Pasar Gede Harjonagoro, Menjelajahi Pusat Kuliner dan Budaya Kota Solo
Pasar Gede Harjonagoro bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Bagi masyarakat Solo dan wisatawan, pasar ini adalah museum hidup yang menyimpan memori kolektif, harmoni budaya, dan surga kuliner yang tak lekang oleh waktu. Berdiri megah di pusat kota, ia menjadi simbol pertemuan antara etnis Jawa dan Tionghoa yang hidup berdampingan secara damai selama berabad-abad.
Sejarah Singkat Pasar Gede Harjonagoro
![]() |
| Pasar Gede Solo (Gambar: instagram.com/yusmei) |
Dibangun pada tahun 1927 dan selesai pada 1930, Pasar Gede dirancang oleh arsitek Belanda ternama, Thomas Karsten. Nama "Harjonagoro" diambil dari gelar pemberian Kasunanan Surakarta kepada seorang tokoh Tionghoa, KRT Hardjonagoro (Go Tik Swan), sebagai bentuk penghormatan. Arsitekturnya unik, memadukan gaya kolonial Belanda dengan atap joglo khas Jawa yang megah, menjadikannya salah satu pasar tradisional terindah di Indonesia.
Baca juga: Benteng Vastenburg, Gerbang Sejarah Kolonial di Solo.
Daya Tarik Utama Pasar Gede Harjonagoro
Mengapa Pasar Gede selalu ramai dikunjungi? Berikut adalah beberapa daya tarik yang membuatnya istimewa:
1. Arsitektur yang Ikonik
Begitu tiba di depan pasar, Anda akan disambut oleh bangunan tinggi dengan jendela-jendela besar yang berfungsi sebagai ventilasi alami. Struktur ini membuat suasana di dalam pasar tetap sejuk meski di tengah cuaca Solo yang terik.
2. Akulturasi Budaya yang Kental
Lokasinya yang berdekatan dengan Klenteng Tien Kok Sie menciptakan suasana unik, terutama menjelang Tahun Baru Imlek. Kawasan Pasar Gede akan dihiasi ribuan lampion merah yang cantik, menjadikannya spot foto favorit wisatawan.
3. Kebersihan dan Kenyamanan
Berbeda dengan citra pasar tradisional yang kumuh, Pasar Gede dikenal cukup bersih dan tertata. Lorong-lorongnya dikelompokkan berdasarkan jenis dagangan, memudahkan pengunjung untuk bereksplorasi.
Surga Kuliner: Jajanan Pasar dan Makanan Legendaris
Jika Anda bertanya ke mana harus mencari sarapan atau camilan terbaik di Solo, jawabannya adalah Pasar Gede. Berikut adalah daftar kuliner yang wajib Anda cicipi:
Es Dawet Telasih Bu Dermi
![]() | |
| Es Dawet Telasih Bu Dermi (Gambar: MinimaApp | tripadvisor.co.id) |
Ini adalah primadona Pasar Gede. Antreannya selalu mengular. Satu porsi es dawet berisi bubur sumsum, ketan hitam, biji selasih, dan tape yang diguyur santan serta pemanis alami. Rasanya segar, gurih, dan manis yang pas di tenggorokan.
Brambang Asem
Kuliner sederhana namun kaya rasa. Terdiri dari tempe gembus yang disiram saus sambal berbahan dasar bawang merah (brambang) dan asam jawa, disajikan dengan daun ubi jalar rebus.
Tahok (Kembang Tahu)
Bagi pecinta kuliner hangat, Tahok adalah pilihan tepat. Terbuat dari sari kedelai yang lembut seperti puding, disajikan dengan kuah jahe yang manis dan menghangatkan tubuh.
Lenjongan
Kumpulan jajanan pasar manis yang terdiri dari tiwul, cenil, klepon, sawut, dan getuk, lalu ditaburi parutan kelapa dan juruh (gula merah cair). Ini adalah pesta tekstur dan rasa di dalam mulut.
Babi Kuah dan Nasi Liwet
Bagi penikmat kuliner non-halal, terdapat beberapa kedai babi kuah yang legendaris. Namun, bagi yang mencari kuliner umum, Nasi Liwet khas Solo juga tersedia dengan cita rasa yang autentik di area sekitar pasar.
Lokasi dan Rute Menuju Pasar Gede Harjonagoro
Alamat Lengkap
Pasar Gede Harjonagoro terletak di Jl. Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Rute Menuju Lokasi
Pasar ini terletak tepat di jantung kota, sehingga sangat mudah diakses:
- Dari Stasiun Solo Balapan: Hanya berjarak sekitar 2 km. Anda bisa menggunakan ojek online, becak, atau Batik Solo Trans (BST).
- Dari Bandara Adi Soemarmo: Anda bisa menggunakan taksi atau bus pemadu moda menuju pusat kota arah Balai Kota Solo.
- Transportasi Umum: Hampir semua koridor bus BST melintasi area pusat kota dekat Balai Kota, yang hanya berjarak jalan kaki singkat menuju Pasar Gede.
Tips: Parkir di sekitar pasar bisa cukup padat pada akhir pekan. Disarankan untuk datang lebih pagi menggunakan transportasi umum atau jasa transportasi online.
Mengapa Anda Harus Menikmati Waktu di Pasar Gede?
Menghabiskan waktu di Pasar Gede bukan sekadar belanja, melainkan tentang pengalaman. Ada beberapa alasan mengapa tempat ini harus masuk dalam itinerary Anda:
- Merasakan Keramahan Lokal: Interaksi antara pedagang dan pembeli di sini masih sangat kental dengan budaya "unggah-ungguh" Jawa yang ramah.
- Wisata Murah Meriah: Anda bisa mencicipi berbagai kuliner lezat mulai dari harga Rp5.000 hingga Rp20.000 saja.
- Oleh-oleh Lengkap: Dari kerupuk karak, intip, hingga teh oplosan khas Solo yang harum, semuanya tersedia di sini dengan harga grosir.
- Atmosfer Fotogenik: Kombinasi bangunan tua kolonial dan hiruk pikuk pasar memberikan estetika tersendiri bagi pecinta fotografi.
Tips Berkunjung ke Pasar Gede Harjonagoro
- Datanglah Pagi Hari: Kuliner seperti Es Dawet dan Tahok seringkali sudah habis sebelum jam 12 siang. Idealnya datang pukul 07.00 - 09.00 WIB.
- Gunakan Pakaian Nyaman: Meskipun ventilasinya baik, pasar tetaplah tempat yang ramai. Gunakan kaos dan sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki.
- Siapkan Uang Tunai: Sebagian besar pedagang kecil di dalam pasar lebih mengutamakan transaksi tunai (cash).
- Jaga Kebersihan: Selalu buang sampah pada tempat yang disediakan untuk menjaga kelestarian pasar bersejarah ini.
Penutup
Pasar Gede Harjonagoro adalah bukti nyata bahwa tradisi dapat bertahan di tengah modernitas. Ia adalah destinasi yang memanjakan lidah sekaligus menenangkan jiwa dengan nuansa budayanya yang hangat. Jika Anda berkunjung ke Solo, pastikan untuk singgah, menyesap segelas es dawet, dan merasakan denyut nadi kehidupan masyarakat Solo di sini.


Belum ada Komentar untuk "Pasar Gede Harjonagoro, Menjelajahi Pusat Kuliner dan Budaya Kota Solo"
Posting Komentar