Asal-usul Alat Hitung

Menghitung... Kata ini selalu merujuk dan berhubungan dengan angka, bahkan dengan semakin berkembangnya teknologi, membuat cara menghitung semakin canggih dengan ditemukannya alat hitung modern, seperti kalkulator dan berbagai piranti eletronik lainnya. Terlepas dari apa pun namanya, maka sangat pas kalau kali ini membahas tentang asal-usul alat hitung.

Pada awal kehidupan manusia, katanya untuk menghitung satu sampai tiga saja susahnya minta ampun. Bahkan penduduk di dataran rendah Amazon, cara menghitungnya pun sangat unik, yaitu satu, dua, banyak ...!

asal-usul-alat-hitung
Sempoa (Gambar: lankaitschool.com)

Saat mulai bisa menghitung lebih banyak, maka orang jaman dahulu memakai jari tangan dan jari kaki atau benda lainnya, tentu saja sebagai alat hitung, maka jari-jari tersebut memiliki kemampuan yang terbatas. Informasi tentang informasi alat hitung ini juga diambil dari catatan Riyadi yang pernah dimulat di Majalah Intisari edisi No. 530.

Terciptanya Alat Hitung Manual

Awal mula alat hitung dimulai dengan sempoa atau abakus yang dijalankan secara manual . Alat ini berasal dari Asia (Cina) lebih dari 5.000 tahun yang lalu, dengan berbagai versinya yang dipakai secara luas diberbagai belahan dunia, seperti di Yunani Kuno, Mesir Kuno dan juga Romawi, Rusia, Jepang, serta India dan Cina.

Sempoa menjadi alat paling tua, seperti papan tempat orang Babilonia menaburkan pasir di atasnya untuk bisa melacak huruf untuk menulis. Dan sampai akhir abad ke-17 sempoa masih banyak digunakan di Eropa. Bahkan sampai saat ini di kawasan Asia, seperti Cina dan Jepang serta timur Tengah, alat ini masih dipakai.

Baca juga: Perencana Keuangan, Perlukah?

Mesin hitung mekanis yang pertama ditemukan sekitar abad ke-17 SM. Orang yang pertama kali menemukan mesin hitung mekanik, yaitu Wilhelm Schickard sekitar tahun 1623 - 1624. Namun, catatannya hilang dalam Perang Tiga Puluh Tahun.

Sebelumnya, ahli matematika Inggris William Outhtred sekitar tahun 1622 membuat alat hitung berbentuk mistar yang dibagian tengahnya terdapat benda yang bisa digeser. Mistar ini bisa menghitung secara cepat, membagi, meng”kuadrat”, mencari akar angka dan sebagainya.

Konstruksi skala yang dipakai pada alat ini berdsarakan pada prinsip logaritma yang diciptakan seorang ahli matematika dari Skotlandia, John Napier pada tahun 1614 (dari sumber lain ada yang menyebut matematikawan Inggris bernama Edmund Gunter).

Sebelumnya John Napier menemukan cara menghitung dengan tabel “empat persegi” yang terdiri atas 9 x 9 kolom angka, masing-masing berisi angka 1 sampai 9, yang kemudian dikenal dengan nama “Napier’s Bones’.

Selanjutnya alat hitung mekanis generasi kedua lahir. Pada tahun 1642, Blaise Pascal, seorang ahli matematika Prancis yang saat itu berusia sekitar 19 tahun membuat kalkulator digital untuk menghitung pajak ayahnya yang menjadi pegawai administrasi pemerintahan lokal, namun alat ini hanya baru bisa untuk penjumlahan dan pengurangan saja.

Kemudian Gottfried Wilhelm von Leibniz (1646 - 1716) seorang matematikawan dan filsuf Jerman pada tahun 1671 mengembangkan alat hitung buatan Pascal. Ia membuat mesin hitung yang tidak hanya dapat melakukan penjumlahan dan penguranganm namun sekaligus melakukan perkalian, pembagian dan mencari akar.

Baru sekitar tahun 1820 kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar dari Prancis membuat alat hitung mekanik (kalkulator) secara komersial yang dinamakan arithnometer. Namun William Burroughs seorang warga Amerika Serikat yang pertama kali mendapatkan hak paten untuk memproduksi kalkulator untuk keperluan bisnis.

Dengan semakin majunya teknologi, sekitar tahun 1960-an dan 1970-an kalkulator mekanik mulai diganti dengan alat bertenaga listrik. Produk ini bekerja dengan lebih cepat, lebih tenang dan dapat melakukan perhitungan secara lebih kompleks. Bentuk kalkulator pun menjadi lebih kecil dengan kemampuan yang lebih besar.

Itu dia sedikit indormasi tentang “Asal-usul alat hitung”. Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Asal-usul Alat Hitung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel