KANKER LEHER RAHIM

Baru-baru ini saya dikejutkan dengan saudara perempuan saya yang merasakan tidak enak dan tidak nyaman pada perutnya. Pada awalnya, kami semua mengira hanya sakit perut biasa, namun lama kelamaan sakit itu berada di bagian bawah perut, dan hal ini yang membuat kami semakin khawatir. Akhirnya kami sepakat untuk membawanya ke dokter spesialis kandungan di kota kami, dan harus dilakukan observasi terlebih dahulu. Setelah beberapa hari, kami kembali ke dokter tersebut dan dari hasil observasi tersebut, kami sangat terkejut saat dokter menyatakan bahwa saudara kami terkena kanker leher rahim, meskipun masih stadium awal, bagi kami sangat takut dan khawatir atas penyakit kanker ini.

Pada tahu 2018 di Indonesia berdasarkan data WHO terdapat 58 kasus adanya kanker leher rahim, dan yang lebih mengkhawatirkan lagi 26 diantaranya meninggal yang dikarenakan karena kanker leher rahim atau lebih dikenal dengan kanker serviks. Dan yang menjadi sangat ironis adalah 70% pasien baru tahu bahwa dirinya terkena kanker serviks saat sudah terlambat dan bahkan sudah dalam stadium lanjut, hal ini disebabkan banyak pasien yang merasa malu dan juga ketidaktahuannya tentang kanker leher rahim ini.

Gambar Ilustrasi (Sumber Gambar: mencegahpenyakit)

1. Kanker Leher Rahim Adalah Tumor Ganas yang Tumbuh Dalam Rahim

Serviks atau leher rahim adalah daerah yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Sedangkan kanker serviks atau kanker leher rahim adalah penyakit yang diakibatkan karena tumor ganas pada daerah mulut rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Pappiloma Virus). Tumor ganas ini tumbuh di dalam rahim (serviks) atau pada bagian bawah rahim yang menghubungkan antara rahim dan vagina. Biasanya kanker leher rahim atau kanker serviks ini menyerang pada wanita yang berumur 35 sampai 55 tahun.
Baca Juga: Bahaya Kecanduan Gadget.
Kanker leher rahim ini terjadi jika sel-sel serviks tumbuh menjadi tidak normal dan menjadi tidak terkendali, dan apabila sel serviks terus tumbuh, maka akan membentuk suatu masa jaringan yang disebut dengan tumor.

2. Kanker Leher Rahim Gejala Yang Harus Diketahui

Bagaimana mengetahui bahwa anda terkena kanker leher rahim?. Untuk itu anda harus mengetahui gejala yang muncul pada kanker leher rahim ini, antara lain:
  • Pendarahan dari lubang kemaluan, saat setelah berhubungan seks, atau terjadi pendarahan di antara dua periode menstruasi, atau setelah masa menopause (masa saat berhenti menstruasi).
  • Adanya pengeluaran lendir yang encer, dan disertai darah dan juga keputihan yang memiliki bau busuk.
  • Mengalami nyeri pada pinggang atau nyeri pada saat melakukan hubungan seks.

3. Kanker Leher Rahim Penyebab dan Stadiumnya

Penyebab kanker leher rahim atau kanker serviks ini sampai sekarang belum diketahui. Pada lebih dari 95% penederita kanker serviks terdapat indikasi infeksi HPV (Human Papilloma Virus Tipe 16 dan tipe 18) yang ditularkan melalui hubungan seks.

Adapun perempuan yang berisiko menderita kanker leher rahim, antara lain:
  • Melakukan kawin atau hubungan seksual terlalu dini, atau kurang dari umur 15 tahun.
  • Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan atau memiliki pasangan yang senang berganti-ganti pasangan seks.
  • Merokok.
  • Karena faktor genetik (atau faktor keturunan). Apabila ibu anda atau saudara perempuan dari pihak ibu atau pihak ayah mengalami atau menderita kanker leher rahim, maka anda akan mempunyai resiko 2x lebih banyak menderita penyakit yang sama.
  • Mengalami penurunan daya tahan tubuh.
  • Mencuci lubang kemaluan dengan antiseptik atau dengan deodoran dengan rentan waktu terlalu sering.
  • Sering mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan makanan yang mengandung bahan pengawet, dan sedikit mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.
  • Kurang memperhatikan kebersihan badan.
  • Melahirkan terlalu sering atau lebih dari 6 kali.
Tingkatan atau stadium kanker lehem rahaim yang harus anda ketahui, antara lain:
  • Stadium 0, adalah fase dimana tidak menimbulkan gejala, dan hanya terbatas pada permukaan leher rahim saja.
  • Stadium 1, yaitu stadium dimana hanya terbatas pada daerah leher rahim.
  • Stadium 2, yaitu stadium dimana kanker telah menyebar pada leher rahim dan juga pada rahim.
  • Stadium 3, yaitu stadium dimana kanker telah menyebar pada dinding rongga panggul dan pada lubang kemaluan.
  • Stadium 4, yaitu tingkatan pada kanker serviks dimana kanker telah menyebar pada kandung kencing dan saluran pembuangan, dan juga telah menyebar ke paru-paru, hati dan tulang.

4. Kanker Leher Rahim Pencegahan dan Pengobatan

Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, begitu pula dengan kanker leher rahim, semakin dini kanker leher rahim bisa ditemukan, maka kesempatan untuk bisa sembuh semakin besar. Terdapat beberapa langkah pencegahan yang bisa anda lakukan:
  • Melakukan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus).
  • Melakukan deteksi dini, dengan melakukan PAP SMEAR dan IVA TEST.
  • Dan kalau kanker leher rahim sudah menyebar, maka harus dilakukan pengobatan, antara lain:
  • Dilakukan operasi, pengangkatan rahim, leher rahim, dan sebagian dari lubang kemaluan sesuai dengan stadiun atau tingkat parahnya kanker.
  • Dilakukan kemoterapi, dengan obat-obatan yang dapat menghambat pertumbuhan kanker dan juga untuk membunuh sel kanker.
  • Dilakukan radiasi, dengan menggunakan energi tinggi untuk membunuh sel kanker.

5. Kanker Leher Rahim Tips dan Pencegahan Dini

Terdapat beberapa catatan yang bisa anda lakukan agar bisa meminimalisir dan tidak terkena kanker leher rahim, antara lain:
  • Tidak melakukan hubungan seks sebelum berusia 18 tahun.
  • Setia atau jangan selingkuh pada suami atau istri anda (melakukan hubungan hanya dengan satu pasangan saja).
  • Tidak merokok.
  • Hindarilah terlalu sering mencucui lubang kemaluan dengan antiseptik.
  • Perbanyak makan buah-buahn dan juga sayuran.
  • Kurangilah makanan yang banyak mengandung lemak dan bahan kimia atau pengawet.
  • Jagalah kebersihan, terutama daerah kewanitaan.
Waspada dan Pencegahan Dini, menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah terkena Kanker Leher Rahim, terdapat dua hal yang bisa anda lakukan, sebagai berikut:
  • Lakukan Pap Smear Test  atau IVA Test setiap 6 bulan sekali atau minimal setiap satu tahun sekali pada wanita usia subur.
  • Lakukanlah vaksin HPV (Human Papilloma Virus) jika memungkinkan.

Itu dia sedikit informasi tentang kanker leher rahim. Jika terdapat gejala seperti yang disampaikan di atas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada dokter anda. Terima kasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel