Strategi Bisnis Mengelola Perusahaan di Masa Corona

Tantangan dunia usaha semakin bertambah, tidak lagi hanya persaingan antara para pembuat produk, namun kali ini berasal dari virus yang menjadi semakin meawabah di Indonesia, tidak hanya di Indonesia, virus corona covid-19 juga berdampak pada kehidupan seluruh umat manusia di dunia. Di Indonesia sendiri, efek dari wabah ini menjadi semakin meluas, tidak hanya pada bidang kesehatan, namun semua sektor termasuk pada lini bisnis. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan yang menutup usahanya dikarenakan tidak adanya order yang masuk, bahkan mulai banyak karyawan yang dirumahkan. Bagi pengusaha yang usahanya masih berjalan, hal ini membutuhkan sebuah cara dan strategi bisnis mengelola perusahaan di masa corona. Tidak mudah, namun dengan mengubah strategi minimal bisnis masih bisa bertahan dan berjalan.

Corona telah merubah semua sistem dan juga pola hidup. Hal ini berlaku pula bagi pengusaha. Banyak pengusaha yang mengatakan bahwa cukup bertahan di tengah situasi sulit ini sudah lebih bagus daripada harus menutup usaha. Bahkan mengutip apa yang dikatakan Johanna Gani, seorang Managing Partner Grant Thornton Indonesia, yang sempat menyatakan bahawa kunci bertahan di saat terjadi pandemi saat ini adalah tetap optimis dan bisa beradaptasi dengan keadaan.

Gani sendiri juga mengatakan bahwa para pengusaha yang bisa menyusun rencana secara terstruktur baik di masa pandemi atau pun setelah krisis ini reda, akan bisa bergerak dengan cepat. Tentunya kondisi saat ini, dimana wabah covid-19 masih melanda, menjadikan seluruh manajemen melakukan perubahan strategi untuk bisa tetap bertahan.

Strategi yang Dilakukan untuk Mengelola Perusahaan di Masa Corona; Strategi Bisnis Mengelola Perusahaan di Masa Corona;Fakta dan Tantangan Perusahaan di Masa Corona;
Sumber gambar: pixabay.com

1. Fakta dan Tantangan Perusahaan di Masa Corona 

Kenyataan menujukkan bahwa semua sektor sangat terpengaruh dan terpukul dengan mewabahnya virus corona. Sektor ekonomi menjadi salah satu sector yang sangat terdampak. Banyak sekali dan seluruh perusahaan bahkan semua pelaku bisnis turut terkena dampaknya. Banyak perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan bahkan tidak adanya pemasukan, yang mengakibatkan perusahaan harus tutup dan merumahkan karyawannya.

Baca Juga:
Tidak ada yang bisa dilakukan di masa pandemi ini, yang bisa dilakukan adalah tetap bertahan dan mendapatkan pemasukan, meskipun tidak sebesar pendapatan pada masa normal. Terdapat tantangan perusahaan yang sangat utama di masa corona dan perlu mendapatkan solusi, yaitu:
  • Keuangan perusahaan menjadi terganggu. Kondisi pasar yang semakin sepi dan bahkan tidak ada penjualan yang bisa dilakukan akan berdampak pada tidak adanya pendapatan yang bisa diterima. Dengan tidak adanya pendapatan, akan mengakibatkan perusahaan bisa tutup bahkan akan gulung tikar.
  • Tidak bisa melakukan pengembangan usaha. Tentu saja karena tidak adanya pemasukan, maka dana yang akan disiapkan untuk pengembangan bisnis harus dijaga, karena tidak mungkin melakukan ekspansi bisnis di saat kondisi seperti ini.
Kondisi hal ini menjadikan pengusaha harus berpikir untuk mengamankan kondisi usaha, sehingga tidak terjadi kebangkrutan.

2. Strategi yang Dilakukan untuk Mengelola Perusahaan di Masa Corona

Berbagai cara dilakukan untuk mencegah penyebaran berkembangnya virus corona covid-19 ini, mulai dari bekerja dari rumah, melakukan social distancing, physical distancing bahkan yang terbaru yaitu dengan diterapkannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), yang merupakan pembatasan atas kegiatan tertentu dalam suatu wialayah yang diduga terinfeksi Covid-19. PSBB sendiri adalah strategi Pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai pengusaha, tentunya harus mengikuti peraturan dan kebijakan Pemrintah, meskipun hal tersebut berpengaruh pada kehidupan perusahaan. Pada kenyataannya memang tidak semua perusahaan mengalami kondisi terburuk, namun bagi perusahaan sangat terdampak, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, sebagaimana yang disampaikan Widya Yuliarti seorang Financial Planner, sebagai berikut:
  • Menjaga kondisi keuangan atau menjaga likuiditas usaha. Pada posisi ini anda harus mereview dan memverifikasi semua kondisi keuangan perusahaan, termasuk asset berharga perusahaan. Dan juga mendata semua piutang usaha.
  • Melakukan evaluasi usaha. Bila usaha anda adalah usaha kuliner anda bisa mengubah pola dari off line dan sedikit menambahkan pola on line dengan menggunakan berbagai fasilitas dan semua aplikasi online yang ada. Bila usaha anda berhubungan dengan produksi, cara yang bisa dilakukan adalah mengurangi biaya produksi, sehingga anda bisa menekan pengeluaran untuk semntara waktu.
  • Mengganti pola usaha. Pola ini sudah sangat sering disampaikan, apalagi dengan kondisi semua harus melakukan aktivitas di rumah dan menjaga jarak, sehingga untuk bisa survive maka cara yang bisa dilakukan adalah mengikuti trend pasar, dengan merubah dari startegi off line ke konsep online.
Semoga strategi bisnis mengelola perusahaan di masa corona ini bisa menjadi masukan dan informasi untuk anda. Dan kita semua bisa bertahan dan wabah virus corona ini cepat selesai.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel