AHMAD FUADI DAN JIMAT “MAN JADDA WAJADA”

Setelah sekian lama menyimpan kliping tentang penulis ini dan berbagai hasil karyanya, baru kali ini saya memberanikan diri untuk menulis tentang kiprah penulis sukses berumur 48 tahun ini. Satu kata mutiara yang selalu membekas di hati adalah “Man jadda wajada”, yang berarti siapa yang bersungguh-sunggh akan berhasil. Ahmad Fuadi dan jimat “man jadda wajada” nya, menjadikan pekerja sosial dan mantan wartawan ini sukses dalam karirnya menjadi seorang penulis. Negeri 5 Menara menjadi sebuah novel terbaik dan memberikan motivasi yang pernah saya baca.

Membaca novel karya Ahmad Fuadi seolah terbawa dan terhanyut dalam pola kehidupan pesantren yang sangat membekas. Hal ini dapat anda ikuti dalam novelnya yang sangat terkenal yaitu Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna. Anda belum tahu atau ketinggalan tentang cerita novel ini?. Jangan takut tidak pernah ada kata terlambat, meskipun baru sekarang ingin membaca karya terbaik dari Ahamd Fuadi ini.

1. Ahmad Fuadi Buku dan Karyanya

Melalui novel hasil karyanya, Ahmad Fuadi berusaha menularkan semangat “Man jadda wajada”, namun tidak hanya melalui tulisan-tulisannya, namun Ahmad Fuadi juga giat dalam pendidikan untuk orang tidak mampu. Bahkan melalui Komunitas Menara yang dibangun oleh Ahmad Fuadi yang merupakan sebuah komunitas yang berbasis relawan, melalui komunitas ini, Fuadi bercita-cita menyediakan sekolah, rumah sakit, perpustakaan, dan juga dapur umum yang disediakan gratis bagi orang yang tidak mampu.

AHMAD FUADI DAN JIMAT “MAN JADDA WAJADA”
Ahmad Fuadi dan novel karyanya (Sumber Gambar: biografipedia)
Yang menarik dan menakjubkan, “Negeri 5 Menara” pernah mendapatkan penghargaan Anugerah Pembaca Indonesia 2010 dan juga difilmkan oleh Million Picture dan KG Production.

2. Ahmad Fuadi Negeri 5 Menara dan Spirit Membangun Novel Terbaik

Membaca novel “Negeri 5 Menara” tidak bisa dilepaskan dari kisah menarik sang penulis yaitu Ahmad Fuadi. Terdapat spirit terbaik saat menulis novel yang di awal pemunculannya mendapatkan apresiasi terbaik dari para penggemar sastra dan penggiat motivasi. Ahmad Fuadi sendiri menulis novel Negeri 5 Menara  saat masih bekerja full time sebagai seorang wartawan. Prinsip dan spirit yang dilakukan Ahmad Fuadi dalam membangun novel terbaik ini adalah mewajibkan diri untuk menulis setelah subuh selama 30 menit, kemudian pada jam makan siang atau malam sekitar 30 menit. Pada prinsipnya adalah sedikit sedikit lama-lama menjadi sebuah buku. Dan hal ini terbukti setelah 1,5 tahun menulis dengan cara mencicil, akhirnya Negeri 5 Menara bisa terselesaikan.
Baca Juga: Ika Natassa, Seorang Novelis Juga Banker.
Dan yang paling penting adalah saat ingin memulai menulis, jangan menunggu mood, namun menulislah dengan teratur setiap hari, meskipun hanya satu alinea.

3. Ahmad Fuadi dan Semangat Man Jadda Wajada

Sepertinya semangat Man jadda wajada menjadi sebuah semangat yang luar biasa untuk bisa kita teladani. Hal ini bisa dilakukan karena Ahmad Fuadi sendiri adalah santri dari Pondok Pesantren Gontor, dan semangat dari para kiai di Gontor yang menanamkan bahwa pesantren bukanlah tempat belajar agama, karena belajar agama bisa dimana saja. Tetapi, pesantren adalah tempat belajar kehidupan secara total, membangun karakter, dan juga mempraktikkan pembiasaan yang baik selama 24 jam.

Di Pondok Pesantren Gontor tersebut, para santri termasuk Ahmad Fuadi belajar cara belajar, learn how to learn, etos kerja sampai tujuan hidup. Dan pada akhirnya, tugas manusia hanya bercita-cita, dan berusaha membela cita-cita tersebut, berdoa, dan kemudian menyerahkan kepada Tuhan Yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Karena belum tentu yang kita impikan terbaik untuk kita, begitu pula sebaliknya. Dan menurut Ahmad Fuadi, selama kita sudah melakukan man jadda wajada, berusaha keras diatas rata-rata orang lain, berdoa dengan khusyuk, bersabar dalam proses, maka sudah selesai dan sudah tuntas tugas kita sebagai manusia. Keputusan terakhir ada pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

4. Ahmad Fuadi, antara Man Jadda Wajada dan Man Shabara Zhafira

Novelis yang satu ini memang luar biasa, masih banyak mantra sakiti yang diberikan kepada kita, karean tiak selamanya man jadda wajada itu sakti, karena natar usaha keras dan kesuksesam masih memiliki jarak. Jara ini harus disi dengan sabar. Sabar dalam hal ini adalah sabar yang aktif dan proaktif untuk mencari solusi yang lebih baik.

Jadi, Man jadda wajada saja tidak cukup, namun harus dilengkapi dengan “Man shabara zhafira” yang berarti siapa yang bersabar akan beruntung. Dan yang perlu diingat adalah bahwa gagal sekali itu sudah biasa, berkali-kali gagal pun biasa, karena yang sesungguhnya diingat terus adalah keberhasilan yang hanya sekali.

Untuk itu milikilah impian yang tinggi dan perjuangkan impian tersebut dengan penuh tenaga dan doa, kemudian serahkan semuanya kepad Tuhan yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita.  Seperti Ahmad Fuadi dan jimat “Man jadda wajada” yang tetap teguh memperjuangkan impiannya hingga bisa menghasilkan novel terkenal di awal debutnya yaitu Negeri 5 Menara.
Firman Seorang blogger dan juga pemilik angkringan, yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua. Salam sukses.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel