Roti dan Asal-usulnya

Roti atau Broti, siapa yang tidak kenal dengan sajian makanan yang satu ini. Bahkan sudah sejak kecil, kita semua sudah mengenal makanan ini yang sering dijadikan cemilan. Tertarik dengan roti dan asal-usulnya? Simak ulasan di bawah ini yang bersumber dari Majalah Intisari Edisi No. 504.

Anda pasti pernah mendengar tukang roti di pagi hari menawarkan dagangannya dengan teriakan “Broootiiiii..” Kenapa yang diucapkan bukan roti? Teriakan khas itu memang diawali dengan huruf ‘b’, hal ini disebabkan asal mulanya memang berasal dari kata ‘brood’ (bahasa Belanda), yang artinya roti, kemudian di Indonesia dengan huruf “i”. 

Roti dan Asal-usulnya
Ilustrasi ( Gambar: craves.everybodyshops.com)

Kita mengenal roti, karena Belanda pernah menjajah Indonesia, untuk itulah sistem pemasaran yang dilakukan penjaja roti di pagi hari itu masih peninggalan masa lalu.

Asal-usul Roti Bahkan Sampai Munculnya Roti Tawar untuk Sarapan

Meskipun Belanda menjajah Indonesia sudah sekitar empat abad silam, ternyata roti sudah dikenal manusia sejak sekitar 5.000 tahun lalu. Hal ini bisa dilihat di Museum Mesir di Inggris yang menyimpan papan roti, gulungan, cetakan, tempat pembakarannya serta berbagai perlengkapan membuat roti yang diambil dari dapur sebuah rumah di Mesir.

Selain itu, di Museum Mesir di Inggris tersebut juga dipajang berbagai biji-bijian dari keluarga padi-padian seperti gandum. Biji gandum ditemukan dalam lubang-lubang penyimpanan makanan 8.000 tahun lalu. Berbagai simbol roti banyak ditemukan di gua-gua tempat tinggal Mesir kuno.

Baca juga: Roti Goreng, Sajian Kue yang Pernah Viral.

Dalam Kitab Perjanjian Lama, pembuatan roti juga disinggung. Disini disebutkan bahwa pekerjaan mulai dari persiapan sampai menjadi roti, menjadi tanggung jawab pihak perempuan. Pentingnya roti, baik yang dibuat dengan ragi dan tanpa ragi itu dijelaskan berulangkali dalam Kitab Injil. Bahkan tokoh filsafat Plato dan Socrates ikut bersuara tentang roti. Menurut Plato, idealnya sebuah negara itu menghasilkan sendiri gandum untuk membuat roti bagi masyarakatnya.

Roti sendiri mengalami perubahan dari masa ke masa. Dahulu bahan dasar roti hanya terigu, ragi dan air. Di Timur tengah, Asia dan Afrika, butir padi, tepung jagung dan berbagai biji lainnya dari keluarga padi tetap sebagai bahan dasar membuat roti. Untuk mengembangkannya maka dipakai tepung gandum.

Seiring dengan waktu, muncullah bahan tambahan seperti mentega putih, penguat ras, bahan untuk menimbulkan aroma, dan rasa tertentu, dan anticacking agent.

Selain bahan dasar, bentuk roti dan metode pembuatannya juga mengalami banyak perubahan, Roti pertama, misalnya, hanya terdiri atas butir-butir padi yang dicampur dengan air sebelum dipanggang di atas batu yang dipanaskan. Belum ada oven, maklum saat itu masih zaman Neolitikum. Oven khusus memanggang baru dikembangkan oleh masyarakat Mesir.

Berbagai penelitian berusaha mencari formula yang tidak hanya mengandalkan gandum dan mencari pengganti lain seperti arrowroot, parsnip, lentil, bras, kacang, tepung maizena, barley dan oat.

Bahkan pada Perang Dunia II tidak menghentikan proses pencarian cara membuat dan mencari bahan enak untuk membuat roti. Standar roti waktu itu berwarna abu-abu, memang tidak mengundang selera. Gandum yang bisa menghasilkan roti berwarna putih harganya sangat mahal, sehingga hanya orang yang kaya saja yang bisa mengonsumsi roti putih saat itu.

Pada masa itu roti memiliki tempat khusus di dalam masyarakat sehingga pemerintah memberikan perhatian khusus. Bahkan pemerintah berhak menetapkan harga maksimal untuk roti. Berhubung teknologi pengawetan belum begitu maju, maka para produsen dilarang menjajakan roti yang sudah berumur 12 jam lewat, apalagi roti basi.

Saat Inggris mengalami periode yang memilukan saat kelaparan dan kesengsaraan melanda negara itu di awal abad ke-20, roti menjadi agenda pertama yang diperhatikan pemerintah. Terlebih saat Perang Dunia I, banyak kebijakan yang mengontrol perdagangan roti. Salah satunya menjaga agar roti tetap bagus untuk para pasukan di medan pertempuran.

Teknologi akhirnya berperan penting dalam mengantar perkembangan roti menjadi seperti saat ini. Produksinya pun semakin profesional dengan pengawasan suhu yang makin baik, metode terkontrol melalui mesin-mesin modern. Metode terbaru dalam pembuatan roti adalah campuran yang ketat dalam adonannya. Adonan itu dimasukkan ke dalam cetakan roti dan dibiarkan mengembang. Tinggal menunggu waktu yang sudah ditentukan  maka roti yang dinginkan siap dijajakan kepada konsumen.

Itu dia sedikit informasi tentang roti dan asal-usulnya. Semoga bermanfaat. 

Belum ada Komentar untuk "Roti dan Asal-usulnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel