Ke Bromo Jadi Mudah, dengan Hadirnya Kereta Rel Listrik Commuter Line (Supas) hingga ke Probolinggo
Gunung Bromo selalu menjadi magnet bagi wisatawan dunia. Namun, selama ini akses transportasi yang terjangkau dari Surabaya menuju pintu gerbang Probolinggo sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para backpacker dan wisatawan lokal. Kabar revolusioner datang dari KAI Commuter, yaiitu Commuter Line Surabaya-Pasuruan (Supas) yang resmi dipersiapkan untuk memperpanjang rutenya hingga ke Stasiun Probolinggo.
![]() |
| Commuter Line Surabaya-Pasuruan (Gambar: ANTARA | Naufal Ammar Imaduddin) |
Langkah ini bukan sekadar menambah titik pemberhentian, melainkan sebuah transformasi besar dalam peta pariwisata Jawa Timur. Dengan hadirnya layanan ini, perjalanan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini tidak hanya lebih nyaman, tapi juga jauh lebih ekonomis.
Mengapa Rute Commuter Line Supas Diperpanjang ke Probolinggo?
Latar belakang perluasan rute ini didasarkan pada kebutuhan riil mobilitas masyarakat yang sangat tinggi di koridor Surabaya-Probolinggo. Berdasarkan survei internal KAI Commuter, minat masyarakat terhadap kehadiran layanan kereta komuter di Probolinggo mencapai 100%.
1. Jangkauan Layanan PSO yang Lebih Luas
Selama ini, layanan KA Lokal bersubsidi (PSO) hanya berakhir di Stasiun Pasuruan. Jarak tempuh Commuter Line Supas yang semula hanya 63 km kini akan bertambah menjadi 101 km hingga ke Probolinggo. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah melalui DJKA (Direktorat Jenderal Perkeretaapian) untuk memberikan hak transportasi murah bagi seluruh lapisan masyarakat.
2. Mengurangi Kemacetan Jalur Pantura
Jalur darat antara Pasuruan dan Probolinggo dikenal sebagai jalur logistik yang padat dan rawan kemacetan. Dengan adanya kereta komuter, beban jalan raya dapat dikurangi, memberikan alternatif yang lebih aman dan tepat waktu bagi pekerja maupun pelajar yang melintas antar-kota.
3. Konektivitas Destinasi Wisata Dunia
Stasiun Probolinggo adalah titik terdekat bagi wisatawan yang ingin menuju Gunung Bromo via Cemoro Lawang. Dengan menghubungkan Surabaya (sebagai hub transportasi udara dan kereta jarak jauh) langsung ke Probolinggo dengan tarif komuter, aksesibilitas wisata internasional pun meningkat drastis.
Efek Domino: Ekonomi, Pariwisata, dan Kehidupan Sosial
Hadirnya Commuter Line Supas hingga Probolinggo diprediksi akan membawa perubahan signifikan pada berbagai sektor:
Transformasi Sektor Pariwisata (The Bromo Effect)
Jika dulu wisatawan harus merogoh kocek lebih dalam untuk kendaraan sewa atau kereta komersial, kini mereka bisa menghemat biaya perjalanan secara signifikan. Uang yang dihemat dari transportasi dapat dialokasikan untuk belanja di UMKM lokal, menyewa jasa jeep Bromo, atau menginap lebih lama di homestay penduduk lokal.
Geliat Ekonomi Lokal di Sekitar Stasiun
Stasiun Probolinggo yang terletak di pusat kota akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. Peningkatan volume penumpang (diprediksi mencapai ratusan hingga ribuan orang per hari) akan menghidupkan sektor kuliner, jasa transportasi lokal (ojek/angkot), hingga penginapan di sekitar stasiun.
Efisiensi bagi Masyarakat Urban
Bagi warga Probolinggo yang bekerja atau bersekolah di Surabaya, kereta komuter adalah solusi "anti-telat". Dengan jadwal yang lebih pasti dan frekuensi yang direncanakan bertambah, gaya hidup urban yang dinamis akan mulai terbentuk di Probolinggo, meningkatkan produktivitas warga.
Catatan Penting: Perpanjangan rute ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Probolinggo dan Kemenhub untuk memastikan integrasi transportasi lanjut (dari stasiun ke area wisata) berjalan mulus.
Kapan Commuter Line Supas Probolinggo Mulai Beroperasi?
Bagi Anda yang sudah tidak sabar merencanakan trip ke Bromo, catat target waktunya. Berdasarkan koordinasi antara Walikota Probolinggo dan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, layanan Commuter Line Supas diperpanjang hingga Probolinggo ditargetkan mulai beroperasi sebelum Lebaran 2026.
Langkah persiapan saat ini meliputi:
- Peningkatan Fasilitas Stasiun: Penambahan kursi tunggu, perbaikan toilet, dan fasilitas pelayanan penumpang di Stasiun Probolinggo.
- Kajian Operasional: Penentuan jadwal yang tepat agar bisa mengakomodasi jam kerja pekerja dan jam kedatangan wisatawan.
- Izin Operasi: Finalisasi regulasi agar layanan PSO (subsidi) dapat segera dinikmati masyarakat.
Cara Ke Bromo via Commuter Line Supas (Panduan Singkat)
Bagaimana cara memanfaatkan layanan baru ini untuk liburan ke Bromo? Berikut skenarionya:
- Dari Surabaya: Naik Commuter Line Supas dari Stasiun Surabaya Kota atau Surabaya Gubeng.
- Tiba di Probolinggo: Turun di Stasiun Probolinggo (estimasi perjalanan sekitar 2 jam).
- Transportasi Lanjut: Menggunakan angkutan lokal menuju Terminal Bayuangga, lalu berpindah ke elf/minibus menuju Cemoro Lawang (pintu masuk Bromo).
- Hemat Biaya: Total biaya perjalanan bisa ditekan hingga 50% dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi atau travel komersial.
Penutup
Hadirnya Commuter Line Supas hingga ke Probolinggo adalah kado istimewa bagi warga Jawa Timur dan dunia pariwisata Indonesia. Konektivitas yang lebih baik berarti ekonomi yang lebih kuat dan akses wisata yang lebih inklusif. Gunung Bromo kini bukan lagi destinasi yang "mahal" di ongkos jalan, melainkan destinasi yang ramah di kantong siapa saja.

Belum ada Komentar untuk "Ke Bromo Jadi Mudah, dengan Hadirnya Kereta Rel Listrik Commuter Line (Supas) hingga ke Probolinggo"
Posting Komentar