Resensi Novel “Karena Aku Mencintaimu”

Sawang sinawang” atau melihat orang lain lebih enak dan lebih baik dari dirinya, sepertinya menjadi cerminan hidup dalam novel karya Andrei Aksana ini. Dengan mengambil latar kehidupan perkotaan yang dijalani dua orang anak manusia dengan segala kemewahan, tentu saja terdapat satu hal yang diinginkan, menjadi satu kata selalu kurang, seolah menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu ada batasnya, yang membuat novel dengan judul “Karena Aku Mencintaimu” menjadi sangat menarik untuk dimiliki dan dibaca. Tidak salah kalau kali ini disajikan resensi novel “Karena Aku Mencintaimu”, dengan harapan Anda bisa mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang tersaji dalam karya luar biasa seorang Andrei Aksana.

“Cinta, ambisi, takdir, dan nurani” seolah menjadi kata-kata yang terendap dalam cerita Jeryn dan Ellena. Sama-sama kaya, sama-sama menjadi orang sukses menurut kacamatan teman, relasi, orang tua dan saudaranya. Namun, dibalik tampak sukses tersebut terdapat satu celah yang menghancurkan biduk cinta rumah tangga Jeryn dan Ellena, yaitu ambisi atas dunia yang tidak ada habisnya.

Identitas Buku:

Resensi Novel “Karena Aku Mencintaimu”

Judul: Karena Aku Mencintaimu.
Penulis: Andrei Aksana.
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Tahun terbit: Juli 2006.
Tebal buku: 304 halaman.
ISBN: 979-22-2218-9.

Resensi Buku “Karena Aku Mencintaimu”

Mencintai dan dicintai menjadi dua bayangan kata indah yang ditampilkan dalam cerita awal novel ini. Benih-benih cinta yang tumbuh antara Jeryn dan Ellena menjadi pondasi awal hubungan mereka saat Jeryn menengok sepupunya, Ivy, yang kebetulan kuliah di Belanda dan menjadi teman satu apartemen dengan Ellena. Dan hubungan ini berlanjut sampai saat akhirnya pulang ke Indonesia dan melamar Ellena untuk menjadi istrinya.

Tentu saja diantara kehidupan pernikahan mereka yang indah, dan umur pernikahan yang tidak sebentar ditambah karier yang semakin melesat. Terdapat satu hal yang menjadi pertanyaan dibenak mereka, yaitu tentang anak. Apalagi keluarga Ellena juga turut menanyakan dan selalu merisaukan Ellena, “Kapan punya anak”. Pertanyaan tersebut menjadi momok menyakitkan bagi seorang wanita, begitu juga dengan Ellena yang dianggap tidak bisa memiliki keturunan.

Baca juga: Resensi Novel “Nawang”.

Berbagai cara dilakukan Jeryn dan Ellena, mulai memeriksakan ke dokter kandungan terkenal dan termahal di Indonesia, sampai ke dokter terbaik di Singapura dan Inggris, namun hasilnya sangat menyedihkan, Ellena divonis mandul.

Stress? Tentu saja hal ini dirasakan Ellena, yang membuat Jerryn akhirnya memberikan sedikit kejutan dengan mengajak Ellena jalan-jalan di suatu daerah terpencil di Jogja, dan tertarik dengan suasananya, hal ini mengisnpirasi Jerryn dan akhirnya membeli sebidang tanah di sebuah desa di Jogja. Ambisi untuk memiliki anak yang ada dibenak Ellena, membuat Ellena kehilangan sedikit logika dan nurani, yang memberikan tawaran pada Bapak Nay, yaitu Rasmana, agar Nay dipinjam rahimnya dari benih sperma Jerryn. 

Terdesak dan kekhawatiran tanah keluarga yang akan diambil rentenir dan juga kebutuhan, akhirnya Nay menyetujui tawaran Ellena, dengan pembayaran tiga kali lipat dari harga awal. 

Obsesi dan ambisi Ellena inilah yang pada titik akhir menyadarkan Jerryn bahwa hidup tidak melulu mengejar posisi dunia belaka, jabatan dan keinginan. Kehadiran Nay dalam hati Jerryn yang awalnya paksaan Ellena agar Jerryn segera melakukan hubungan suami istri pada Nay, akhirnya menyadarkan Jerryn bahwa hidup sebenarnya tidak seperti yang dilakukan sebelumnya, dan pada akhirnya Jerryn meninggalkan Ellena dan memilih Nay dan Narin, hasil hubungannya dengan Nay.

Kelebihan Novel “Karena Aku Mencintaimu”

Andrei Aksana sebagai penulis sangat pintar untuk mengarahkan emosi pembaca yang membuat para pembacaranya tertarik untuk menyelesaikan novel ini. Satu hal utama yang bisa menjadi pelajaran, bahwa melihat seseorang, bukan dilihat dari status sosial atau pendidikan yang tinggi, namun bagaimana bisa menghargai dan juga memperlakukan orang lain dengan lebih baik.

Manusia hanya bisa berencana dan berharap, semakin mengharap kesempurnaan semakin hilang rasa syukur atas apa yang diberikan Tuhan pada diri manusia.

Kekurangan Novel “Karena Aku Mencintaimu”

Sebagai novel yang menceritakan kehidupan masyarakat perkotaan, isinya sangat bagus dengan sedikit menujukkan kondisi real kehidupan masyarakat tersebut, namun alangkah bagusnya bila nanti dibuatkan lanjutan buku atau novel ini, untuk mengetahui bagaimana kehidupan Ellena setelah berpisaha dengan Jeryn dan juga para tokoh lainnya dalam novel ini.

Itu dia, sedikit resensi novel “Karena Aku Mencintaimu” karya Andrei Aksana, semoga bermanfaat, menghibur dan menginspirasi kita semua. 

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Resensi Novel “Karena Aku Mencintaimu”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel