Dancing Pallbearers, Tarian Ghana Viral di Indonesia

Dalam media sosial akhir-akhir ini, sering sekali kita melihat meme yang sedang viral, yaitu orang yang sedang menari dari Afrika sambil membawa peti yang dipanggul di atas pundak. Apalagi saat ini sedang terjadi wabah virus corona Covid-19 dan menjadikan meme ini menjadi viral, untuk memberikan sindiran bagi merka yang tidak patuh dengan himbauan dan anjuran pemerintah dengan memberikan sebuah gambar atau video orang menari sambil membawa peti ini. Penasaran dengan siapa grup pembawa peti ini?. Mereka adalah Dancing Pallbearers, tarian Ghana viral di Indonesia. Di tempat asalnya di Ghana, mereka dijuluki dengan Pallbearers Dancer atau disebut juga dengan Coffin Dance, yaitu sekelompok orang yang membawa peti mati sambil berdansa yang merupakan tradisi Ghana di Afrika Barat.

Bisa dibilang lucu, karena di Indonesia masih banyak orang yang tidak taat dengan aturan di saat pandemi ini, dan meme ini sangat sering ditampilkan, dengan video dan lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu lagu Astronomia yang dinyanyikan oleh Vicetone & Tony Igy, menjadikan video pembawa peti jenazah ini terlihat bertambah lucu.

Dancing Pallbearers;Dancing Pallbearers, Tarian Ghana Viral di Indonesia;
Dancing Pallbearers (Sumber gambar: www.dailydot.com)

1. Dancing Pallbearers dan Fakta di Ghana

Berbeda di Indonesia, berbeda juga dengan di Ghana, ditempat asalnya, pada saat terdapat keluarga yang meninggal, maka terdapat sebuah prosesi yang menjadikan prosessi pemakaman dilakukan, seperti layaknya sebuah parade marching band, dan dalam prosesi tersebut, kelurga yang sedang diliputi kesedihan karena ada keluarga yang meninggal, menyewa grup penari dan juga berperan sebagai pengusung jenzah, yaitu Palbearers. Hal ini bertujuan agar tercipta suasana menyenangkan saat mengirim keluarga yang sudah meninggal ke alam berikutnya.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Imun Tubuh dari Virus Corona.

Palbearers sendiri adalah kumpulan penyedia jasa untuk membantu mengangkat peti mati dari keluarga yang meninggal. Tugasnya pun tidak hanya memanggul peti jenazah, namun harus bisa menghibur keluarga dan para pengantar jenazah ke pemakanam dengan sebuah tarian yang menarik.

Tidak hanya itu, kostum yang dikenakan tidak bisa main-main, kostum yang digunakan harus mengenakan baret, jas hitam, dasi, baju putih, celana berwarna hitam,  sarung tangan dan juga sepatu hitam.

2. Dancing Pallbearers dan Paket Yang Ditawarkan

Sebagai layaknya jasa hiburan, maka Palbearers memberikan harga di setiap jasa yang akan digunakan. Terdapat beberapa paket, yaitu:
  • Paket mengangkat peti dengan bernjalan biasa. 
  • Paket mengangkat peti dengan sedikit tarian.
  • Paket mengangkat peti dengan tambahan koreografi.
Semakin banyak jumlah penari, maka semakin mahal biaya yang dikeluarkan. Hal ini juga menunjukkan derajat status seseorang saat mengundang Pallbearers Dancer.  Namun, semuanya tidak harus sesuai dengan paket, penampilan dan tarian pun bisa disesuaikan dengan permintaan keluarga. Bahkan berdasarkan informasi, pesta dengan mengundang Pallbearers Dancer ini membutuhkan biaya sekitar 2.000 euro atau sekitar Rp. 34 juta yang dilaksanakan  selama tujuh hari.

3. Dancing Pallbearers dan Dampak Positif

Siapa yang mengira dengan adanya grup penghibur jenazah yang pertama kali muncul sekitar Januari 2015 ini dan berperan sebagai pemanggul peti jenazah ini, ternyata berdampak positif di Ghana. Dampak positif yang dirasakan adalah membantu menciptakan lapangan kerja baru di Ghana.

Bahkan menurut Benjamin Aidoo, pemimpin dari Pallbearers Dancer, yang memiliki perusahaan penyedia jasa ini, telah mempekerjakan lebih dari 100 orang sebagai penari peti sekaligus penggotong peti jenazah ini.

Menarik sekali melihat tradisi di Ghana ini, semoga Dancing Pallbearers, tarian Ghana viral di Indonesia bisa menjadi hiburan bagi kita, dan bisa mengingatkan, agar berhati-hati dan tetap menjaga jarak dan tetap bekerja serta belajar di rumah, untuk mencegah penyebaran virus corona ini.


Firman Seorang blogger dan juga pemilik angkringan, yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua. Salam sukses.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel