WISATA KULINER: EMPAT TEMPAT MAKAN YANG TIDAK BUKA LAGI

Hobi kuliner?... Pasti semua orang banyak memiliki hobi yang disenangi, khususnya kesenangan menikmati makanan yang enak. Sehingga muncullah istilah wisata kuliner. Bahkan saat ini mulai banyak bermunculan tempat kuliner baru yang menjadi pilihan para pecinta kuliner. Namun seiring dengan bermunculannya tempat makan baru, sayangnya beberapa tempat makan yang enak dan kebetulan menjadi langganan saya tutup dan tidak buka lagi.

Berbicara tentang tempat makan yang tutup, awalnya kami mengira tempat makan tersebut memang sengaja libur karena ada acara, namun setelah berulang kali lewat dan kebetulan bertemu dengan pemiliknya, akhirnya dapat informasi bahwa tempat kuliner itu memang sengaja ditutup. Dan mungkin mereka punya alasan tersendiri yang kita sendiri tidak perlu mengetahuinya. Karena pasti berbeda sudut pandang antara konsumen dan sebagai pemilik tempat usaha.

Berikut ini 4 (empat) tempat makan enak yang sudah tutup dan tempat kuliner ini pernah beberapa kali kami ulas di website kuliner kami yang lain.


1) Wisata Kuliner di Probolinggo: Tahu Kikil Bakso Probolinggo    

“Tahu Kikil Bakso Probolinggo” berlokasi di Jalan Sukarno Hatta No. 44, Pilang, Kademangan, Kota Probolinggo, tepatnya di depan MAN 2 Probolinggo. Tahu kikil bakso ini merupakan diversifikasi produk dari Bakso Probolinggo, dan lokasinya bersebelahan dengan Bakso Probolinggo. 


1) Wisata Kuliner di Probolinggo: Tahu Kikil Bakso Probolinggo
Tahu Kikil Bakso Probolinggo
Tahu Kikil Bakso Probolinggo, memang sangat menggoda, secara tampilan memang memiliki kesamaan dengan makanan nikmat dari Kota Lamongan yaitu tahu campur Lamongan. Begitu juga dengan bumbu dan penyajian bisa dikatakan sama, karena menggunakan irisan kikil, bumbu petis dan beraneka sayuran sebagai bahan sajian utama dari “tahu kikil” ini. Dan yang membuat menarik adalah kikilnya, karena kikilnya dibuat dari tulang muda yang empuk.


Wisata Kuliner di Probolinggo: Tahu Kikil Bakso Probolinggo
Minum teh dulu
Pada intinya, memang terdapat kesamaan antara Tahu Kikil Bakso Probolinggo ini dengan tahu campur Lamongan, yang penyajiaannya terdiri atas tahu goreng, selada air, perkedel dari bahan singkong, irisan tahu goreng, mie kuning baru ditambahkan kerupuk udang kecil-kecil. Yang membedakan, pada Tahu Kikil Bakso Probolinggo ditambahkan iga sapi. Yang mantab banget dagingnya.

Baca Juga: Angkringan yang tutup.


2) Wisata Kuliner di Probolinggo: Bebek Goreng Phodomorro  

“Bebek Goreng Phodomorro”, berada di Jalan Mastrip, sebelum tempat pengisian bahan bakar umum Mastrip di sebelah kiri jalan kalau dari Jalan Cokroaminoto Probolinggo. Lokasi di Jalan Mastrip ini merupakan lokasi baru pindahan dari Jalan Cokroaminoto. Dengan lokasi yang baru ini, penikmat kuliner akan lebih berah karena tempat nya lebih luas dan lebih nyaman dibanding lokasi sebelumnya dan yang pasti kawan-kawan bisa memesan dari rumah karena bebek ini juga menggunakan sistem “DO – Delivery Order”.


Bebek Goreng Phodomorro
Sajian utamanya adalah bebek goreng, namun juga terdapat menu lain yang ditawarkan selain bebek goreng. Kawan-kawan sekalian bisa memilih menu lain antara lain bebek bakar, bebek gobyos atau bebek super pedas (untuk penyuka masakan pedas), ayam goreng, ayam bakar, dan ayam gobyos atau ayam super pedas.


Wisata Kuliner di Probolinggo: Bebek Goreng Phodomorro
Suasana tampak dalam
Sayang dan sedih sebenarnya ketika dikabari ownernya sendiri bahwa Bebek Phodomorro di Probolinggo ini ditutup, karena bebek ini menjadi idola anak saya bahkan keluarga saat ingin menikmati aneka sajian bebek. Hal ini diisebabkan bebek olahan Bebek Phodomorro, tekstur dagingnya empuk dan bebeknya yang besar ditambah lagi dengan tambahan bumbu kuning yang disajikan.


3) Wisata Kuliner Sidoarjo: “NASI BUNGKUS Rp. 3.500,- DEPAN UNMU SIDOARJO”

“Nasi Bungkus Rp. 3.500-an”, berada di Jalan Mojopahit, Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan tempat yang sederhana, dipinggir jalan dan di atas trotoar dengan beratapkan terpal, tempat makan ini menjadi penolong bagi mereka yang lapar dan dengan cepat ingin mengisi perutnya dan tentunya dengan harga yang super murah.

Wisata Kuliner Sidoarjo: “NASI BUNGKUS Rp. 3.500,- DEPAN UNMU SIDOARJO”
Nasi Bungkus Rp. 3.500-an
Saya masih ingat ketika mencoba menu nasi bungkus dengan harga yang murah ini, karena rata-rata harganya Rp. 3.500,-. Satu bungkus saja sudah kenyang, apalagi makan dua bungkus ditambah lagi dengan tambahan aneka sate yang disediakan.


Buka mulai pukul 4 pagi sampai dengan pukul 8 malam, warung ini menyediakan nasi campur atau nasi rames, dengan lauk ayam, daging, telur dadar, telur bulat, rempelo ati, tongkol, kare ayam dan kare telur. Sebagai pelengkap lauk, juga disediakan aneka gorengan, aneka sate (misalnya sate kulit sapi, sate usus, sate telur puyuh dan lain-lain).

Konsep warung ini memang hampir sama dengan angkringan di Jogja atau HIK di Solo, dimana pembeli tinggal memilih makanan dan langsung membayar setelah selesai makan. Dan dengan keberadaan warung ini, cukup menambah ragam kuliner di Sidoarjo Murah Meriah, saat itu dan bisa memberikan ide buat kawan-kawan yang ingin membuka usaha seperti ini.

Namun ketika dalam perjalanan menuju Kota Surabaya, saya memilih tidak melewati jalan tol, karena ingin mencoba makanan yang dijajakan oleh warung ini, namun dua kali melintas, saya tidak menjumpai warung ini lagi. Atau dikarenakan posisinya yang memakan bahu jalan sehingga ditertibkan oleh pihak berwenang. Semoga dilain hari, warung ini mendapatkan tempat strategis dan bisa buka lagi.

4) Wisata Kuliner di Probolinggo: Kebab House Jalan Cokroaminoto

“Kebab House”, ini berada di Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo. Kebab House ini merupakan salah satu gerai kebab yang ada di Kota Probolinggo. Saat mencoba pertama kali, memang saya bersama putri saya mencoba memilih pilihan kebab ini. Dan saat itu juga baru tahu kalau di Kota Probolinggo ini ada pilihan makanan kebab selain yang biasa kami nikmati. Rasanya memang sama dengan kulit tepung dan isian daging dibalut sayuran ditambah saus.

Wisata Kuliner di Probolinggo: Kebab House Jalan Cokroaminoto
Kebab

Sebenarnya kebab berasal dari bahasa Arab yang berarti daging goreng, bukan daging panggang atau daging bakar. Di Indonesia sendiri, kebab pada awalnya dibawa masuk ke Indonesia oleh pedagang dari Timur Tengah yang singgah di pelabuhan Indonesia. Makanan kebab ini mulai berkembang ketika para pedagang dari Turki mengadakan hubungan dengan masyarakat Kota Berlin, Jerman sekitar abad ke 18. Pada saat itu daging kebab yang dipanggang disajikan bersama dengan roti pita, paprika dan saus. Begitu juga dengan cara pemanggangan daging kebab mengalami perkembangan dari tradisional ke modern menggunakan pemanggang elektrik atau pun gas.

Di Indonesia, termasuk di Kebab House penyajiannya pun sama, uaitu kebab dibuat dengan membalut kebab dengan kulit tortilla, dengan isian sesuai selera masing-masing misalnya daging panggang, sayuran, mayonaise dan saus.

 Wisata Kuliner di Probolinggo: Kebab House Jalan Cokroaminoto
Kebab House
Selain pilihan kebab juga terdapat pilihan minuman yang bisa dicoba sebagai teman makan kebab, yaitu produk waralaba minuman coklat, yang disingkat dengan “Pasco”,  yang disingkat dengan Passion of Chocolate, rasa yang ditawarkan mulai dari crazy chocolate, grape zombie, coffee mexico dan berbagai varian rasa yang bisa dipilih penikmat coklat Pasco.


Sedikit kata akhir. Sedih rasanya saat mendengar dan melihat tempat makan yang biasa kami kunjungi ini tutup, karena kami telah senang dengan aneka masakan yang disajikan dan kami sudah terbiasa dengan menu yang ada. Semoga, di lain waktu tempat makan enak ini bisa buka kembali, dan menambah referensi pilihan kuliner yang ada. Semoga...


Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel