Tips Belajar Matematika ala Kumon

Belajar matematika selama ini sepertinya menjadi momok yang menakutkan, selain harus bergelut dengan angka, di awal pembelajaran anak-anak dituntut harus mengerti dasar-dasar dalam ilmu berhitung. Ditambah lagi pembelajaran matematika selama ini adalah pembelajaran yang monoton yang menyebabkan siswa menjadi tidak tertarik. Mungkin bagi sekolah dan guru yang memiliki cara pembelajaran yang praktis dan menarik hal ini tidak menjadi masalah, namun bagi orang tua yang dalam mendampingi masih memiliki cara jadul dan kuno pasti membuat anak tidak tertarrik. Oleh karena itu bagi orang tua yang membrikan kesempatan belajar di luar, seperti di Kumon, anak pasti diberikan tips belajar matematika ala Kumon.

Memang tidak semua anak tidak suka dengan matematika, namun untuk memberikan pemahaman tentang cara belajar matematika yang menarik diperlukan cara tersendiri. Yang menjadi masalah sebenarnya bukan anaknya yang tidak bisa, namun pemahaman yang belum dapat atau belum klik dengan cara yang biasanya diajarkan. Sama halnya saat kita menyuruh anak mencoba makanan, mungkin di awal anak merasa takut dengan rasa yang tidak enak, setelah mencoba satu dua kali, lama-lama anak akan merasa enak, sehingga muncul rasa ingin menikmati makanan tersebut. Begitu pula dengan matematika.

Tips Belajar Matematika ala Kumon
Sumber gambar: pixabay.com

1. Kumon adalah Metode Pembelajaran Matematika yang Menarik

Pernah mendengar dengan metode pembelajaran Kumon?. Kalau anda mendengar bahwa Kumon adalah metode pembelajaran matematika maka jawaban anda tepat. Kumon atau Toru Kumon adalah seorang guru matematika sebuah SMA di Jepang, yang menemukan metode pembelajaran matematika, setelah melihat anaknya, yaitu Takeshi, yang masih kelas 2 SD tidak bisa matematika bahkan nilai dikelasnya sangat jelek.
Baca Juga: Kiat aman menyimpan dokumen pribadi.
Melihat Takeshi, Toru Kumon danTeiko merasa cemas dan akhirnya Kumon mencoba mempelajari soal yang diberikan, dan akhirnya Toru Kumon mencoba membuat lembar kerja dan metode tersendiri untuk memberikan pelajaran matematika tersendiri, yang dibuat secara bertahap mulai dari hal dasar, antara lain penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, dan semuanya harus diselesaikan Takeshi tiap hari.

Dan semenjak itu Takeshi sudah mulai bisa mempelajari matematika, dan saat SMA semua pelajaran matematika menjadi hal mudah, seperti belajar barisan, diferensial, bahkan integral.

2. Kumon Matematika dan Cara Mudah Mempelajarinya

Ditemukan pada tahun 1954 dan dikembangkan secara resmi pada tahun 1958, metode sederhana Kumon sudah tersebar di 51 negara. Metode Kumon mengharuskan anak berlatih tiap hari, yang pada akhirnya membentuk nilai positif dalam belajar yaitu kedisipilnan. Selain itu di Kumon, anak belajar dengan melihat petunjuk dan contoh soal yang diberikan pada lembar kerja, berpikir secara mandiri kemudian mengerjakan soal sesuai dengan kemampuanya sendiri. Pembelajaran Kumon memang diberikan agar anak bisa belajar mandiri.

Terdapat beberapa tips agar anak bisa belajar dengan tepat, sehingga bisa disiplin dan mandiri, antara lain:
  • Luangkan waktu tiap hari ± 30 menit setiap hari. Untuk waktu anda bisa mengatur waktunya dengan mengajak anak untuk memilih waktu yang pas untuk belajar.
  • Setiap akan belajar dengan metode Kumon, matikan terlebih dahulu semua gadget, televisi, radio dan semua yang menganggu konsentrasi saat anak akan belajar. Hal ini agar anak bisa konsentrasi dan fokus, karena waktu yang dibutuhkan hanya sebentar, hanya 30 menit saja.
  • Sebelum mengerjakan soal pahamilah terlebih dahulu perintah soal.
  • Setelah mengerjakan soal, lihatlah kembali apakah ada materi soal yang terlewat,
  • Setelah selesai belajar, rapikan kembali alat tulis dan buku-buku, kemudian anak bisa beraktivitas lainnya.
Tips belajar matematika ala Kumon ini memang sengaja ditulis berdasarkan referensi yang ada dari Kumon agar anak bisa belajar matematika secara mandiri. Memang tidak mudah memberikan pelajaran matematika kepada anak, namun dengan anak mengikuti program matematika di Kumon minimal anak bisa disiplin dan mandiri tidak khawatir tidak bisa dalam mempelajari matematika.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel