Tips Bertahan Hidup di Laut

Apa yang bisa dibayangkan tentang judul tersebut? Bertahan hidup di laut? Rasanya berat sekali, menahan lapar dan dahaga saat puasa saja sangat berat, apalagi bisa bertahan hidup di laut, dengan persediaan makanan dan minuman yang minim, ditambah panas terik saat siang hari, rasanya membayangkan saja berat apalagi sampai tertimpa musibah tersebut. Tentunya mereka yang biasa melaut atau berlayar pasti memiliki tips bertahan hidup di laut yang bisa menjaga mereka agar mampu bertahan hidup.

Tips Bertahan Hidup di Laut
Bertahan hidup di laut (Foto: local10)

Di beberapa media pernah terdapat berita menggemparkan, dimana awak kapal harus terombang-ambing di laut selama berhari-hari. Dan yang mengagetkan adalah cara awak kapal ini bertahan hidup, ada yang terpaksa harus makan rumput laut, ada yang bertahan dengan hanya makan sedikit biskuit dan harus berhemat untuk memakannya dan banyak hal yang dilakukannya agar bisa bertahan hidup.

Cara Bertahan Hidup di Laut

Banyak sekali informasi dan referensi yang memberikan informasi bagaimana agar bisa bertahan di laut, apalagi saat kapal terkena musibah tenggelam atau rusak. Namun tulisan tentang bertahan hidup di laut yang di tulis oleh Al. Heru Kustara dan Christantiowati yang pernah dimuat dalam Majalah Intisari Edisi No. 523 ini sepertinya pas untuk disimpan sebagai referensi dan pedoman bertahan hidup di laut.

Selain harus menjaga suhu tubuh dan jangan minum air laut, terdapat 2 hal yang harus diperhatikan agar bisa bertahan, antara lain:

  1. Segera menjauh dari kapal yang akan tenggelam. Langkah ini menjadi langkah awal yang harus dilakukan apabila berhasil keluar dari kapal yang akan tenggelam, entah dengan menaiki rakit penyelamat, memakai pelampung standar atau seadanya. Hal ini disebabkan kapal yang akan tenggelam akan menimbulkan pusaran air yang bisa menyedot apa saja masuk ke dalamnya. Begitu kapal sudah benar-benar tenggelam, segera kembali ke posisi awal kapal, karena tim SAR biasanya akan mencari korban di titik terakhir terpantau.
  2. Hemat tenaga yang masih tersisa, khususnya apabila hanya menggunakan pelampung saja. Menjaga diri dengan tenang dan sesantai mungkin. Jangan mencoba berenang ke suatu arah, karena tidak tahu dimana Anda sedang berada saat itu. Tenaga harus dihemat agar suhu tubuh tetap terjaga.

Sangat beruntung kalau bisa naik rakit penyelamat, karena rakit penyelamat biasanya dilengkapi dengan air minum dan makanan serta survival kit atau boks peralatan keselamatan. Namun, untuk bisa bertahan, bisa saja menggunakan langkah seperti ini, para penumpang diminta untuk puasa pada hari pertama, karena tubuh masih punya cadangan air dan energi dari makanan dan minuman terakhir. Apabila mulai sakit kepala yang merupakan tanda mulai kekurangan air tubuh, maka minumlah. Dengan pengaturan seperti ini maka cadangan makanan dan minuman bisa dihemat lebih lama sampai bisa ditemukan tim penyelamat.

Usahakan hanya mengonsumsi karbohidrat, seperti kue, karena proses pencernaannya hanya membutuhkan sedikit air. Hindari mengonsumsi protein seperti ikan karena membutuhkan banyak air yang membuat cadangan air tubuh cepat terkuras. Apabila terpaksa harus mengonsumsinya cukup dihisap atau diemut saja, baru kemudian sepahnya dibuang.

Apabila terapung tanpa bekal air minum dan makanan sama sekali, maka hal utama yang harus dilakukan adalah menghemat tenaga dan menjaga suhu tubuh tetap hangat selama mungkin.

Yang perlu diingat, faktor paling penting bisa bertahan hidup dan selamat dalam kondisi terburuk yaitu adanya semangat dan selalu berdoa untuk terus bertahan hidup dan selamat. Semoga informasi dan tips bertahan hidup di laut ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk keselamatan Anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Bertahan Hidup di Laut"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel