KURS DOLAR AS HARI INI SUDAH TEMBUS RP 16 RIBU

Efek pandemik virus corona Covid-19 ternyata juga berpengaruh terhadap sektor bisnis dan ekonomi, hal ini terlihat dari naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang terus merangkak. Kenaikan nilai tukar AS terhadap rupiah sebelumnya telah tercatat di Bank Indonesia melalui data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sebesar Rp. 15.712 per dolar Amerika Serikat. Sementara itu kurs jual dolar AS dibeberapa bank juga telah menembus level Rp 16 ribu, dan kurs beli mencapai Rp. 15.900,-.  Bisa dikatakan kurs dolar AS hari ini sudah tembus Rp. 16 ribu.

Hal ini juga ditunjukkan dengan data Bloomberg pada hari Kamis 19 Maret 2020 sekitar pukul 08.04 WIB, di pasar spot rupiah berada pada posisi Rp. 15. 315 per dollar AS, dalam pantauan tersebut terlihat rupiah masih terus mengalami trend yang menurun.

KURS DOLAR AS HARI INI SUDAH TEMBUS RP 16 RIBU
Dolar Amerika Serikat (Sumber Gambar: www.liputanislam.com)

1. Kurs Dolar Amerika

Berdasarkan informasi dari CNBC Indonesia, banyak perbankan di Indonesia yang telah menjual dolar Amerika Serikat pada kisaran Rp. 16.000, salah satunya adalah Bank BCA. Akses melalui mobile banking BCA dengan informasi pada tanggal 19 Maret 2020 sekitar pukul 12:10 WIB, posisi bank jual dikisaran harga Rp. 16.150 per dolar AS, sedangkam posisi bank beli sebesar Rp. 15.950.

Baca Juga: Vaksin Corona ditemukan.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bisa dikatakan melemah pada perdagangan spot, dan yang menyedihkan kondisi ini mencapai titik terlemah sejak krisis 1998, saat itu dolar pernah mencapai Rp. 16.800 per us Dolar.

Berikut nilai tukar rupiah dollar AS:

Bank
Harga Beli
Harga Jual
BCA
15.830
16.030
Bank Mandiri
15.850
16.150
BRI
15.805
16.245
BNI
15.744
15.929
CIMB Niaga
15.789
15.849

2. Kurs Dolar Hari Ini

Mengutip apa yang dikatakan Analis Binartha Sekuritas, yaitu M. Nafan Aji Gusta Utama, terdapat beberapa hal yang menyebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin melemah, yaitu:
  • Penyebaran Covid-19 yang terjadi secara masif, yang menjadikan instrumen USD Amerika Serikat yang merupakan salah satu instrumen safe heaven, dan sebaliknya rupiah belum memiliki katalis positif.
  • Meskipun Bank Indonesia sudah mengeluarkan adanya kebijakan untuk mengangkat intervensi di bisang pasar saham, namun kinerja tersebut menjadikan rupiah berada di zona positif, karena adanya instrumen USD Amerika Serikat yang safe heaven.
  • Pengaruh The Fed dengan menurunkan suku bunga acuan, karena The Fed lebih memperhatikan resiko dampak secara sistmeatis untuk pasar dari adanya penyebaran virus corona ini, sehingga di khawatirkan AS bisa mengalami rersei atau mengalami kemerosotan.
Semoga wabah virus corona Covid-19 cepat segera selesai, dan kondisi bisnis dan ekonomi segera pulih. Dan kurs dolar AS hari ini sudah tembus Rp. 16 ribu bisa kembali turun dan kembali pada posisi yang wajar, syukur-syukur bisa kembali diangka Rp. 10.000 per dolar Amerika Serikat. Semoga.

Firman Seorang blogger dan juga pemilik angkringan, yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis. Semoga blog ini bermanfaat untuk kita semua. Salam sukses.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel