Resensi Novel “Tahajud Cinta”

Memadukan dua tema dalam satu buku atau novel rupanya bisa saja dilakukan. Hal ini bisa dilihat dari novel yang ditulis oleh Kinoysan atau Ari Wulandari ini. Kisah menarik yang ada dalam novel tersebut dibungkus dalam sebuah konsep religi yang membangkitkan semangat untuk mengikuti apa yang ada dalam novel tersebut. Sungguh sangat menarik. Tertarik dengan ide yang disampaikan penulis maka tidak salah kalau kali ini disampaikan tentang resensi novel “Tahajud Cinta”, semoga bisa memberikan informasi tentang sekilas isi dari novel karya Kinoysan ini.

Tahajud… Ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim memang menjadi ibadah yang berat apalagi bagi mereka yang belum terbiasa. Coba lihat sedikit cuplikan pembuka dari tulisan Kinoysan dibawah ini:

Bangun malam untuk shalat tahajud? Duuh, susahnya! Bukannya mendingan tidur nyenyak? Lagian shalat tahajud kan nggak wajib! Ngapain sih capek-capek?”

Memang salat tahajud bagi mereka yang belum terbiasa menjadi ibadah yang sangat sulit dilakukan. Apalagi kalau sepanjang hari sudah sibuk dengan berbagai urusan duniawai, hingga badan menjadi capek dan pengennya cuma satu: tidur lelap sampai pagi.

Resensi Novel “Tahajud Cinta”

Identitas Buku:
Judul: Tahajud Cinta.
Penulis: Kinoysan.
Penerbit: PT. Lingkar Pena Kreativa.
Tahun terbit: Cetakan 1 September 2006.
Tebal buku: 202 halaman.
ISBN: 979-99461-3-1.

Resensi Buku “Tahajud Cinta”

Siapa yang mengira kalau novel “Tahajud Cinta” ini adalah kumpulan cerita inspiratif yang mengajak semua orang khususnya anak muda atau remaja untuk dekat dengan Alloh melalui sholat tahajud. Cover yang menarik dengan warna ungu, ditambah cap di pojok bawah kanan dengan tulisan ‘Teens Edu’ memang fokus sasarannya adalah untuk pembaca remaja tentunya dengan bahasa yang ringan dan mudah dicerna.

Baca juga: Resensi “Dua Kado Bunuh Diri”.

Terdapat 14 kisah dan cerita menarik tentang mereka yang mengamalkan sholat tahajud hingga menjadi pecinta tahajud, antara lain:

  1. Kisah sang adik.
  2. Akidah yang berbeda.
  3. Tangan Allah yang bekerja.
  4. Kelainan Iwan.
  5. Jodohku.
  6. Pekerjaan dini.
  7. Wajah pribumi.
  8. Hutang Lili.
  9. Jalan hidayah.
  10. Ujian Karyo.
  11. Ibunda terkasih.
  12. Rezeki tak terduga.
  13. Nikmatnya sehat.
  14. Itu hanya fitnah.
  15. Bonus Tahajud Cinta tentang Keutamaan Tahajud.

Tentunya kumpulan kisah tersebut menjadi sebuh pengalaman menarik bagi siapa saja dari orang-orang yang pernah mengalami masalah, begitu pula dari harapan yang belum tergapai, seperti penyakit yang tak kunjung sembuh, lama mendapatkan jodoh, kesulitan ekonomi dan masih banyak masalah yang dihadapi lainnya. Selain berusaha keras, doa menjadi jalan satu-satunya yaitu melalui shalat tahajud.

Kelebihan Novel “Tahajud Cinta”

Novel ini sangat bermanfaat bagi siapa saja, khususnya para remaja. Apalagi tahajud memiliki keistimewaan, seperti:

  1. Shalat tahajud membantu mereka untuk disiplin.
  2. Dengan shalat tahajud akan merasa dekat dengan Allah sehingga termotivasi untuk menyelesaikan masalah kehidupan karena yakin Allah akan menolong.
  3. Shalat tahajud membantu orang mencapai cita-citanya yang rasanya mustahil, tapi dengan usaha keras dan diringi shalat tahajud, cita-cita yang diimpikan segera terwujud.
  4. Shalat tahajud mengangkat derajat menuju kemuliaan, kehidupan yang lebih baik dengan ketenangan lahir dan batin.

Maka sangat pas novel ini menjadi bacaan untuk Anda yang punya masalah, punya cita-cita yang mustahil, ingin mendapatkan pahala dan derajat kemuliaan dari Allah, dengan menyimak secara lengkap novel “Tahajud Cinta” ini.

Itu dia, sedikit resensi novel “Tahajud Cinta” karya Kinoysan, semoga bermanfaat, menghibur dan menginspirasi kita semua. 

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Novel “Tahajud Cinta”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel