Stroke di Usia Muda

Beberapa waktu lalu, kami terkaget-kaget dengan seorang kawan yang tiba-tiba terjatuh di ruang pantri saat sedang membuat kopi. Untung saat itu sedang bersama beberapa teman, dan segera dengan cepat dilakukan pertolongan dan segera di bawa ke rumah sakit terdekat. Dan benar saja, istri dan orang tua dari kawan tersebut sampai kaget dan menangis melihat kondisi tersebut. Bahkan banyak pertanyaan di benak kami, kok bisa sampai terkena stroke di usia muda. Hal inilah yang membuat kita semua harus mencegah sejak dini agar tidak terkena serangan stroke, meski tubuh masih terlihat sehat.

Stroke di Usia Muda
Stroke di usia muda (Foto: thesundaily)

Saat ini, serangan stroke tidak hanya mendominasi orang tua saja, bahkan anak muda yang kelihatannya sehat bugar, gagah, tahu-tahu terkena stroke. Memang secara teori, stroke bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi sampai mereka yang sudah tua.

Stroke Terjadi Karena Pecahnya Pembuluh Darah di Otak

Berbicara tentang stroke, tentunya berbicara tentang penyebab mengapa sampai terserang stroke. Hal ini juga disampaikan T. Tjahjo Widyasmoro yang tulisannya pernah dimuat dalam Tabloid Intisari Edisi No. 523, yang menuliskan bahwa secara sederhana, stroke merupakan terputusnya aliran darah ke otak, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang disebut dengan stroke iskemik atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kedua stroke ini berbeda pada mekanisme terjadinya, namun memiliki dampak yang sama.

Kebanyakan kasus stroke yang terjadi , yaitu sekitar 80% merupakan stroke iskemik. Pembuluh darah tersebut tersumbat timbunan lemak yang mengandung kolesterol yang disebut dengan plak. Akibat plak ini, dinding arteri menjadi menebal dan kasar. Hal ini seperti saluran air yang penuh dengan sampah.

Hal tersebut berbeda sifatnya dengan air, darah yang terhambat akan cenderung menggumpal sehingga semakin hari alirannya menjadi semakin lambat. Pasokan oksigen ke otak juga semakin berkurang. Pada tahapan ini, penderita akan merasakan gejala-gejala, seperti rasa kesemutan di sisi tubuh tertentu, kehilangan pandangan sejenak atau bisa hilang keseimbangan.

Saat hari ‘H’ dimana terjadi plak yang terlepas karena tekanan darah yang tinggi, hal ini mengakibatkan otak tidak dapat menerima kiriman oksigen lagi, sehingga terjadi stroke yang mengagetkan tersebut.

Baca juga: Simvastatin dan Fungsinya.

Plak juga menjadi salah satu penyebab stroke hemoragik, yang membedakan adalah plak membuat pembuluh darah mengeras, apabila terjadi tekanan darah mendadak tinggi saat melakukan aktivitas atau stress berat, maka pembuluh darah akan menggelembung dan rawan pecah.

Setelah pembuluh darah mengalami kebocoran, darah akan merembes ke ruang-ruang pada sel otak dan merusak jaringan yang ada disekitarnya. Cairan yang mengelilingi otak tersebut akan terus mengalir dan membuat pembuluh darah menjadi kejang, dan pada akhirnya pasokan darah ke otak akhirnya terhambat. 

Penyebab Stroke di Usia Muda

Stroke yang menyerang orang di usia muda umumnya berasal dari jenis hemoragik. Dalam hal ini tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan mengapa hemoragik menyerang orang di usia muda. Dan stroke iskemik berhubungan dengan proses penuaan.

Saat seseorang memasuki usia 40 tahun, risiko stroke menjadi berlipat yang umumnya disebabkan karena penyumbatan. Dari berbagai referensi, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi faktor risiko utama terjadinya stroke di usia muda. Tekanan darah yang terus meninggi bisa mengakibatkan pengerasan dan penyumbatan arteri. Yang termasuk pada kategori hipertensi adalah tekanan darah di atas 140/90.

Pencegahan Stroke di Usia Muda

Hipertensi ini harus diwaspadai bukan hanya menjadi penyebab stroke, namun juga menyebabkan gangguan pada jantung, dan ujung-ujungnya berimbas pada tersumbatnya aliran darah ke otak. Pada orang usia muda, hipertensi umumnya dipicu oleh makanan berlemak dan banyak mengandung gram.

Menurut para ahli dari American Heart Association, terdapat beberapa langkah untuk mencegah stroke, antara lain:

  1. Kendalikan diri terhadap makanan berlemak  dan banyak mengandung garam.
  2. Lakukan aktivitas fisik. 

Untuk bergerak pun tidak perlu sampai berpeluh keringat, cukup lakukan aktivitas sedang selama 30 sampai 45 menit, dan risiko terkena hipertensi pun bisa diturunkan.

Sebenarnya sebelum terkena stroke, sudah ada tanda-tanda atau alarm dari tubuh, namun hal ini sering dianggap sebagai angin lalu. Tanda-tanda tersebut seperti mati rasa mendadak di wajah, lengan atau di kaki. Terutama kalau yang dirasakan hanya pada satu sisi tubuh saja, di kiri atau kanan saja.

Terkadang stroke didahului dengan peringatan stroke skala ringan, yang disebut dengan transient ischemic attack atau serangan iskemik sementara dengan gejala seperti yang disebutkan di atas.

Tentu saja stroke memberi dampak tidak hanya pada biaya, namun juga terasa pada fisik seperti kelumpuhan yang sering terjadi. Lumpuhnya di sebelah bagian tubuh dan dalam skala berat biasanya terjadi mulai dari wajah sampai kaki, termasuk lidah dan tengorokan. Apabila yang terkena pada otak kanan, maka terjadi kelumpuhan di tubuh pada bagian kiri. Begitu pula sebaliknya.

Pada serangan stroke, kadang kala mental penderita juga ikut menurun. Bahkan terdapat beberapa kemampuan yang menurun, seperti konsentrasi, kemampuan memahami, termasuk juga intelektualitas.

Semoga informasi tentang stroke di usia muda ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk Anda, agar bisa melakukan pencegahan lebih dini sehingga tubuh selalu sehat dan terhindar dari serangan stroke yang bisa mengancam kita semua.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Stroke di Usia Muda"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel