KULINER PASURUAN: “M2M FRIED CHICKEN“

Satu lagi sebuah kuliner yang menarik perhatian, sebenarnya bukan masalah tempat kulinernya atau pun produk kuliner yang ditawarkan, namun kuliner ini berasal dari inovasi anak negeri. Saya pun sebenarnya tidak sengaja untuk mampir di salah satu gerai kuliner yang ada di Kota Pasuruan, tepatnya di Bangil, sebuah kecamatan yang menjadi bagian dari Kabupaten Pasuruan.

M2M“ atau biasa disebut juga dengan “M2M Fried Chicken”, akhirnya menjadi salah satu tempat yang menarik perhatian saya dan keluarga untuk singgah, yang kebetulan sedang melakukan perjalanan pulang dari Kota Surabaya. Lokasinya yang sangat strategis di dekat Alun-alun Bangil, tepatnya di Jalan Ahmad Yani No. 23, Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Pasuruan.

Berbeda dengan fast food lainnya, terutama fried chicken, M2M di Kota Bangil ini terlihat sangat ramai, secara konsep memang lebih mengarah pada gerai makanan yang Islami, dan hal inilah yang sepertinya sengaja dibidik oleh owner dari M2M ini.

KULINER PASURUAN: “M2M FRIED CHICKEN“
Ayam Goreng M2M

Kuliner Bangil Pasuruan: Entrepreneur Spirit dari M2M

Berbicara tentang M2M ini, memang tidak lepas dari semangat dari owner atau Pemilik Restoran M2M Fried Chicken, Muhammad Ali. Satu motto yang membuat kita tergerak untuk yakin dalam berwirausaha adalah “dengan KEYAKINAN pasti ada KEBERANIAN, dan dengan BEKERJA SUNGGUH-SUNGGUH pasti ada hasil.”

Kuliner Bangil Pasuruan: Entrepreneur Spirit dari M2M
M2M Bangil
Sebagai seorang yang saat ini juga bergerak di wirausaha kuliner, saya sangat sepakat dengan apa yang disampaikan Mas Muhammad Ali.

Baca Juga:
Selain itu terdapat tiga hal yang yang menjadikan Mas Muhammad Ali ini sukses untuk mengembangkan bisnisnya, yaitu “Yakin, Berani dan Sungguh-sungguh”...

Pengembangan Bisnis M2M.  

Sungguh luar biasa, hanya dalam waktu kurang dari  lima tahun, M2M Fried Chicken ini sudah memiliki 12 outlet yang tersebar di Sidoarjo, Lamongan, Pasuruan, Mojokerto dan salah satunya tempat yang saya kunjungi di Bangil. Terdapat hal yang menarik saat mendengar kisah dramatis pemilik M2M ini, bahwa semua itu diraih dengan cara yang tidak mudah, dimana sebelum memutuskan masuk dunia bisnis kuliner, sebelumnya juga pernah mencoba berbagai bidang terutama untuk menyambung hidup, misalnya dengan berjualan baju dan jual beli (makelaran) mobil.

Pengembangan Bisnis M2M.
Tempat yang lapang
Ide membuka M2M. Ide untuk membuka M2M, tidak muncul dan datang begitu saja, setelah hampir empat tahun hidup tidak menentu terutama setelah keluar atau resign sebagai karyawan Ayam Goreng Wong Solo. Resign dalam bentuk apa pun pasti membuat bingung tertama bagi siapa pun yang belum mempersiapkan apa yang harus dilakukan setelah resign, begitu juga dengan Mas Ali ini, sempat mengalami kebingungan  akan kerja apa, ingin masuk bisnis kuliner juga tidak yakin karena tidak bisa masak. Dan akhirnya pada tahun 2008, seorang Kyai menyarankan untuk membuka warung dan tercetuslah ide untuk untuk membuka warung makan “Ayam Penyet Godhong” di emperan Jalan Pahlawan, Sidoarjo.

Sebuah angan-angan dibenak mas Ali, yaitu setiap malam dia harus mendorong gerobak, menurutnya “sempat nelongso, sekolah tinggi-tinggi tapi cuma bisa mendorong gerobak ini. Dan saat itu mas Ali berpikir bahwa sudah waktunya untuk kerja cerdas”.

Pengembangan Bisnis M2M.
Packaging M2 M yang menarik
Akhirnya, pertemuan dengan seorang kawan yang mengajaknya bermitra untuk mendirikan M2M Fried Chicken, dan dengan modal “Semangat”,  pada pertengahan tahun 2010, berdiri outlet pertama di Jalan Pahlawan, Sidoarjo. Dengan berdirinya sebuah outlet yang pertama pasti memberikan semangat terutama untuk membangun outlet berikutnya.

Begitu juga dengan Mas Ali, dengan adanya sambutan yang luar biasa dan omzet yang semakin berkembang, akhirnya dia mengembangkan sistem kemitraan dan kerjasama dengan pemilik modal untuk mendirikan outlet baru.

Namun namanya bisnis, pasti ada yang rugi, begitu juga dengan M2M, seperti outlet di Rungkut Surabaya, dalam 5 bulan pertama, penjualan mengalami penurunan. Namun tidak dengan Mas Ali, melihat hal tersebut diperlukan sebuah solusi agar tidak lama menanggung rugi. Dan akhirnya outlet Rungkut Surabaya, dipindah ke outlet Bangil dan benar perkiraan dan strategi mas Ali, sejak pertama kali dibuka outlet di Bangil tidak pernah sepi dari pembeli.

Catatan:
Untuk masuk ke dalam bisnis kuliner, selain diperlukan modal yang cukup, juga diperlukan perhitungan yang tepat dan jangan lupa berdoa sebelum action.


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel