gambar: Youtube - CapCapung)
Menjalani bisnis pasti mengalami banyak ujian, begitua pula dengan Vita Krisna Dewi, karena adanya mis-management pada tahun 2016 bisnis yang dibangunnya denga susah payah gagal dan mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Suport keluarga, khususnya dari suami, menjadi salah satu unsur bangkit dan suksesnya Vita Krisna Dewi untuk bangkit dari kegagalan yang pernah dihadapi. Tahun 2018 menjadi awal, Ibu Vita memulai bisnis ternak dengan Sinatria Farm, dan yang menjadi fokus utama adalah memantapkan personalia dan SOP (Standar Oprasional Prosedur), belajar dari kegagalan miss-managemnat pada tahun 2016 sebelumnya.

2. Sukses di Bisnis Peternakan

Sukses dalam bisnis memang menjadi harapan semua orang. Dan kesuksesan bisnis bisa diraih salah satunya adalah dengan melihat peluang dan bisa memperkirakan kebutuhan pasar. Hal ini pula yang dilakukan Vita Krisna Dewi, berbekal kemampuannya yang pernah menjadi dosen dan menganalisa market share termasuk pola kebutuhan daging di Yogyakarta yang masih belum tercukupi, apalagi Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata dan juga kuliner, tentunya membutuhkan kambing sebagai bahan baku kuliner, termasuk untuk usaha katering, maupun saat kebutuhan domba dan kambing saat musim Hari Raya Idul Adha.

Selain itu terdapat hal yang memotivasi Vita Krisna Dewi untuk mulai serius menggalakkan usaha bisnis peternakan, yaitu :
  • Tentang ketahanan pangan.
  • Dan juga isu pemuda, dalam demografi tahun 2020, jumlah angkatan kerja sangat tinggi. Sehingga sangat perlu menggerakkan anak-anak muda untuk menggerakkan ketahanan pangan.
  • Yang menyedihkan banyak para pelaku pembibitan ternak di Yogyakarta yang sudah pensiun atau sudah di atas umur 50 tahun, dan generasi penerusnya sangat sedikit, kalau kondisi ini dibiarkan akan menjadi tidak bagus untuk sebuah ketahan pangan.
Untuk menunjukkan keseriusannya, Vita mendapatkan lahan dengan luas 4000 meter dengan sistem sewa selama 10 tahun. Setelah lahan diperoleh, maka dibutuhkan orang-orang untuk day to day mengelola, sehingga dibutuhkan tenaga trampil yang banyak. Dan Vita akhirnya menemukan generasi muda yang tepat untuk mengelola.

Dan dalam perjalanan waktu, juga terdapat mahasiswa yang ingin mengelola sebuah peternakan, di awal terdapat mahasiswa D3 Pariwisata UGM yang masih aktif akan mengelola peternakan kelinci, Vita sendiri akhirnya membantu dengan syarat mahasiswa tersebut membErikan RAB dalam rangka pembangunan ternak kelinci tersebut. Bahkan ada pula 3 mahasiswa Teknik Nuklir UGM yang ingin membuka usaha hidroponik dan ingin menyewa lahan, Vita juga meminta RAB dan malah dibuatkan sebuah green house dan juga instalasi dengan dua tahun tidak boleh berhenti. Mengapa dua tahun?. Karena pada awal mereka harus mencari pasar, dan mereka akan berhenti bila tidak menemukan pasar. Dan juga menurut Vita, asumsi dua tahun sudah menemukan pasar dan juga perjalanan bisnis sudah berjalan dengan baik, dan saat ini usaha hidroponik sudah menemukan pasar.

3. Bisnis yang Sukses dengan Mengajak Generasi Muda di Sinatria Farm

Pola bisnis dengan merengkuh anak muda dan juga masyarakat sekitar menjadi hal utama yang dilakukan Vita Krisna Dewi dengan Sinatria Farm. Pandangan dan image bahwa peternakan dan pertanian adalah usaha yang kotor, becek, bau jorok dan tidak modern, menjadi terpupus dengan usaha peternakan modern ini. Konsep yang dikembangkan Vita Krisna Dewi dengan keberhasilannya membangun ternak domba terkoleksi modern dan tidak berbau memupus anggapan negatif tersebut. Kandang terkoleksi adalah sebuah sistem manajemen kandang yang dibangun dengan memisahkan antara kotoran dan juga urin kambing, sehingga bisa mempermudah dalam pengelolaan ternak yang dihasilkan.
Baca Juga:
Tantangan bisnis memang harus dihadapi, apalagi dengan upaya merangkul anak muda untuk tetap concern pada bisnis peternakan menjadi hal utama yang dilakukan Ibu Vita ini. Solusi yang dilakukan adalah dengan membuat kandang terkoleksi dengan rangkaian kandang dengan biaya paling murah dan bisa diduplikasi anak muda Indonesia. Begitu pula dengan sistem pertanian yang tidak becek dengan pertanian hidroponik.

Dan dalam perkembangannya, dengan keberhasilan pengembangan kandang terkoleksi menjadikan daya tarik tersendiri, khususnya anak muda untuk belajar dan magang. Dan semua diberikan langsung oleh Vita Krisna Dewi, tidak ada rahasia, semua disampaikan termasuk biaya yang dibutuhkan, sehingga setelah pulang dari Sinatria Farm bisa langsung diaplikasikan.

4. Pengembangan Bisnis Peternakan Kambing dan Domba

Pada awal pendirian peternakan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahawa akan didirikan peternakan kambing, dan juga untuk memberikan sosialisasi bahwa peternakan kambing dengan kapasitas 250 kambing akan dibangun kandang yang tidak menimbulkan bau, dan apabila timbul bau akan diubah kembali menjadi lahan pertanian. Ternak yang dikelola pada peternakan ini, antara lain domba ekor tipis, domba Garut, domba ekor gemuk, dan juga domba Garut sayur.

Sukses Bisnis Vita Krisna Dewi dengan Ternak Dombanya
Kandang modern dengan sistem terkoleksi (Sumber gambar: www.picuki.com)
Dan pada perkembangannya, kandang tersebut memang tidak menimbulkan bau, bahkan urin dan feses bisa dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar. Dan untuk membuat pembibitan yang lebih besar akan dilakukan scale up, dengan breeding skala industri, untuk mengatasi kesulitan mendapatkan bibit.  Dan Vita sendiri mengharapkan bisa mendapatkan lahan sendiri untuk pembibitan minimal untuk kambing dengan kapasitas 500 sampai 1000 ekor.

Tentunya dengan usaha peternakan dengan konsep kandang terkoleksi dan modern, akan memberikan keuntungan, antara lain:
  • Adanya profit yang bagus, apalagi didukung manajemen yang baik di peternakan Sinatria Farm.
  • Memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat.
  • Tidak pernah kesulitan pasar, karena pasar yang datang untuk menjemput ke Sinatria Fram.
Selain keuntungan yang bisa didapatkan, pasti juga menghadapi kendala, yaitu generasi muda yang turut bekerja, sehingga sangat penting dalam menjaga mood mereka sehingga tetap memiliki semangat untuk beternak.

5. Tips Sukses Bisnis untuk Pemula dalam Beternak Kambing ala Vita Kresna Dewi.

Keberanian memulai pada bidang yang diyakini menjadi hal penting dalam meraih sukses bisnis, tentunya keyakinan kesuksesan bisnis juga didukung dengan adanya proses, mulai mencari de, perbandingan bisnis, termasuk peluang berjalannya bisnis. Hal ini tidak mudah, namun harus dilakukan, optimis dan konsisten menjadi sebuah kata kunci penting dalam menbangun sebuah bisnis.

Tips sukses ala Vita Krisna Dewi dalam membangun bisnis peternakan kambing Sinatria Farm, antara lain:
  • Selalu berniat untuk ibadah dan berguna untuk masyarakat.
  • Niat membela negara dari aspek ketahanan pangan nasional.
  • Serius.
  • Pantang menyerah.
  • Rajin melebarkan jaringan
  • Selalu belajar kepada siapapun
  • Terbuka terhadap kritik dan masukan.
Semoga sukses bisnis Vita Krisna Dewi dengan ternak dombanya, bisa memberikan inspirasi untuk anda dalam membangun bisnis pada umumnya, dan juga bagi anda yang ingin membangun bisnis peternakan domba.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel