Analisa Kredit

Analisa Kredit - Perbankan adalah sebuah industri yang bersifat pendukung, dalam hal ini mendukung berbagai sektor riil  dan juga memiliki hubungan dan keterkaitan yang tinggi, baik bank sebagai produsen dan nasabah sebagai konsumen. Hal ini mengakibatkan kualitas bank sebagai industri jasa menjadi sangat dipengaruhi oleh manusia dalam hal ini bankir sebagai penyelenggara bank (pihak bank) dan juga nasabah sebagai penerima jasa. Dengan melihat hal tersebut maka kualitas jasa yang dihasilkan oleh bank sangat dipengaruhi oleh kemampuan perorangan pihak bank dalam menyelesaikan segala permintaan nasabah sebagai konsumen. Misalnya analisa kredit yang harus dilakukan sebelum kredit kepada nasabah dikucurkan.

Seperti kita ketahui bersama, kredit adalah suatu sarana yang menjadi senjata ampuh bagi perbankan untuk mendapatkan laba. Kredit adalah sarana untuk menyalurkan dana yang telah dihimpun dari masyarakat dan sarana untuk mendapatkan laba dari spread antara kredit yang telah disalurkan dan dana yang telah dihimpun dari masyarakat.

Analisa Kredit
Gambar ilustrasi (Sumber gambar: skmtraining.co.id)
Salah satu hal yang menjadi sangat penting dalam proses penyaluran kedit adalah proses sebelum terlaksananya pemberian kredit yaitu “Analisa Kredit”. Sebagai pejabat yang berperan sangat penting dalam penyaluran kredit, Pejabat Kredit Lini dalam satu garis, dengan garis terbawahnya adalah Account Officer, memiliki fungsi dan peranan ganda. Di satu sisi, AO merupakan personil bank yang harus bekerja di bawah peraturan dan tujuan bank sehingga dapat memberikan hasil kepada bank. Di sisi yang lain, AO dituntut juga untuk memberikan kondisi yang paling baik untuk nasabah. Kalau di singkat peranan dan fungsi AO adalah :
  1. Mengelola account.
  2. Mengelola produk.
  3. Mengelola penjualan
  4. Mengelola pinjaman (loan).
  5. Mengelola profitability.
Betapa pentingnya pemberian kredit bagi bank, sehingga dalam proses pemberian kredit harus dilakukan analisa kredit secara mendalam dan harus mengikuti prinsip kehati-hatian. Layaknya uang yang disalurkan adalah uang AO sendiri, maka AO akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit.

Terdapat beberapa kemampuan terutama kemampuan teknis yang harus dimiliki seorang AO sebagai pejabat andalan dalam menyalurkan kredit, yaitu:
  1. Pemahaman akan masalah bisnis secara umum (general business understanding).
  2. Kemampuan untuk menganalisa laporan keuangan (ability to analyse financial statement).
  3. Kemampuan tentang ilmu ekonomi (economics).
  4. Mengenal berbagai aspek dari berbagai industri (grasp of varying aspects of different industries).
  5. Mengerti berbagai sumber pembiayaan (understanding different sources of financing).
  6. Mengerti masalah penetapan harga (understanding pricing).
  7. Memiliki pengetahuan tentang sumber informasi yang tersedia (knowledge of available sources of information).
  8. Memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan pertimbangan legal dan dokumentasi (ability to aplly legal and documentation considerations).
  9. Memiliki pengetahuan tentang produk, kemampuan penjualan, dan kontak nasabah (product knowledge, sales skills, and customer contact exposure).
  10. Mengerti bank dan tujuannya (understanding the bank and its objectives).

Selain kemampuan teknis yang harus dimiliki AO di atas, terdapat konsep dasar analisis yang harus dipahami AO, yaitu konsep 5C:

1. Character (watak)
Dalam hal ini seorang AO harus mengetahui dan mencari tahu tentang sifat-sifat dari calon debitur. Hal ini terutama berhubungan dengan kemauan dari calon debitur untuk memenuhi kewajiban kreditnya. Bank selalu menginginkan kredit yang disalurkannya dibayar tepat waktu. Untuk itu bank akan berusaha untuk menyalurkan kredit hanya kepada debitur yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap persetujuan yang dibuat.

2. Capacity (kapasitas)
Pada analisis ini bank berusaha mengetahui kemampuan manajemen dari calon debitur untuk mengoperasikan perusahaannya sehingga dapat memenuhi kewajiban kredit secara rutin dan tepat waktu. Sebagian aspek ini dapat dibaca pada laporan keuangan.

3. Capital (modal)
Analisis ini meliputi struktur modal disetor, cadangan modal dan laba ditahan dalam struktur keuangan perusahaan. Besarnya modal sendiri ini menunjukkan tingkat risiko yang ikut dipikul oleh debitur pembiayaan.

4. Condition (kondisi)
Analisis ini meliputi analisis terhadap variabel makro yang melingkupi perusahaan.

5. Collateral (jaminan)
Penilaian atas aset yang akan menjadi agunan ini meliputi penilaian terhadap jaminan yang diberikan debitur sebagai pengaman kredit.

Seperti yang disampaikan di atas, menjadi pemasar di bank khususnya pemasar di bidang kredit (Account Officer) memiliki tanggung jawab yang besar. Selain repotnya melakukan analisa kredit dalam proses sebelum pemberian kredit. Satu hal lagi, tugas seorang AO tidak berhenti setelah kredit yang telah diproses telah dicairkan, karena hal ini merupakan awal dari tugas pemantauan yang terus menerus atas kredit tersebut. Satu hal lagi yang tidak disukai AO adalah, apabila menemui kondisi bahwa kredit yang ia salurkan mengalami masalah (kredit macet), menghadapi hal ini, seorang AO tidak boleh untuk menghindar dan mnyerahkannya kebagian kredit bermasalah, tetapi harus untuk turut menanganinya.

Satu hal lagi, yang perlu menjadi catatan buat teman-teman bankir, AO khususnya, terdapat perbedaan paradigma antara pengusaha dan bankir:
  1. Bank adalah pemberi kredit dan pengusaha adalah investor bisnis.
  2. Bank memulai dari risiko, pengusaha memulai dari peluang.
  3. Bankir adalah karyawan dan pengusaha adalah pemilik.
  4. Bank adalah industri yang diatur secara ketat. 
  5. Bankir melihat detail, pengusaha melihat gambaran secara global
Oleh karena itu kawan-kawan AO, bekerjalah sesuai porsinya dalam pemberian kredit, maksud sesuai porsi adalah sesuai dengan job description dan daftar uraian yang telah dijelaskan dalam jabatan sebagai AO dan pemasar kredit. Karena kredit baru dikatakan selesai apabila debitur melunasi hutang-hutangnya.

Belum ada Komentar untuk "Analisa Kredit "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel