May Day dan Asal-usulnya

Pernah mendengar ‘May Day’? Dua kata ini mungkin sering Anda dengar kalau Anda sering menonton channel televisi dari luar negeri atau siaran berita luar negeri yang disiarkan di Indonesia. Banyak yang menganggap May Day, berarti hari Bulan Mei, karena kata-kata ini dulunya masih terasa asing di telinga kita. Masih penasaran dengan istilah May Day? Berikut akan disampaikan sekilas tentang May Day dan asal-usulnya.

Di Indonesia sendiri penggunaan kata ‘May Day’ memang jarang didengar, meskipun saat ini sudah menjadi hari libur nasional untuk memperingati Hari Buruh Internasional ini. Berbeda dahulu berbeda sekarang, dahulu memang Hari Buruh Internasional ini emang tidak akrab dan seperti tidak dirayakan, hal ini disebabkan saat itu selama Orde Baru, Hari Buruh identik dengan ideologi sosialisme dan komunisme yang dibawa PKI (Partai Komunis Indonesia).

Asal Muasal Peringatan Hari Buruh Internasional

Peringatan Hari Buruh ini berawal dari kesadaran para kelas pekerja atas hak ekonomi dan hak politik mereka, seiring era industrialisasi pada abad ke-19. Isu yang sangat santer saat itu adalah tentang upah dan jam kerja, yang saat itu dipelopori oleh para pekerja Eropa kemudian menyebar ke Amerika Utara. Saat itu para pekerja di sektor industri bekerja hampir 20 jam sehari dengan upah yang sangat minim.

Benar saja pada tahun 1872, dipelopori Peter J. McGuire, seorang operator mesin dari Paterson, New Jersey, kaum pekerja di Amerika Utara mulai melakukan aksi mogok kerja. Dan hebatnya, Peter juga berdialog dengan pemerintah untuk penyediaan uang lembur dan juga pengadaan kesempatan kerja bagi para pengangguran. Tentu saja hal ini membuat Peter dimusuhi para pemilik modal dan dianggap pengacau masyarakat oleh pemerintah.

May Day dan Asal-usulnya
Sejarah May Day (Foto: 9and10news.com)

Peter kemudian mengorganisasikan para tukang kayu sampai terbentuk United Brotherhood and Joiners of America, yang merupakan salah satu serikat pekerja terbesar sampai sekarang. Sejak saat itu, para pekerja di Amerika Serikat mulai berorganisasi menurut keahlian mereka, dan menuntut hari khusus pekerja setiap Senin pertama pada bulan September.

Parade peringatan Hari Buruh pertama kali bukan diadakan hari Senin, namun hari Selasa pada tanggal 5 September 1882 yang diikuti 20.000 orang di New York. Isu yang dibawa adalah “delapan jam bekerja, delapan jam istirahat, delapan jam rekreasi”. Parade ini kemudian menjadi tradisi yang menyebar ke seluruh Amerika.

Baca juga: Upacara yang Dilakukan Orang Tionghoa.

Tuntutan delapan jam kerja tersebut memuncak pada tanggal 1 Mei 1886, saat 400.000 pekerja berdemonstrasi dan juga melakukan mogok kerja. Bahkan karena berlarut-larut, pada tanggal 4 Mei 1886 terjadilah bentrokan antara polisi dan demonstran. Tercatat delapan petugas polisi dan empat pekerja meninggal, yang diakibatkan tembakan dan lemparan bom di tengah keributan yang terjadi di lapangan Haymarket. Sejak saat itu, tuntutan libur Hari Buruh (Senin pertama September) berangsur-angsur mulai diterima di banyak negara bagian di Amerika Serikat.

Demonstrasi yang dilakukan 1 Mei tersebut ternyata memberikan semangat baru bagi perjuangan para pekerja di dunia. International Workingmen’s Association, yaitu sebuah organisasi kaum sosialis, dalam pertemuannya di Paris pada Juli 1889, menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh, yang antara lain untuk menghormati para pekerja dalam peristiwa Haymarket. Bendera merah dipilih sebagai bendera buruh yang menjadi simbol dari darah kaum kelas pekerja yang tumpah dalam menegakkan hak-hak para pekerja.

Pertemuan di Paris mengeluarkan resolusi agar ditetapkan satu hari tertentu untuk tetap memperjuangkan pengurangan jam kerja secara resmi sampai delapan jam sehari. Isu tersebut kemudian dibawa pada peringatan Hari Buruh tanggal 1 Mei 1890. Tuntutan ini akhirnya dipenuhi di banyak negara, Hari Buruh tetap diadakan untuk memperjuangkan hak-hak para pekerja lainnya.

Hari Buruh Internasional umumnya diadopsi banyak negara untuk menjadi hari buruh dan merupakan hari libur nasional. Meskipun ada pula beberapa negara yang tidak merayakan tepat pada tanggal 1 Mei, tetapi pada Senin pertama bulan Mei, seperti yang dilakukan di Kepulauan Karibia, Irlandia, dan beberapa negara bagian Australia, namun ada pula yang memiliki jadwal sendiri, seperti di Jepang yang dirayakan pada tanggal 23 November, di Selandia Baru pada Senin keempat bulan Oktober, atau bahkan di Indonesia sendiri pada tanggal 20 Februari setiap tahunnya.

Semoga informasi tentang May Day dan asal-usulnya ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "May Day dan Asal-usulnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel