CDMA

Masih ingat dengan beberapa tahun lalu saat masih ramainya persaingan teknologi telepon seluler? Saat itu masih ingat betul, telepon rumah banyak sekali yang menggunakan, tidak seperti sekarang yang lebih banyak menggunakan handphone atau smartphone dibanding menggunakan telepon rumah atau kantor. Persaingan teknologi saat itu pun lebih menjurus pada mana yang lebih murah untuk menelepon, apalagi saat itu biaya menelepon dengan teknologi GSM ke telepon rumah tarifnya lebih mahal, sehingga akhirya banyak yang menggunakan telepon dengan teknologi CDMA untuk mengurangi biaya yag dikeluarkan saat menghubungi client yang menggunakan telepon kantor. 

Banyak sekali operator yang menyediakan teknologi CDMA, seperti Telkom dengan Flexi-nya, Smartfren, Esia dan berbagai jenis operator telepon dengan teknologi CDMA. Dengan berkembangnya dan semakin canggihnya teknologi, pada aklhirnya teknologi CDMA sudah mulai banyak yang ditinggalkan, hal ini terlihat dari banyaknya pengguna martphone yang lebih memilih telepon GSM, ditambah dengan keputusan Telkom dan Indosat yang berhenti berinvestasi di CDMA, yang mengakibatkan penurunan pertumbuhan secara tajam.

CDMA dan Keunggulannya

CDMA adalah singkatan dari “code division multiple access”, teknologi yang digunakan pada prinsipnya sama dengan teknologi sebelumnya yaitu AMPS (advance mobile phone system) atau FDMA (frequency division multiple access). Yang membedakan adalah pada CDMA memancarkan seluruh frekuensinya secara sekaligus dan tidak terbagi dalam sel-sel. Hal ini membuat CDMA menjadi lebih unggul karena menjadikan CDMA lebih efisien.

CDMA dan Keunggulannya;CDMA vs GSM;
Foto: techinasia.

CDMA menggunakan seluruh spekstrum frekuensinya secara sekaligus, sehingga kemungkinan gagal melakukan panggilan (drop call) oleh penggunanya menjadi sangat minim. CDMA juga sangat disukai dan banyak digunakan oleh mereka yang sering ke luar kota, hal ini disebabkan tarif yang dikenakan pada handphone atau ponsel CDMA lebih murah dibandingkan dengan tarif ponsel GSM.

CDMA vs GSM

Berbicara tentang teknologi komunikasi, saat itu memang terjadi pertarungan sengit antara CDMA dengan pesaingnya, yaitu GSM (global system for mobile). Apalagi saat itu CDMA banyak digandrungi banyak orang.

Banyak pertanyaan mengapa saat itu GSM jarang digunakan, hal ini selain tarifnya lebih mahal, juga untuk urusan teknologi seperti tarif internet, CDMA mampu mencapai 153 Kbps, sedangkan GSM di kisaran 40 Kbps sampai dengan 64 Kbps.

Baca juga: Videophone.

Terdapat hal lain mengapa CDMA banyak digunakan, antara lain ponsel CDMA ternyata sudah mendukung teknologi 3G, hal inilah yang menjadi salah satu keunggulan fleksibilitas sistem CDMA dibandingkan GSM. Belum lagi CDMA bisa menghadirkan berbagai aplikasi canggih, seperti LBS (location based service) pemetaan, mobile internet dengan kecepatan tinggi, dan masih banyak lagi lainnya.

Namun di balik keunggulannya, CDMA juga memiliki kekurangan bila dibandingkan rivalnya. Luas cakupan BTS (base transceiver station) pada CDMA sangat tergantung dari berapa pelangan yang menggunakannya. Hal ini berbeda dengan GSM, berapa pun yang menggunakan, cakupannya pun tetap. Hal ini disebabkan sifat CDMA, yaitu BTS-nya akan menjadi semakin mengecil saat penggunanya banyak dan menjadi meluas saat penggunanya sedikit. Dan yang juga membedakan lainnya, pada GSM memiliki kemampuan roaming, sedang CDMA masih belum mampu.

Hal inilah mengapa saat ini teknologi CDMA menjadi semakin ditinggalkan, yang disebabkan keterbatasan CDMA yang menjadikan teknologi CDMA semakin ditinggalkan.

Itu dia sedikit pembahasan tentang “CDMA”, semoga sedikit tulisan tersebut bisa menambah informasi dan pengetahuan tentang perkembangan teknologi yang pernah digunakan di Indonesia, meskipun saat ini kita lebih banyak menggunakan ponsel GSM.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "CDMA"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel