Bekerjalah Asal Jangan Lupa Bahagia

Bekerja menjadi sebuah kebutuhan setiap orang untuk mendapatkan uang yang bisa menafkahi keluarga. Dengan bekerja, anda pun bisa mengaktualisasikan ide dan pemikiaran anda dalam pekerjaan tersebut. Namun yang sering terjadi adalah kita terlampau memikirkan pekerjaan dengan mengabaikan hal yang sama pentingnya, yang mengakibatkan hal negatif terjadi pada diri kita. Tidak bisa dipungkiri, dengan berkembangnya waktu, dan semakin tinggi posisi yang diterima seseorang, menjadikan tanggungjawab yang diemban juga semakin tinggi. Namun secara tidak disadari, kita cenderung terlarut, dan lupa bagaimana menikmati pekerjaan tersebut. Silakan anda bekerja untuk keluarga, namun bekerjalah asal jangan lupa bahagia, karena kebahagiaan tersebut menjadi sebuah pondasi utama anda bisa suksses dalam menjalankan kewajiban anda.

Saaat memutuskan bekerja sebagai karyawan, tentunya sudah terdapat job description yang bisa didapatkan saat memulai pekerjaan tersebut. Bekerja keras menjadi hal wajib karena kita harus dan memiliki kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, namun yang terjadi karena menumpuknya pekerjaan dan faktor keinginan menyelesaikan pekerjaan yang lain, menjadikan kita terlarut dengan pekerjaan tersebut.

1. Bekerja atau Bekerja

Dalam suatu kesempatan yang lalu, kita dihebohkan dengan seorang CTO (Chief Technology Officer) dari sebuah perusahaan ternama yang menghembuskan nafasnya dengan umur yang masih muda. Betapa hal ini mengejutkan dan menjadi sebuah pengingat hidup, betapa jabatan tertinggi dari perusahaan yang telah dirintisanya menjadi perusahaan terbesar, sebenarnya menjadi kesuksesan yang diimpikan setiap orang. Namun betapa yang terlihat berkebalikan dengan kenyataan, antara harapan dan tuntutan menjadi hal yang bertentangan.

Bekerjalah Asal Jangan Lupa Bahagia
Sumber gambar: Facebook
Bekerja memang sangat penting, tapi jangan sampai pekerjaan yang seharusnya menjadi cara untuk menumpahkan kreativitas dan menyalurkan passion malah berdampak buruk pada diri anda, apalagi kesehatan anda dalam jangka panjang. Dan tanda bahwa anda terlalu bekerja berlebihan, adalah masalah kesehatan baik mental maupun masalah kesehatan secara fisik, dengan timbulnya kegemukan akibat stress, dengan mengalihkan perhatian dengan makan yang terlalu berlebihan.

2. Bekerja Keras Ada Batasnya

Tidak menjadi masalah anda harus bekerja keras untuk mencapai target, namun yang perlu anda pahami adalah bekerja keras sampai lembur, misalnya, data batasnya, jangan sampai karena terobsesi dengan bekerja anda sampai melupakan istirahat. Bahkan banyak terjadi di saat beban pekerjaan yang semakin meningkat, anda kesulitan membedakan antara waktu bekerja dan waktu luang.

Baca juga: Profesi Kaum Rebahan, kerja santai omset miliran.

Sesuatu yang berlebihan pasti menghasilkan sesuatu yang tidak bagus, begitu pula dengan pekerjaan. Yang sering terjadi adalah meskipun anda sudah bekerja keras, namun yang terjadi kinerja anda malah menurun, hal ini dikarenakan kapasitas anda yang sudah tidak sanggup untuk melakukan aktivitas bekerja tersebut.

Oleh karena itu tetaplah bekerja keras, namun bekerjalah asal jangan lupa bahagia. Dengan bahagia anda akan bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Firman Seorang blogger dan juga pemilik angkringan, yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua. Salam sukses.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel