10 Top Kuliner Surabaya

Kuliner Surabaya masih menjadi barometer perkembangan kuliner di Jawa Timur. Banyak sekali tempat kuliner dan variasi kuliner yang menjadi favorit masyarakat di kota besar ini. Meskipun saat ini masih merebak virus corona Covid 19, namun yakin saja bahwa virus ini akan segera terselesaikan dan anda bisa melanjutkan hobi untuk berwisata kulioner. 10 top kuliner Surabaya yang akan disampaikan dibawah ini bisa menjadi referensi bagi anda nanti yang ingin menikmati sajian kuliner di Surabaya.

Banyak sekali jenis makanan di Kota Surabaya yang tidak boleh anda lewatkan. Karena menjadi tempat pertemuan dari berbagai masyarakat dan suku dari Indonesia, maka tidak salah kalau Surabaya memiliki variasi dan ragam kuliner yang menarik dengan rasa yang berbeda-beda, mulai dari rasa yang gurih, pedas, manis atau bahkan perpaduan dari berbagai rasa tersebut.

Saya mencoba mengambil 10 jenis kuliner yang saya dapatkan dari kuliner unggulan yang pernah disampaikan Gubernur Jawa Timur, saat akan persiapan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019 kemarin, dan saya melihat daftar kuliner ini masih sangat relevan dan bisa dicoba, apalagi bagi pecinta kuliner yang ingin mencobanya nanti.


Ini dia referensi 10 top kuliner Surabaya yang bisa anda simpan untuk disiapkan nanti, saat ingin menikmati wisata kuliner di Kota Surabaya:

10 TOP KULINER SURABAYA
Sumber data: www.pesona.travel

1. Rawon Kalkulator

Anda pecinta kuliner rawon?. Sepertinya “rawon kalkultor” ini bisa menjadi pilhan, saat anda ingin menikmati kuliner enak di Kota Surabaya. Lokasinya berada di tengah kota yaitu di Taman Kota Surabaya, di area Taman Bungkul. Namun sebenarnya nama asli warung ini adalah Warung Sedap Malam, berhubung karena kecepatan menghitung tadi, maka warung ini lebih dikenal dengan Rawon Kalkulator.

Rawon Kalkulator
Rawon Kalkulator (Sumber Gambar: www.listeninda.com)
Berbicara tentang kenikmatan rawon, untuk rasa hampir sama dengan rawon yang dijual di Kota Surabaya, yang membedakan terletak pada kualitas daging sapinya dan juga ukuran yang lebih besar. Dalam satu porsi Rawon Kalkulator terdapat lima sampai enam potongan daging yang empuk, ditambah lagi dengan porsi nasinya yang banyak.

Baca Juga: Sego Sambel Mak Yeye.

Yang menarik, Rawon Kalkulator ini ternyata sudah berdiri sejak tahun 1975, pemilik asli bernama Pak Ajib dan saat ini sudah masuk generasi ke-4.

2. Sate Kelapa Ondomohen

Siapa yang tidak kenal dengan sate yang satu ini?. Minimal pernah mendengar kelezatan sate kelapa ini. Di Kota Surabaya, Sate Kelapa Ondomahen menjadi salah satu sate favorit bagi pecinta kuliner, khususnya sate. Sate Kelapa Ondomahen milik Bu Asih ini sudah ada sejak tahun 1945, dan tetap berada di Jalan Walikota Mustajab No. 36 (Dulunya bernama Jalan Ondomohen). Waktu itu selama 73 tahun, mertua Ibu Asih yang berjualan di warung sate ini dengan ukuran 7x4 meter.

Sate Kelapa Ondomohen
Sate Kelapa Ondomohen (Sumber Gambar: pesonaindonesia.kompas.com)
Warung sate ini buka mulai pukul 07 sampai 23.00 WIB. Karena tempatnya yang terbatas, banyak sekali orang yang rela antri hanya untuk menikmati kelezatan sate klopo ini. Dalam satu porsi, disajikan sate klopo sebanyak 10 tususk. Namun, selain sate klopo juga disediakan sate sapi atau sate ayam, sate usus, sate kotot dan juga sum sum.

Untuk sate klopo anda bisa memilih dari daging sapi atau ayam, jadi potongan daging sapi atau ayam yang empuk ini kemudian dibalut dengan kelapa, baru dibakar di pembakaran, baru kemudian disajikan dengan bumbu kacang, irisan bawang meah dan juga srundeng dari kelapa.

3. Soto Ayam Lamongan Cak Har

Soto ayam...Kuliner yang satu ini sudah sangat familier di telinga kita, begitu pula dengan pecinta kuliner di Jawa Timur. Di Kota Surabaya banyak sekali pilihan kuliner soto ayam yang rasanya nikmat dan segar. Salah satu soto terkenal yang bisa anda coba adalah “Soto Ayam Lamongan Cak Har”. Dulu, saya sering menikmati Soto Ayam Cak Har ini di Jalan Arief Rahman Hakim, namun saat ini juga terdapat di Jalan Dr. Ir. Soekarno (daerah MERR) Surabaya, mungkin bisa dikatakan cabang dari Soto Cak Har di Jalan Aref Rahman Hakim. Soto ayam Lamongan Cak Har ini buka mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 23.00 WIB.

Soto Ayam Lamongan Cak Har
Soto Ayam Lamongan Cak Har (Sumber Gambar: www.tripadvisor.com)
Sesuai dengan ciri khas soto ayam Lamongan, maka Soto Cak Har ini sangat istimewa dengan porsinya yang besar, anda bisa memilih sajian soto sesuai dengan selera anda, anda bisa memilih soto dengan isi daging ayam, isi kulit ayam, jerohan ayam atau pun bisa memilih soto campur. Soto ayam Lamongan khas Cak Har, ini memiliki ciri khas dengan kuahnya yang kuning dan kental. Selain itu anda bisa menambah koya sesuai dengan keinginan anda, yang disediakan ditiap meja.

4. Lontong Balap Garuda Pak Gendut

Tidak salah kalau Kota Surabaya disebut dengan kota kuliner, kuliner yang satu ini menjadi ciri khas kuliner di kota ini. Salah satu kuliner legendaris di Kota Surabaya adalah Lontong Balap Garuda Pak Gendut, dulu lontong balap Pak gendut ini berada di depan Bekas Bioskop Garuda di Jalan Kranggan, namun sejak 28 Oktober 2012, Lontong Balap Pak Gendut ini pindah ke Jalan Moestopo No. 11 di depan kantor PDAM Kota Surabaya.

Lontong Balap Garuda Pak Gendut
Lontong Balap Garuda Pak Gendut
Yang menarik, lontong balap ini sudah turun temurun yaitu sejak tahun 1956, saat itu masih ditempat lama, yang dibuka oleh Cak Gendut (Haji Abdul Rohim), yang diwarisi dari ibunya yaitu Ibu Saunah pada tahun 1958, Cak Gendut sendiri meneruskan usaha pada tahun 1987.

Dalam satu porsi lontong balap, anda akan mendapatkan sajian khas berupa lontong, lentho, tahu goreng dan taoge atau kecambah dengan sajian yang banyak dan melimpah. Baru kemudian disiram kuah lontong balap, bawang goreng dan bumbu petis. Rasanya sangat segar, pedas dan enak. Menikmati satu porsi lontong balap menjadi nikmat dengan sajian sate kerang dan es degan yang segar.

5. Bebek Purnama

Kuliner bebek juga menjadi salah satu kuliner yang paling sering dicari oleh para pecinta kuliner. Kuliner bebek di Surabaya memang sangat banyak dan semuanya enak. Salah satu yang terkenal adalah “Bebek Purnama”. Menyebut bebek purnama tentunya sering dibikin bingung, mana bebek purnama yang asli.

Bebek Purnama
Bebek Purnama (Sumber Gambar: travelingyuk)
Di tempat aslinya yaitu di halaman bekas Bioskop Purnama di Jalan Raya Dinoyo Surabaya terdapat kain kuning pengumuman, dengan tulisan "Bebek Purnama tidak buka cabang". Pemilik warung sendiri Muhammad Ridho, adalah generasi kedua yang melanjutkan usaha orang tuanya yaitu Mardiyah dan Bachir sejah tahun 1992.

Bebek Purnama Banner tidak buka cabang
Banner tidak buka cabang (Sumber Gambar: www.tripzilla.id)
Bebek Purnama disajikan dengan sajian khas bebek di Surabaya, dengan bebek yang digoreng kering dengan bumbu dan taburan srundeng yang gurih. Anda pun bisa meminta tambahan lauk, misalnya jerohan, kepala atau pun ceker. Ditambah lagi sambalnya yang mantab dan disajikan di meja.

6. Warung Bu Kris

Diantara tempat kuliner penyet, maka “Warung Bu Kris” menjadi salah satu kuliner yang menjadi tujuan utama. Selain pioner kuliner penyet di Kota Surabaya, menu penyetan yang disajikan disini sangat enak dan lezat. Dwi Kristiani atau sering dipanggil Bu Kris adalah sosok di balik Warung Bu Kris ini, yang memperkenalkan konsep menu penyetan sekitar tahun 1992. Namun siapa yang menyangka setelah sekian lama menu penyetan menjadi menu yang sangat disukai. Saat ini sudah banyak cabang warung Bu Kris selain gerai pertama di Jalan Manyar.

Warung Bu Kris
Warung Bu Kris (Sumber Gambar: keepo)
Banyak sekali menu yang ditawarkan di Warung Bu Kris, yaitu menu spesial penyet dan juga makanan khas Jawa Timur-an, anda bisa mencoba penyet komplit, dalam porsi penyet komplit terdapat ayam, empal, bakso dan juga tempe atau tahu, ditambah lagi sambal sebagai syarat penyetan. Selain itu, juga banyak menu yang bisa anda pilih saat menikmati menu warung Bu Kris.

7. Rujak Cingur Ahmad Jais

Satu lagi kuliner khas Kota Surabaya, yaitu Rujak Cingur. Rujak Cinur adalah sajian khas yang menggunakan cingur sapi (mulut atau moncong sapi yang telah direbus), sebagai bahan utama, ditambah berbagai macam buah dan sayuran, seperti, kecambah, bengkuang, mentimun dan juga kangkung. Namun, diantara berbagai sajian rujak cingur, satu yang tekenal yaitu Rujak Cingur Ahmad Jais, pemilik rujak ini adalah Ny. Ng Giok Tjoe yang sudah membuat rujak sejak tahun 70-an. Tempat kuliner ini berada di Jalan Ahmad Jais, Peneleh, Surabaya, di sebuah rumah (ruko tua) tidak ada tulisan yang menujukkan ini adalah warung rujak cingur, namun selalu dipadati orang yang ingin membeli.

Rujak Cingur Ahmad Jais
Rujak Cingur Ahmad Jais (Sumber Gambar: goodindonesianfood)
Ada yang bilang bahwa ini adalah rujak cingur yang mahal, namun jangan salah ada harga ada rupa, berlaku di kualitas rujak cingur ini. Rujak cingur yang dijual disajikan dengan daging cingur yang banyak dan berlimpah, bersih dan tidak ada bau amisnya, juga tidak alot dan juga tidak lunak. Satu porsinya disajikan berlimpah bisa untuk dua orang, ditambah lagi bumbunya yang sangat spesial, dengan olahan kacang dan aroma petis yang khas.

8. Nasi Goreng Jancuk

Kalau mau bilang “jancuk” bisa dibilang tidak sopan, tapi gimana ya. Mungkin kata khas Surabaya ini bisa anda lontarkan setelah menikmati salah satu kuliner Kota Surabaya, yaitu Nasi Goreng Jancuk. Saya sendiri pernah menikmati nasi goreng jancuk di Surabaya Plaza Hotel, pada saat pertama kali kuliner nasi goreng pedas ini mulai viral sekitar tahun 2012-an. Tapi jangan kaget, saat anda memesan kuliner ini selain pedas, nasi goreng ini disajikan dengan porsi yang cukup banyak dan besar.

Nasi Goreng Jancuk
Nasi Goreng Jancuk (Sumber Gambar: vickyfahmi)
Disebut Nasi Goreng Jancuk, karena sangat pedas dan akan membuat anda spontan mengeluarkan sumpah serapah khas Surabaya, “Jancuk”. Nasi goreng jancuk ini pertama kali diperkenalkan Chef Eko Purwanto dari Kartini Restaurant di Surabaya Plaza Hotel (saat ini Surabaya Suites Hotel) di Jalan Pemuda No. 31 Surabaya. Untuk menikmati nasi goreng ini ajaklah 4 sampai 5 orang teman anda, karena porsinya yang banyak dan sangat pedas.

Baca Juga: Bebek goreng Depot H. Wachid Hasyim Surabaya.

9. Depot Bu Rudy

Anda pecinta kuliner?. Kalau anda seorang pecinta kuliner jangan lewatkan tempat kuliner yang satu ini ”Depot Bu Rudy”. Tempat kuliner ini menjadi salah satu tempat kuliner favorit di Kota Surabaya, selain anda bisa menikmati kuliner lezat khas Bu Rudy, disini juga disediakan oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Depot Bu Rudy
Depot Bu Rudy (Sumber Gambar: www.camilancamilun.wordpress.com)
Depot legendaris ini berlokasi di Jalan Raya Dharmahusada Indah No. 140 yang merupakan depot pusat, namun selain di Jalan Dharmahusada juga terdapat cabang lainnya. Menu utama di Depot Bu Rudy adalah menu nasi campur. Selain nasi campur yang juga menjadi favorit adalah nasi sambal udang. Dan untuk oleh-oleh anda bisa memilih sambal udang yang sudah berbentuk kemasan.

10. Sego Sambel Wonokromo Mak Yeye

Selain berbagai kuliner nikmat di atas, satu lagu kuliner legendaris yang wajib anda kunjungi, yaitu “Sego Sambel Mak Yeye”. Warung sambelan ini sudah sangat tidak asing bagi pecinta kuliner di Kota Surabaya. Menu yang sering dicari adalah sego sambel iwak pe (ikan pari). Lokasinya berada di pinggir Jalan Jagir No. 12 (disebelah utara Gedung DTC – Darmo Trade Center), Wonokromo Wetan, Surabaya. Meskipun tempatnya sederhana, namun tempat kuliner ini selalu dipadati pengunjung.

Sego Sambel Wonokromo Mak Yeye
Sego Sambel Wonokromo Mak Yeye
Warung sego sambel mak Yeye ini buka mulai pukul 22.00 sampai dengan pukul 0400. Karena kelezatannya, banyak yang rela antri meskipun waktu sudah malam. Warung sego sambel ini sudah lama dikenal dan sudah berdiri sejak tahun 1982.

Sego Sambel Wonokromo Mak Yeye
Antri
Itu dia, sedikit informasi 10 top kuliner Surabaya yang bisa menjadi referensi kalau anda ingin menikmati wisata kuliner di Kota Surabaya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda. Terima kasih.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel