Tips Agar Bisa Naik Gaji

Apa yang paling menyenangkan bagi Anda yang bekerja sebagai karyawan atau pegawai? Tentu banyak sekali yang menyenangkan bagi Anda, mulai dari ditraktir teman, diajak nonton, naik jabatan atau yang satu ini, naik gaji. Tentu kabar naiknya gaji menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu. Namun ada pula yang tidak naik gajinya setelah sekian lama bekerja, untuk itu Anda harus membaca tips agar bisa naik gaji di bawah ini.

Ada informasi menarik tentang naik gaji, yang disampaikan oleh Dharnoto dalam Majalah Intisari Edisi No. 507, yang menyampaikan “Idealnya, seorang karyawan digaji sesuai dengan keringat yang diteteskan saat bekerja. Meskipun pada praktiknya, menyelaraskan kucuran keringat dengan kucuran rupiah jelas tidak mudah.” 

tips-agar-bisa-naik-gaji
Ilustrasi (Gambar: Shutterstock.com)

Dan yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah gaji yang bisa memuaskan semua orang dan kapan saat yang tepat untuk minta naik gaji?

Naik Gaji 2024, Ide yang Banyak Dibahas Setiap Awal Tahun

Bagi seorang karyawan, khususnya mereka yang berhasil memberikan kontribusi luar biasa bagi perusahaan, berharap naik gaji adalah hal yang wajar.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Ronny Hanggoro, M.Psi, seorang konselor pada Lembaga Terapan Universitas Indonesia yang menyampaikan, terdapat banyak faktor eksternal yang mempengaruhi seseorang menimbang ulang gaji yang telah diterimanya, antara lain:

  • Kenaikan harga yang semakin mencekik kantong.
  • Informasi dari pihak lain, bahwa di perusahaan lain dengan pangkat dan jabatan yang sama dnegan dirinya ternyata gaji yang diterima tiga kali lebih besar misalnya.

Sedangkan dari dalam dirinya atau faktor internal yang membuat seseorang mengkaji ulang gaji yang diterimanya, misalnya dari dalam dirinya sendiri tumbuh rasa ingin lebih dihargai, karena dari dulu gajinya tidak pernah naik.

Baca juga: Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia.

Masih menurut Ronny, gaji sebenarnya harus sesuai dengan apa yang telah dikerjakan karyawan untuk perusahaan. Bilamana karyawan telah bekerja dengan maksimal sesuai tuntutan perusahaan, namun dihargai tidak sesuai, maka sudah saatnya meminta kenaikan gaji.

Namun, sebelum meminta kenaikan gaji, sebaiknya juga melihat kondisi keuangan perusahaan. Yang paling penting, sebelum memohon kenaikan gaji, yang harus juga dilihat adalah apakah karyawan tersebut sebagai pemohon, apakah benar-benar sudah pantas mendapatkan kenaikan gaji.

Jika memang merasa sudah bekerja lebih dibandingkan imbalan diterimanya selama ini, maka karyawan tersebut harus memiliki bukti, misalnya dengan menunjukkan record prestasi (hard copy). Dan kelayakan tersebut bisa dihitung, hal ini untuk menghindari terlalu tinggi menghargai diri sendiri atau sebaliknya, untuk bisa layak mendapat gaji yang lebih besar.

Berbicara tentang kenaikan gaji, sebenarnya terdapat dua cara untuk mendapatkannya, yaitu:

  • Secara berkala, atau.
  • Sebagai imbalan prestasi.

Cara ini bisa diterapkan di perusahaan yang sudah menggunakan penggajian internasional. Namun ada juga perusahaan yang memilih memberikan apresiasi atas kinerja yang baik pada seorang karyawan dalam bentuk bonus.

Sistem bonus ini menguntungkan perusahaan, karena bersifat sporadic dan sekali berbayar, berbeda dengan gaji yang merupakan pengeluaran yang bersifat repetitif.

Sedangkan kenaikan bisa diberikan kalau perusahaan sudah mapan. Insentif kenaikan gaji tersebut diberikan untuk karyawan yang berprestasi agar ia lebih bersemangat. Dan yang paling penting adalah kenaikan gaji harus jelas tujuannya dan juga besar anggarannya.

Dan juga yang penting diperhatikan adalah kenaikan gaji itu harus didasarkan atas fairness, azas keadilan, yaitu sesuai dengan apa yang telah diberikan karyawan sehingga karyawan layak menerima gaji sebesar itu.

Makna Di Balik Kenaikan Gaji

Ini yang menarik, terdapat sebuah makna atas kenaikan gaji, karena kenaikan gaji bukan hanya sekedar bentuk perhatian perusahaan terhadap karyawan, namun bisa juga ada kepentingan perusahaan dalam momentum kenaikan gaji ini.

Masih menurut Ronny, yang menggambarkan dimana dalam suatu organisai perusahaan dikenal adanya blue collar dan white collar, yaitu pada bagian administrasi dan bagian eksekutif. Dan pada keduanya, pasti terdapat kesenjangan, dengan gaji yang tidak sama, karena beban tugas dan tanggung jawabnya juga berbeda.

Kenaikan gaji bisa juga menjadi alat eksploitasi karyawan agar bekerja lebih keras, meskipun terkadang hal ini tidak disadari oleh karyawan.

Meskipun momentum kenaikan gaji menjadi hal penting bagi manajemen, namun setidaknya kenaikan gaji bisa membuat komitmen baru dengan karyawan, agar meningkatkan kinerja, agar perusahaan bisa menjadi lebih untung dan kelak karyawan bisa menikmati hasilnya.

Tips dan Trik Bisa Naik Gaji Tanpa Meminta

Penasaran ingin tahu bagaimana cara agar bisa naik gaji tanpa menuntut dan mengajukan proposal naik gaji? Berikut tips dan trik yang bisa Anda catat, antara lain:

  1. Tunjukkan kinerja yang baik.
  2. Tumbuhkan sisi positif diri pribadi.
  3. Jangan melanggar peraturan perusahaan.
  4. Manfaatkan jam kerja seefektif mungkin.
  5. Ciptakan prestasi sebanyak mungkin.
  6. Jalin hubungan baik dengan rekan kerja, apalagi dengan atasan.
  7. Hindari konflik pribadi dengan siapa pun.
  8. Tumbuhkan semangat kompetisi dalam memberi kontribusi bagi perusahaan.
  9. Nilailah diri secara wajar, sesuai dengan kemampuan, latar belakang, dan prestasi kita.
  10. Jangan menuntut melebihi “nilai” diri kita.

Itu dia sedikit informasi tentang “tips agar bisa naik gaji”. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk Anda.

Belum ada Komentar untuk "Tips Agar Bisa Naik Gaji"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel