Kisah Sukses Boenyamin Setiawan Membangun Kalbe Farma

Setiap orang pasti memiliki cerita dan kisahnya sendiri-sendiri, begitu pula dengan kisah sukses yang berhasil dicapai seorang tokoh, entah pengusaha sukses, pebisnis atau juga seorang investor, pasti mengalami proses luar biasa, jatuh bangun, proses tersebut tidak terlihat, namun menjadi lecutan luar biasa bagi merka untuk meraih sukses. Tidak ada yang mudah, namun itu semua harus dimulai untuk meraih keberhasilan, begitu pula dengan sosok Boenyamin Setiawan, yang juga mengalami hal yang sama untuk bisa meraih sukses. Kisah sukses Boenyamin Setiawan membangun Kalbe Farma menjadi cerita tersendiri yang memotivasi dan menginspirasi anak muda untuk tetap bangkit, meskipun masih terdapat ancaman wabah pandemi yang mempengaruhi kehidupan bisnis secara nasional.

Mungkin banyak diantara kita yang asing bahkan tidak mengenal dengan nama Boenyamin Setiawan, namun nama-nama produk yang dibuat oleh perusahaannya sangat tidak asing, bahkan banyak bertebaran di sekitar kita. Ya benar, kalau Anda menebak produk obat yang diproduksi oleh perusahaan Boenyamin adalah obat yang setiap hari ada di sekitar kita, seperti Mixagrip, Extra Joss, Promag, Prenagen dan masih banyak jenis produk yang diproduksi Grup Kalbe Farma.

Kisah Sukses Pengusaha Memulai Bisnis Dari Nol

Siapa yang tidak kenal dengan Kalbe Farma, bahkan semua pasti paham bahwa produk yang diproduksi perusahaan tersebut sudah sangat familiar dan banyak dipajang di supermarket di dekat tempat tinggal kita. Namun, di balik nama besar dan kebesaran usaha Kalbe Farma, siapa yang menyangka kalau Kalbe Fram juga dimulai dari hanya sebuah usaha kecil berskala rumahan yang hanya mengedepankan kreativitas dan inovasi.

Kisah Sukses Pengusaha Memulai Bisnis Dari Nol;Kisah Sukses Boenyamin Setiawan Membangun Kalbe Farma;
Boenyamin Setiawan (Foto: philippinestuffs.)

Semua hal tersebut di atas berawal dari ide dr. Boen yang memiliki nama lengkap dr. Boenyamin Setiawan, Ph.D, pada awalnya dr. Boen sendiri tidak pernah bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha. Namun semua itu berubah, sekitar tahun 1951, saat itu dr. Boen masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan yang menarik adalah saat kebanyakan para dokter enggan untuk menekuni farmakologi, dr. Boen malah memilih jurusan yang berbeda dengan pilihan temannya yang lain.

Benar saja, setelah menyelesakan kuliah dari FKUI tahun 1958 dr. Boen mendapat beasiswa dan langsung dikirim ke Amerika Serikat. Di Amerika, dr. Boen mulai mempelajari tentang budaya unggul, seperti kerja keras dan disiplin yang nantinya diterapkan pada perusahaannya. Setelah 3 tahun dan kembali dengan gelarnya Ph.D, akhirnya beliau ingin melanjutkan penelitian di Indonesia, namun semua yang diinginkannya terkendala dana yang sangat terbatas.

Baca juga: Kisah Sukses Dahlan Iskan.

Namanya rejeki siapa yang tahu, dengan keterbatasan dana yang dihadapi dr. Boen, tentunya membuat dirinya bingung, namun siapa yang menyangka pada tahun 1963 dr. Boen bertemu dengan Wim Kalona, seorang pemilik perusahaan farmasi Dupa. Boen menyampaikan keinginannya untuk melakukan penelitian tanaman obat untuk diabetes dan hipertensi, saat itu dr Boen memang membutuhkan dana tersebut. Dan tidak mengira, saat itu Wim Kalona langsung memberinya sejumlah uang yang dibutuhkannya. Saat itulah dr. Boen mulai berpikir, betapa enaknya memiliki perusahaan farmasi sendiri. Hal inilah yang menjadikan dr. Boen, anak seorang pedagang kerupuk ini memiliki mimpi besar untuk bisa memiliki perusahaan farmasi.

Tips Sukses Bisnis Farmasi dr. Boen

Semangat dan Mimpi”

Dua kata tersebut menjadi dorongan luar biasa untuk bisa mengeksekusi ide dan mimpinya, hal ini dibuktikan dr. Boen dengan membeli bengkel di Jakarta Utara yang disulapnya menjadi tempat produksi obat. Hal tersebut sebenarnya juga berkah saat dirinya diskorsing pada tahun 1965 dikarenakan pernah mengikuti simposium ilmiah di Beijing, China. 

Bengkel obat rumahan tersebut diberi nama “Kalbe Farma”, yang memproduksi dengan alat seadanya. Obat yang diproduksi pertama kali adalah obat anticacing dengan merek Kalixon. Produk ini menjadi produk pertama Kalbe dan sukses laris manis di pasaran. Baru kemudian satu per satu obat dengan fungsi berbeda dibuat dengan alat sederhana. 

Di balik kesuksesan dr. Boen bisa mendirikan dan membangun perusahaan farmasi terbesar di Indonesia ini, ternyata dr. Boen pernah gagal mendirikan usaha farmasi.Dua kali gagal tidak membuat dr. Boen kapok, malah menjadi lecutan bagi dirinya untuk bisa membangun perusahaan farmasi lagi.

Kegagalan itu pengalaman yang bermanfaat.”

Siapa yang mengira di balik kesuksesan dr. Boen yang merupakan pengusaha besar farmasi tersebut, ternyata dr. Boen adalah tipe orang sederhana, dengan bicaranya yang lugas dan seringkali lucu. Dr. Boen sendiri adalah seorang pengusaha dan juga pemimpin yang efektif dan juga “DJITU”.

‘DJITU’ sendiri merupakan budaya kerja di Kalbe Farma, yang merupakan singkatan dari :

  • D – Disiplin dan dedikasi.
  • J – Jujur dan jeli.
  • I – Inovatif dan inisiatif.
  • T – Tulus dan tanggung jawab.
  • U – Ulet dan unggul.

Displin menurut dr. Boen merupakan kunci utama berhasil dalam hal apa pun. Kalau ingin memulai sesuatu lakukanlah dengan penuh dedikasi. Jangan memulainya karena ingin memperoleh uang yang banyak.

Baca juga: Sukses Bisnis Eka Tjipta Widjaja Membangun Sinarmas Group.

Yang menarik adalah tentang dedikasi yang dilakukan oleh dr. Boen. Siapa yang mengira ternyata keberhasilan dan kesuksesan Kalbe Farma didukung dengan kuat oleh dirinya dan saudara-saudaranya, semua dilakukan dengan komitmen penuh. Seperti kakakanya yang memiliki kelebihan uang menyumbangkan dana. Dr. Boen sendiri mengundurkan diri dari FKUI, sedangkan adiknya yang menjadi seorang apoteker di Medan keluar dari pekerjaannya, dan adik yang satunya lagi yang masih kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia berhenti kuliah demi melakukan tugas pemasaran perusahaan.

Rahasia Sukses dr. Boen Membangun dan Membesarkan Kalbe Farma

Semua orang saat ini, baik di Indonesia dan dunia melihat bahwa Kalbe Farma adalah perusahaan besar dibidang farmasi. Kalbe sendiri dilihat sebagai potret perusahaan yang mampu memanfaatkan peluang.

Menurut dr. Boen rahasia keberhasilan Kalbe, terletak pada:

Hasil gabungan banyak faktor yang tepat, antara lain the right time, the right products, the right price, the rigt strategy and the right people.”

Saat ini Kabe Farma menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Selain rahasia di atas, lakukanlah semuanya dengan “Starts small, ends big.” Atau “Jangan mulai langsung dengan yang besar.” Pesan ini menjadi pesan penting bagi mereka yang ingin memulai usaha.

Itu dia sedikit kisah sukses Boenyamin Setiawan membangun Kalbe Farma yang terinspirasi dari sedikit catatan Yoris Sebastian – Creative Junkies, yang pernah disampaikan dalam Tabloid Intisari Edisi No. 567. Semoga bisa menginspirasi anak muda Indonesia yang ingin memulai dan membangun bisnis.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Kisah Sukses Boenyamin Setiawan Membangun Kalbe Farma"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel