Candi Jabung Probolinggo, Pesona Arsitektur Unik Bata Merah dari Era Majapahit

Kabupaten Probolinggo tidak hanya menyimpan kemegahan Gunung Bromo atau kesegaran Air Terjun Madakaripura. Di balik riuhnya jalur Pantura, berdiri sebuah monumen bisu yang menyimpan sejarah besar Kerajaan Majapahit, yaitu Candi Jabung. Candi ini bukan sekadar tumpukan bata merah, melainkan simbol keharmonisan agama dan kejeniusan arsitektur masa lalu yang masih berdiri kokoh hingga hari ini.

Mengenal Lebih Dekat Candi Jabung

wisata-probolinggo-candi-jabung-sejarah-rute
Candi Jabung peninggalan Kerajaan Majapahit di Probolinggo, Jawa Timur.(Gambar: lifestyle.bisnis.com)

Candi Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah yang didominasi batu andesit, Candi Jabung merupakan mahakarya yang tersusun dari bata merah berkualitas tinggi. Keberadaannya tercatat dalam kitab Negarakertagama, yang menyebutkan bahwa Raja Hayam Wuruk pernah singgah di sini dalam perjalanannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi.

Mengapa Candi Jabung Begitu Istimewa?

Secara fungsional, Candi Jabung adalah bangunan suci agama Buddha. Namun, yang membuatnya benar-benar menonjol dalam radar arkeologi dunia adalah bentuk tubuhnya yang bulat (silindris). Di Indonesia, sangat jarang ditemukan candi dengan struktur tubuh melingkar di atas batur persegi. Hal ini memberikan nilai estetika yang sangat kuat bagi siapa pun yang memandangnya.

Daya Tarik Utama Candi Jabung

Bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, Candi Jabung menawarkan paket lengkap antara wisata edukasi, sejarah, dan spot foto yang ikonik. Berikut adalah beberapa daya tariknya:

1. Arsitektur Silindris yang Langka

Hampir semua candi di Jawa memiliki bentuk tubuh persegi. Candi Jabung mendobrak pakem tersebut dengan bentuk silinder atau bulat pada bagian tubuhnya. Desain ini sering dikaitkan dengan bentuk stupa dalam ajaran Buddha, melambangkan pencapaian spiritual yang sempurna.

2. Material Bata Merah Tanpa Semen

Keunikan konstruksi Majapahit terletak pada teknik kosod. Bata merah disusun dengan cara digosokkan satu sama lain hingga menyatu tanpa memerlukan semen atau perekat modern. Ketahanan bangunan ini selama ratusan tahun membuktikan betapa majunya teknologi konstruksi masyarakat Probolinggo di masa lampau.

3. Relief yang Bercerita

Meskipun termakan usia, beberapa bagian Candi Jabung masih menampakkan relief yang detail. Salah satu yang paling terkenal adalah relief Sri Tanjung, sebuah kisah legendaris tentang kesetiaan dan cinta. Mengamati relief ini secara langsung memberikan pengalaman imersif seolah kita sedang membaca buku sejarah di dinding raksasa.

Baca juga: Candi Kedaton, Menelusuri Jejak Tersembunyi Kerajaan Majapahit di Kaki Gunung Argopuro Probolinggo.

Keunikan Candi Jabung: Perpaduan Estetika dan Filosofi

Jika kita membedah bangunan ini lebih dalam, terdapat beberapa poin unik yang tidak akan Anda temukan di destinasi wisata lain di Jawa Timur:

Struktur Bangunan yang Proporsional

Candi Jabung memiliki ukuran panjang 13,13 meter, lebar 9,60 meter, dan tinggi mencapai 16,20 meter. Bangunan ini terbagi menjadi empat bagian utama:

  • Batur (Kaki Candi): Sebagai fondasi yang kokoh.
  • Kaki Candi: Tempat tangga naik menuju pintu masuk.
  • Tubuh Candi: Berbentuk bulat yang menjadi ciri khas utama.
  • Atap Candi: Meski puncaknya sudah tidak utuh, bentuk dasarnya menunjukkan kemiripan dengan stupa.

Menara Sudut (Candi Perwara)

Di area komplek Candi Jabung, dulunya terdapat beberapa menara kecil di sudut-sudutnya. Meskipun saat ini yang tersisa hanya bangunan utama, sisa-sisa struktur di sekitarnya memberikan gambaran betapa megahnya komplek ini pada masa kejayaan Majapahit sebagai pusat peribadatan.

Lokasi dan Rute Menuju Candi Jabung

Menemukan Candi Jabung sangatlah mudah karena lokasinya yang strategis di jalur utama yang menghubungkan Surabaya dan Bali.

Alamat Lengkap

Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.

Panduan Rute Perjalanan

  1. Dari Arah Surabaya/Malang: Ikuti jalur Pantura menuju arah Banyuwangi. Setelah melewati pusat Kota Probolinggo dan Kraksaan, Anda akan memasuki wilayah Paiton. Candi ini terletak hanya beberapa ratus meter dari jalan raya utama. Perhatikan papan petunjuk arah di sebelah kiri jalan.
  2. Dari Arah Situbondo/Banyuwangi: Arahkan kendaraan menuju Barat (Surabaya). Setelah melewati PLTU Paiton, Anda akan segera sampai di Desa Jabung. Lokasi candi berada di sisi kanan jalan.
  3. Transportasi Umum: Anda bisa menggunakan bus antar kota jurusan Surabaya-Banyuwangi dan turun tepat di pertigaan Jabung, Paiton. Dari sana, Anda cukup berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek lokal.

Mengapa Anda Harus Menikmati Waktu di Candi Jabung?

Di tengah hiruk pikuk modernitas, Candi Jabung menawarkan pelarian yang menenangkan. Berikut adalah alasan mengapa Anda harus memasukkan tempat ini ke dalam bucket list perjalanan Anda:

1. Atmosfer yang Menenangkan

Berbeda dengan objek wisata yang terlalu komersial, Candi Jabung menawarkan ketenangan. Dikelilingi oleh taman yang rapi dan pohon-pohon rindang, tempat ini sangat cocok untuk kontemplasi atau sekadar melepas penat dari rutinitas harian.

2. Surga Bagi Fotografer

Warna merah bata yang kontras dengan langit biru dan hijaunya rumput menciptakan komposisi warna yang luar biasa. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat golden hour (pagi hari saat matahari terbit atau sore hari menjelang terbenam). Cahaya matahari yang menerpa bata merah akan menghasilkan efek dramatis pada foto Anda.

3. Belajar Sejarah Secara Langsung

Membaca buku sejarah tentu berbeda dengan menyentuh langsung artefak yang dibangun pada abad ke-14. Di sini, pengunjung bisa merasakan kebesaran peradaban Nusantara dan menghargai warisan nenek moyang yang mampu menciptakan karya seni tinggi tanpa bantuan alat modern.

4. Dekat dengan Fasilitas Penunjang

Karena lokasinya dekat dengan wilayah industri Paiton, akses menuju akomodasi, restoran, dan fasilitas umum sangat mudah ditemukan. Anda bisa menikmati kuliner khas Probolinggo setelah puas berkeliling candi.

Tips Berkunjung ke Candi Jabung

Agar kunjungan Anda lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Gunakan Pakaian Nyaman: Cuaca di Probolinggo cenderung panas, gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat.
  • Jaga Kebersihan: Sebagai situs cagar budaya, pengunjung dilarang keras mencoret-coret (vandalime) atau membuang sampah sembarangan.
  • Waktu Berkunjung: Pukul 08.00 - 10.00 WIB atau 15.30 - 17.00 WIB adalah waktu ideal untuk menghindari terik matahari yang menyengat.
  • Siapkan Kamera: Pastikan baterai kamera atau ponsel penuh untuk mengabadikan setiap sudut arsitektur yang estetik.

Penutup

Candi Jabung Probolinggo adalah permata tersembunyi yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan kuno. Ia adalah bukti kecanggihan teknologi, kedalaman spiritual, dan kekayaan seni rupa masa lalu. Dengan bentuknya yang unik dan material bata merah yang eksotis, Candi Jabung layak menjadi destinasi utama bagi siapa pun yang ingin mengenal jati diri bangsa Indonesia lebih dekat.

Jangan hanya melewati jalur Pantura, sempatkanlah mampir dan biarkan diri Anda terpesona oleh keanggunan silindris Candi Jabung.

Belum ada Komentar untuk "Candi Jabung Probolinggo, Pesona Arsitektur Unik Bata Merah dari Era Majapahit"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel