Resensi Buku “Change! Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga”

Wabah pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan juga Indonesia telah merubah segalanya. Tidak hanya sektor bisnis yang terkena imbasnya, namun seluruh sektor ekomomi juga terkena efek yang luar biasa. Rasanya dengan segala yang terjadi, kita semua membutuhkan sebuah pedoman agar bisa melangkah dengan optimis. Resensi buku “Change - Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga (Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan)” sengaja ingin menampilkan sebagian kecil isi buku the best karya Rhenald Kasali.

Pandemi dan perubahan sepertinya menjadi dua kata yang saling terhubung, yang merubah pola pandang bahkan pola hidup seseorang. Begitu pula dalam dunia bisnis, tidak ada kata yang lebih magis daripada kata change atau perubahan.

Resensi Buku “Change! Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga”

Identitas Buku:
Judul buku: Change! - Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga
Penulis: Rhenald Kasali, Ph.D.
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Tebal halaman: 434 halaman.
Tahun terbit: Cetakan kedua April 2005.
ISBN: 979-22-1232-9.

Resensi Buku Non Fiksi “Change

Membicarakan segala efek yang terjadi saat ini, sebenaarnya menjadi semakin menarik saat membuka lembaran demi lembaran kertas karya Rhenald Kasali ini. Meskipun buku ini sudah terbit sejak tahun 2005 lalu, namun efek magis dari kata ‘change’ harus dilakukan siapa pun, khususnya yang berkecimpung dalam sektor bisnis.

Change menjadi satu kata yang sangat dibenci karena merusak segala ssuatu yang sudah lama berlangsung. Change menjadi sesuatu yang aneh, apalagi bagi mereka yang tidak ingin berubah.

Dalam buku karya Rhenald Kasali ini terdapat 10 karakter change, yaitu:

  1. Misterius, karena tidak mudah dipegang. Bahkan bisa dikatakan bisa memukul balik seakan-akan tidak kenal budi. 
  2. Membutuhkan change maker(s). Rata-rata pemimpin yang menciptakan perubahan tidak bekerja sendiri, namun ia punya keberanian luar biasa.
  3. Tidak semua orang bisa diajak melihat perubahan. Sebagian besar orang malah melihat dengan mata persepsi. Maka masalah terbesar perubahan adalah mengajak orang-orang melihat apa yang dilihat pembuat perubahan dan mempercayainya.
  4. Perubahan itu terjadi setiap saat, karena itu harus diciptakan setiap saat pula. Satu perubahan kecil akan membawa perubahan lainnya. Contohnya, berikan lantai yang bersih, maka orang tersebut akan berhenti membuang sampah.
  5. Terdapat sisi keras dan sisi lembut dari perubahan. Sisi keras menyangkut maslah uang dan teknologi, sedangkan sisi lembut menyangkut manusia dan organisasi. Sebagian besar pemimpin hanya memfokuskan pada sisi keras, padahal keberhasilan juga sangat ditentukan pada sukses dalam mengelola sisi lembut tersebut.
  6. Perubahan membutuhkan waktu, biaya dan kekuatan. Untuk bisa menaklukkan perubahan maka diperlukan kematangan berpikir, kepribadian yang teguh, konsep yang jelas dan sistematis, yang dilakukan secara bertahap dan juga dukungan yang luas.
  7. Dibutuhkan upaya-upaya khusus untuk menyentuh nilai dasar organisasi (budaya korporat). Tanpa menyentuh nilai-nilai dasar, maka perubahan tidak akan mengubah perilaku dan kebiasaan.
  8. Perubahan itu banyak diwarnai oleh mitos. Salah satunya adalah mitos bahwa perubahan akan membawa kemajuan seketika.
  9. Perubahan menimbulkan ekspektasi. Oleh karena itu, ekspektasi bisa menimbulkan getaran-getaran emosi dan harapan yang bisa menimbulkan kekecewaan. Karena itu, manajemen perubahan harus diimbangi dengan manajemen harapan agar para pengikut dan pendukung perubahan terus membakar energi untuk terus terlibat dalam proses perubahan meskipun goals tersebut meleset atau masih memerlukan waktu dalam proses pencapaiannya.
  10. Perubahan selalu menakutkan dan menimbulkan kepanikan. Namun, dengan teknik komunikasi dan perilaku yang baik, maka perubahan bisa dikelola menjadi sebuah pesta, yaitu sebuah pesta yang menyenangkan dan bisa menimbulkan efek kebersamaan.

Kurva S dalam Perubahan

Kata Evelyn Vaugh, “Perubahan adalah pertanda kehidupan.” Begitu pula dengan Arie de Geuss (1977), yang menyampaikan, bahwa “Manusia yang hidup juga akan selalu berubah. Entitas bisnis seperti perusahaan yang pada dasarnya adalah sesosok makhluk hidup. Karena hidup, maka ia dilahirkan, sakit tua dan dapat mati seperti makhluk hidup lain. Kalau perawatannya baik, maka ia akan berumur panjang”.

Seperti halnya makhuk hidup, maka perusahaan juga mengalami pasang sururt. Charles Handy (1994) menyatakan bahwa “Perubahan mengikuti kurva ‘S’, seperti huruf S yang tidur atau ‘Sigmoid Curve’. Pada sisi kiri (vertikal) menunjukkan tingkat keberhasilan dan sisi horisontal menunjukkan waktu”.

Seorang pembuat perubahan itu bisa melihat, kapan grafik itu menanjak dan kapan menurun. Ia akan membuat kurva baru sebelum surut. Itulah kurva kedua. Tentu hal ini membuat ketidaknyamanan bagi orang-orang disekitarnya. Karena perpindahan kurva akan menciptakan ketidaknyamanan, menghilangkan keberhasilan yang sudah dicapai, dan inilah paradoks perubahan.

Kelebihan Buku “Change”

Berbicara tentang perubahan, berarti berbicara tentang kesiapan seseorang dan bahkan perusahan untuk menerima segala konsekwensi terjadi. Ambil contoh wabah pandemi kemarin yang mengakibatkan banyak perusahaan gulung tikar. Perubahan yang terjadi secara mendadak tersebut tentunya merugikan banyak pihak, baik perusahan atau pun pemimpin perusahaan yang tidak mmpu mengantisipasi perubahan tersebut.

Dengan hadirnya buku change, seolah memberikan sebuah informasi yang logis bahwa di dalam perubahan, baik terjadi secara lambat atau pun secara masif tentu menimbulkan ketidaklurusan jalannya perubahan tersebut.

Dan dengan hadirnya buku “Change” karya Rhenald Kasali ini akan memberikan masukan bagi seorang change maker bahwa dirinya bertugas mentransformasikan nilai-nilai baru tersebut. Kapabilitasnya dalam transformasi hendaknya juga terwujud dalam kemampuan merajut sub cultur menjadi sebuah budaya korporat.

Semoga informasi dan resensi buku “Change! Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga” ini bermanfaat dan menjadi referensi bagi Anda yang saat ini mencari literatur buku terbaik dalam mengatasi perubahan yang terjadi saat ini.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Buku “Change! Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel