Jelajahi Kekayaan Sriwijaya: Mengapa Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah Gerbang Budaya Sumatera Selatan

Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang, adalah permata sejarah yang tak terpisahkan dari kejayaan bahari dan perdagangan di masa lampau. Untuk menyelami kisah epik tersebut, tak ada tempat yang lebih sempurna selain Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). 

museum-sultan-mahmud-badaruddin-ii-palembang-sumsel
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (Gambar: HO/kliktimes.com)

Lebih dari sekadar bangunan bersejarah, museum ini adalah kapsul waktu yang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah, budaya, dan kesenian khas Sumatera Selatan, menjadikannya destinasi wajib bagi setiap pecinta sejarah dan budaya.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II: Dari Benteng Kolonial Hingga Mahakarya Budaya

Sejarah bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sama menariknya dengan koleksi yang disimpannya. Bangunan ini tidak didirikan sebagai museum, melainkan memiliki rekam jejak yang panjang dan beragam, mencerminkan pergolakan dan perubahan yang dialami kota Palembang.

Sejarah Singkat dan Transformasi Bangunan Museum SMB II

Berdiri megah di tepian Sungai Musi, lokasi museum ini dulunya merupakan bagian dari Kraton Kuto Lamo (Keraton Lama) milik Kesultanan Palembang. Setelah keruntuhan keraton akibat kolonialisme, Belanda membangun sebuah benteng di area ini. Pada abad ke-19, benteng ini diubah menjadi rumah sakit, kemudian sempat difungsikan sebagai kantor pemerintahan, bahkan markas militer pada masa pendudukan Jepang.

Baca juga: Menelusuri Jejak Nusantara di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Sumatera Selatan.

Pasca kemerdekaan, bangunan ini sempat dijadikan markas Kepolisian Sumatera Selatan dan Sumatera Bagian Selatan. Barulah pada tahun 1984, setelah melalui proses restorasi dan revitalisasi, bangunan bersejarah ini secara resmi dibuka sebagai Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Penamaannya diambil dari nama pahlawan nasional dan Sultan Palembang Darussalam terakhir yang gigih melawan penjajahan, Sultan Mahmud Badaruddin II.

Daya Tarik dan Koleksi Unggulan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Daya tarik utama Museum SMB II terletak pada kekayaan dan keragaman koleksinya. Museum ini memamerkan lebih dari 3.000 benda bersejarah dan budaya yang terbagi dalam sepuluh kategori utama, mulai dari Arkeologi, Numismatik, hingga Seni Rupa.

Peninggalan Kejayaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang

  • Arkeologi: Koleksi arkeologi menampilkan artefak dari era Kerajaan Sriwijaya yang termasyhur, seperti arca-arca batu dan temuan-temuan keramik kuno. Anda dapat melihat bukti fisik dari peradaban maritim yang pernah berjaya di Asia Tenggara.
  • Koleksi Palembang Darussalam: Ini adalah salah satu koleksi paling penting, mencakup benda-benda dari masa Kesultanan Palembang, termasuk berbagai jenis senjata tradisional, peralatan rumah tangga, dan perabot ukiran khas Palembang yang memukau.

Keunikan Budaya dan Kesenian Khas Sumatera Selatan

Selain sejarah, museum ini juga menjadi etalase budaya yang hidup:

  1. Tekstil dan Kain Tradisional: Pameran kain Songket Palembang yang terkenal dengan benang emasnya merupakan daya tarik visual yang luar biasa. Anda dapat mengagumi detail motif dan mempelajari proses pembuatannya.
  2. Seni Rupa dan Keramik: Museum ini menyimpan koleksi seni rupa modern dan tradisional, serta keramik-keramik dari Tiongkok dan Eropa yang menjadi bukti interaksi perdagangan Palembang dengan dunia luar.
  3. Rumah Adat Limas: Walaupun museum ini adalah bangunan kolonial, semangat lokal tetap terasa kuat dengan adanya representasi budaya rumah adat Limas di area pameran.

Informasi Praktis: Lokasi, Rute, dan Harga Tiket Masuk

Mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah pengalaman yang mudah dan terjangkau.

Lokasi Strategis di Jantung Kota Palembang

Lokasi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sangat strategis, berada di pusat kota Palembang, tepat di seberang landmark kota yang paling ikonik.

Rute Menuju Lokasi

Rute menuju Museum SMB II sangat mudah diakses:

  • Kendaraan Pribadi/Taksi Online: Cukup arahkan ke "Jembatan Ampera" atau "Museum SMB II". Lokasinya sangat dekat dengan tugu belida.
  • Angkutan Umum/Trans Musi: Pilih bus Trans Musi yang melintasi kawasan Jembatan Ampera atau halte yang terdekat.
  • Wisata Air: Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana Palembang, museum ini dapat dijangkau dari dermaga di pinggir Sungai Musi.

Harga Tiket Masuk Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Harga tiket masuk Museum Sultan Mahmud Badaruddin II tergolong sangat terjangkau, menjadikannya destinasi edukasi yang ramah di kantong. (Perlu dikonfirmasi ulang karena harga dapat berubah sewaktu-waktu).

  • Anak-anak (usia 4–17 tahun): Rp2.000 per orang.
  • Dewasa (usia 18 tahun ke atas): Rp5.000 per orang.
  • Turis Mancanegara: Rp20.000 per orang. 
  • Catatan: Jam operasional umumnya dari Selasa-Minggu, pukul 08.00-15.00 WIB.

Mengapa Harus Menikmati Waktu di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II?

Museum SMB II adalah lebih dari sekadar tempat menyimpan benda-benda kuno; ia adalah sekolah sejarah terbuka yang wajib dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara.

Jendela Sejarah Sumatera Selatan

Mengunjungi museum ini memberikan pemahaman mendalam tentang akar identitas Sumatera Selatan. Anda akan menyaksikan secara langsung bukti-bukti peradaban besar yang pernah berdiri, mulai dari masa Kerajaan Sriwijaya yang agung, era Kesultanan yang berdaulat, hingga masa perjuangan kemerdekaan. Ini adalah cara terbaik untuk menghargai warisan budaya para leluhur.

Spot Edukasi dan Fotografi Terbaik

Museum ini dirancang dengan tata pameran yang informatif dan menarik. Selain belajar, arsitektur kolonial yang khas dan lokasinya yang ikonik dengan latar belakang Sungai Musi dan Jembatan Ampera menjadikannya spot fotografi yang sangat Instagramable. Pengalaman belajar sejarah sambil mendapatkan foto yang estetik adalah paket lengkap yang ditawarkan Museum SMB II.

Menghidupkan Kembali Semangat Budaya Lokal

Dengan mengunjungi dan mendukung museum ini, Anda turut serta dalam upaya pelestarian budaya dan sejarah. Setiap tiket yang dibeli berkontribusi pada perawatan ribuan koleksi berharga, memastikan bahwa generasi mendatang juga dapat menikmati dan mempelajari kekayaan warisan Palembang Darussalam.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II bukan sekadar destinasi wisata; ia adalah sebuah keharusan. Jadwalkan kunjungan Anda, selami narasi sejarahnya, dan biarkan keagungan budaya Sumatera Selatan memikat hati Anda.

Belum ada Komentar untuk "Jelajahi Kekayaan Sriwijaya: Mengapa Museum Sultan Mahmud Badaruddin II adalah Gerbang Budaya Sumatera Selatan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel