Menyesap Kelezatan Kuliner Ikonik “Sate Bulayak” dari Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Pulau Lombok, tidak hanya menyimpan pesona alam yang memukau seperti Gunung Rinjani atau deretan Gili yang eksotis. Di balik keindahan lanskapnya, tersimpan warisan kuliner yang mampu menggoyang lidah setiap pelancong yang datang. Salah satu primadona yang wajib dicicipi adalah Sate Bulayak.
![]() |
| Sate Bulayak (Gambar: indonesiakaya.com) |
Bagi pecinta kuliner, sate mungkin sudah menjadi hidangan yang akrab. Namun, Sate Bulayak menawarkan pengalaman rasa yang berbeda melalui perpaduan daging gurih dan pendamping unik berupa lontong spiral yang dibungkus daun aren.
Apa Itu Sate Bulayak? Mengenal Lebih Dekat Kuliner Khas Suku Sasak
Sate Bulayak adalah hidangan tradisional khas Suku Sasak yang terdiri dari sate daging sapi, jeroan, atau ayam, yang disajikan dengan bumbu santan kental yang kaya rempah. Nama "Bulayak" sendiri sebenarnya merujuk pada pendamping sate tersebut, yaitu sejenis lontong yang memiliki karakteristik sangat spesifik.
Baca juga: Menjelajahi Kelezatan Ayam Taliwang dari Nusa Tenggara Barat, Sebuah Ikon Pedas yang Mendunia.
Berbeda dengan lontong pada umumnya yang dibungkus daun pisang atau plastik, Bulayak dibungkus menggunakan daun aren (enau) dengan teknik lilitan spiral. Hal ini memberikan aroma wangi yang khas dan tekstur yang lebih lembut serta licin saat dikupas.
Daya Tarik dan Keunikan Sate Bulayak
Apa yang membuat Sate Bulayak berbeda dari Sate Madura atau Sate Maranggi? Keunikannya terletak pada tiga elemen utama: pembungkusnya, cara membukanya, dan bumbunya.
1. Pembungkus Daun Aren yang Artistik
Bulayak dibungkus dengan daun aren muda yang dililitkan secara spiral membentuk kerucut panjang. Penggunaan daun aren ini bukan tanpa alasan; selain memberikan aroma harum yang meresap ke dalam nasi, daun aren dipercaya menjaga kualitas lontong agar lebih tahan lama secara alami.
2. Ritual Membuka Lontong Spiral
Cara menikmati Bulayak memiliki seni tersendiri. Karena bentuknya yang melilit, Anda harus membukanya dengan cara memutar ikatan daun tersebut secara perlahan. Tekstur Bulayak cenderung lebih lembut dan sedikit lebih berminyak dibandingkan lontong biasa, membuatnya sangat serasi saat dicelupkan ke dalam bumbu sate yang kental.
3. Bumbu Santan Pedas yang Khas
Jika sate pada umumnya menggunakan bumbu kacang yang manis-gurih, Sate Bulayak menggunakan bumbu yang terbuat dari santan kental yang dimasak bersama kemiri, cabai, dan berbagai rempah khas Lombok. Rasanya dominan gurih, pedas, dan memiliki sentuhan rasa asam yang segar, menciptakan simfoni rasa yang meledak di mulut.
Bahan Utama dan Proses Pembuatan
Komposisi Daging
Sate Bulayak biasanya menggunakan daging sapi pilihan, namun sering juga disajikan dengan jeroan seperti hati, usus, hingga ginjal. Bagi yang tidak mengonsumsi daging merah, varian daging ayam juga tersedia. Daging ini biasanya dibakar di atas arang tempurung kelapa, memberikan aroma smoky yang kuat.
Rahasia Bumbu "Sasak"
Bumbu Sate Bulayak sering disebut sebagai "Bumbu Lulut". Bahan utamanya meliputi:
- Santan kelapa kental.
- Cabai rawit dan cabai merah.
- Bawang putih dan bawang merah.
- Kemiri dan kencur.
- Perasan jeruk nipis untuk kesegaran.
Semua bahan ini dimasak hingga berminyak dan mengental, lalu disiramkan di atas sate yang baru saja diangkat dari panggangan.
Lokasi dan Tempat Makan Sate Bulayak Terenak di NTB
Jika Anda sedang berada di Lombok, mencari Sate Bulayak tidaklah sulit. Namun, ada beberapa titik yang dianggap sebagai "kiblat" keaslian rasa Sate Bulayak.
1. Kawasan Wisata Taman Narmada
Taman Narmada dikenal sebagai tempat lahirnya Sate Bulayak. Di sepanjang pintu masuk dan area parkir taman bersejarah ini, Anda akan menemukan deretan pedagang Sate Bulayak yang telah berjualan turun-temurun. Suasana sejuk Narmada membuat pengalaman makan sate menjadi lebih nikmat.
2. Hutan Wisata Suranadi
Terletak tidak jauh dari Narmada, Suranadi adalah spot favorit warga lokal untuk menikmati Sate Bulayak di akhir pekan. Di sini, sate disajikan sangat segar dengan potongan daging yang royal. Sambil makan, Anda bisa menikmati pemandangan hutan yang asri.
3. Pusat Kota Mataram (Udayana dan Rembiga)
Bagi Anda yang tidak sempat keluar kota, di sepanjang Jalan Udayana, Mataram, terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjajakan Sate Bulayak pada sore hingga malam hari. Lokasi ini sangat populer sebagai tempat nongkrong anak muda dan wisatawan.
Mengapa Anda Harus Menikmati Sate Bulayak saat ke NTB?
Mencicipi Sate Bulayak bukan sekadar urusan mengenyangkan perut, melainkan tentang merasakan filosofi kebersamaan masyarakat NTB. Berikut adalah alasan mengapa kuliner ini wajib masuk dalam bucket list Anda:
- Representasi Budaya Sasak: Kuliner adalah cara tercepat mengenal suatu budaya. Sate Bulayak mencerminkan kemurahan hati dan kekayaan rempah tanah Lombok.
- Sensasi Tekstur yang Berbeda: Perpaduan antara empuknya daging sapi dengan lembutnya lontong daun aren menciptakan sensasi mulut (mouthfeel) yang tidak akan Anda temukan pada sate lain di Indonesia.
- Harga Terjangkau: Meskipun memiliki cita rasa "bintang lima", Sate Bulayak tetap dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat di kantong, biasanya berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per porsi.
Tips Menikmati Sate Bulayak untuk Wisatawan
- Jangan Ragu Meminta Pedas: Jika Anda pecinta pedas, mintalah tambahan cabai potong pada bumbunya. Orang Lombok terkenal dengan toleransi pedas yang tinggi.
- Nikmati Selagi Panas: Lontong Bulayak paling enak dimakan saat masih hangat agar tekstur spiralnya tetap elastis dan tidak mengeras.
- Bawa Pulang sebagai Oleh-oleh: Beberapa pedagang menyediakan Bulayak (lontongnya saja) yang masih mentah atau baru matang untuk dibawa pulang. Daun aren membuatnya awet hingga 2 hari di suhu ruang.
Penutup
Sate Bulayak adalah mahakarya kuliner dari Nusa Tenggara Barat yang memadukan teknik tradisional dengan kekayaan rempah nusantara. Keunikan cara membungkus lontong dengan daun aren secara spiral menjadi daya tarik visual sekaligus penambah aroma yang tak tertandingi. Dari lidah jatuh ke hati, begitulah kira-kira gambaran setiap orang yang telah mencicipi Sate Bulayak di tanah asalnya, Lombok.
Jadi, saat kaki Anda menginjakkan kaki di Bumi Gora, pastikan untuk singgah ke Narmada atau Suranadi. Rasakan sendiri bagaimana gurihnya bumbu santan berpadu dengan lembutnya Bulayak yang legendaris.

Belum ada Komentar untuk "Menyesap Kelezatan Kuliner Ikonik “Sate Bulayak” dari Nusa Tenggara Barat"
Posting Komentar