Tips Budidaya Sirih Merah

Jargon “lebih baik mencegah daripada mengobati” sepertinya pas untuk tema kita kali ini. Meskipun yang dibahas adalah tentang budidaya, namun tips budidaya sirih merah menjadi hal penting, kalau Anda ingin mencegah penyakit diabetes. Selama ini sirih merah memang kalah tenar bila dibanding dengan sirih hijau, sirih merah memang lebih banyak digunakan sebagai tanaman hias, karena keindahan daunnya.

Tips Budidaya Sirih Merah
Budidaya sirih merah (Foto: steemit)

Namun, semenjak penelitian yang telah dilakukan dan menunjukkan bahwa daun sirih merah bisa digunakan sebagai obat untuk diabetes melitus, asam urat, hepatitis, batu ginjal dan beberapa penyakit lainnya. Sirih merah kembali dibudidayakan dengan tujuan untuk kesehatan.

Cara Penanaman Daun Sirih Merah

Saat ini, sirih merah merupakan tanaman merambat yang sengaja ditanam karena khasiat pengobatan dan juga keindahan daunnya. Untuk Anda yang ingin membudidayakan sirih merah, berikut akan disampaikan cara mudah menanam sirih merah yang bersumber dari Tabloid Nyata.

Baca juga: Bambu dan Seribu Manfaatnya.

Sirih merah bisa diperbanyak secara vegetatif dengan cara menyetek atau mencangkok, karena tanaman sirih merah ini tidak berbunga. Proses penyetekan pun bisa dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20 sampai 30 cm. Sulur pun sebaiknya dipilih yang sudah mengeluarkan akar dan sudah mempunyai 2 sampai 3 daun atau bisa 2 sampai 3 buku.

  • Untuk mengurangi penguapan, daun bisa dikurangi sebagian atau dibuang seluruhnya. Sulur pun diambil dari tanaman yang sehat dan sudah berumur lebih dari satu tahun.
  • Cara perbanyakan dengan cara stek bisa dilakukan dengan menyediakan media tanam berupa pasir, tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Media tersebut kemudian dimasukkan ke dalam polibag dengan diameter 10 cm dengan bagian bawah yang sudah dilubangi.
  • Stek yang sudah dipotong-potong direndam dalam air bersih selama lebih kurang 15 menit. Stek ditanam pada polibag yang sudah berisi media tanam. Letakkan stek tersebut di tempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%.

Proses untuk memperbanyak pencangkokan dilakukan dengan memilih cabang yang sudah cukup tua, kira-kira 15 cm dari batang pokoknya, baru kemudian cabang tersebut diikat aau dibalut dengan ijuk atau sabut kelapa yang bisa menghisap air.

  • Pencangkokan tidak perlu dengan mengelupas kulit batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akar cepat tumbuh dan berkembang. Cangkok bisa dipotong dan ditanam dipolibag apabila akar yang muncul sudah banyak.
  • Untuk tempat menjalar bisa dibuat tempat perambatan dari batang kayu atau bambu. Penyiraman bisa dilakukan 1 sampai 2 kali dalam sehari tergantug dengan cuaca.
  • Penanaman di lapangan bisa dilakukan saat awal musim hujan dan sebagai tiang panjat bisa digunakan tanaman dadap dan kelor. Jarak tanam yang bisa digunakan 1x1 m, 1x1,5 m tergantung kondisi lahan.

Sirih merah bisa beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah dan juga tidak terlalu sulit dalam pemeliharannya. Selama ini berdasarkan pengalaman, sirih merah tumbuh tanpa proses pemupukan, yang penting dalam proses pertumbuhan adalah pengairannya yang baik dan cahaya matahari yang diterima sekitar 60% sampai 75%.

Tanaman sirih merah siap untuk dipanen minimal pada umur 4 bulan, pada saat tanaman sudah mempunyai daun 16 sampai 20 lembar.

Untuk proses pemanfaatannya pun sangat mudah, setelah daun sirih merah dipetik, daun disortir dan dan direndam dalam air untuk membersihkan kotoran dan debu yang menempel, kemudian bilas sampai bersih dan tiriskan. Baru kemudian, daun dirajang dengan pisau yang tajam, bersih dan steril dengan lebar irisan 1 cm.

Hasil rajangan yang sudah kering tersebut, kemudian dianginkan di atas tampah yang sudah dialas kertas sampai kadar airnya di bawah 12%, kurang lebih selama 3 sampai 4 hari. Rajangan daun yang sudah kering tersebut kemudian dimasukan ke dalam kantong transparan yang sudah kedap air, bersama-sama dimasukan dengan silika gel, untuk menyerap air, baru kemudian ditutup dengan rapat.

Kemasan tersebut diberi label tanggal pengemasan dan selanjutnya disimpan di dalam tempat kering dan bersih. Dengan metode penyimpanan yang baik maka simplisia sirih merah bisa bertahan sampai 1 tahun.

Semoga informasi dan tips budidaya sirih merah bermanfaat dan bisa dipraktekkan di rumah.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Budidaya Sirih Merah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel