VIRTUAL AND COMMUNITY MARKETING, SEBAGAI SALAH SATU SENJATA DIGITAL BANK BTN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PASAR

Posted on

Pernahkah tersirat di benak kita bahwa perkembangan teknologi mampu menjangkau semua kehidupan kita dalam semua faktor. Perkembangan teknologi telah menjadi kebutuhan hidup, bukan lagi menjadi alat untuk mempermudah kegiatan sehari-hari, namun menjadi way of life. Begitu pula dalam dunia bisnis, teknologi telah mempengaruhi proses serta kehidupan bisnis, dimana dengan kebutuhan pengambilan keputusan yang harus dilakukan secara cepat, teknologi telah memjembatani kebutuhan akan waktu proses. Dari sisi kehidupan masyarakat, teknologi juga mampu mempengaruhi pola kehidupan masyarakat, salah satunya dengan keberadaan teknologi yang disediakan oleh perbankan misalnya, masyarakat tidak perlu lagi mengantri untuk menabung atau mengirimkan dananya, sebagai solusinya cukup dengan menggunakan ATM.

Perbankan sebagai supporting sektor bisnis, menjadi sektor yang dibutuhkan banyak pihak, namun dibalik pihak yang dibutuhkan dalam bisnis, bank dalam negeri saat ini tengah bersaing dengan datangnya bank dari luar negeri yang gencar merebut pangsa pasar Indonesia. Serangan yang bertubi-tubi tersebut tidak hanya untuk merebut pangsa pasar kredit, namun juga pangsa pasar simpanan.

Begitu juga dengan Bank BTN, dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, diperlukan cara yang strategis dan mengena untuk mempertahankan konsumen dalam hal ini nasabah yang ada (existing customer) serta mendapatkan nasabah baru yang loyal.

Salah satu cara mudah yang bisa dilakukan Bank BTN dalam menghadapi persaingan di era teknologi digital yang semakin pesat ini adalah dengan melakukan pendekatan “virtual marketing dan community marketing”.

Berdasarkan uraian di atas terdapat beberapa hal yang akan dibahas, yaitu tentang Konsep Marketing terutama dalam menghadapi persaingan pasar yang berfokus pada “Virtual dan Community Marketing, sebagai salah satu senjata digital Bank BTN dalam menghadapi pasar”.

VIRTUAL AND COMMUNITY MARKETING, SEBAGAI SALAH SATU SENJATA DIGITAL BANK BTN  DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PASAR
Bank BTN di era digital

Namun demikian, pembahasan difokuskan pada produk simpanan dari Bank BTN yaitu Tabungan BTN Batara.

KONSEP VIRTUAL COMMUNITY

Teknologi saat ini sudah sangat berkembang dengan cepat, bahkan proses perubahannya tidak bisa diperhitungkan lagi. Begitu juga dengan kebutuhan teknologi dalam perbankan. Bank BTN sebagai salah satu Bank BUMN di Indonesia dengan salah satu produknya yaitu Tabungan BTN Batara, memiliki kepentingan agar produk simpanan ini dapat dipakai masyarakat dan tujuan akhirnya adalah terkumpulnya dana masyarakat di Bank BTN yang nantinya dapat diputar lagi atau disalurkan ke masyarakat dalam bentuk pinjaman dana.

Dengan melihat berbagai fitur dalam tabungan BTN Batara, tabungan ini dapat diandalkan sebagai alat pembayaran elektronik layaknya tabungan bank lainnya. Namun kenyataannya, tabungan BTN Batara ini belum segemilang bank-bank lainnya. Dengan fitur yang sama seperti tabungan bank lainnya, ATM BTN Batara dapat dipergunakan untuk pembelian dan pembayaran tagihan KPR, listrik, pulsa, TV Berlangganan, kartu kredit, tiket penerbangan dan kereta api, biaya pendidikan, zakat dan infaq, bahkan dengan fasilitas i-Mobile dan Internet Banking BTN yang memudahkan untuk bertransaksi dimanapun dan kapan pun.

KONSEP VIRTUAL COMMUNITY
Virtual Community Bank BTN

Dengan berkembangnya teknologi, bahkan perbankan seperti Bank BTN dituntut untuk menjadi bank terkemuka, maka “virtual community” menjadi salah satu cara dalam memasarkan produknya dalam satu komunitas masyarakat yang menjadi anggotanya.

Mengutip apa yang disampaikan Rheingold (1993), virtual community, adalah kumpulan sosial yang muncul di internet dimana orang-orang yang menjadi anggotanya melakukan diskusi publik umum dan membentuk jaringan hubungan yang bersifat personal di dunia virtual.

Virtual community ini sangat berbeda dengan proses pemasaran yang selama ini dilakukan pada umumnya dan yang telah berjalan selama ini, pada konsep pemasaran ini, proses komunikasi pemasaran antara perusahaan dengan konsumen hanya dilakukan dua arah, dan yang menjadi kelemahan pada proses pemasaran ini adalah tidak adanya komunikasi antara konsumen atau pelanggan tersebut, sehingga menyebabkan tidak adanya standar komunikasi diantara para pelanggan. Pada virtual marketing terdapat komunikasi interaktif secara dua arah antara perusahaan dengan para pelanggan atau konsumen, dan yang membedakan dibanding sistem pemasaran tradisional yang terjadi selama ini adalah selain melakukan komunikasi antara pelanggan dengan perusahaan, para pelanggan juga saling melakukan komunikasi di antara mereka, yang mengakibatkan adanya hubungan interaksi yang secara tidak langsung menguntungkan pihak perusahaan karena adanya tranfer informasi terhadap produk yang dijual perusahaan.

Kenapa menguntungkan bagi pihak perusahaan? Hal ini disebabkan apabila seorang pelanggan membagikan atau melakukan broadcast informasi yang didapatkan, maka secara bersamaan seluruh pelanggan yang menjadi anggotra komunitas akan menerima informasi yang telah dikirim.

Menurut saya, konsep virtual marketing ini sangat tepat diaplikasikan Bank BTN dalam memasarkan produknya apalagi dalam persaingan pasar yang semakin ketat, informasi teknologi yang serba digital sudah menuntut Bank BTN untuk mengembangakannya. Dengan mempersiapkan secara sistem yang kuat dari IT (Information Technology) yang kuat dengan konsep digital marketing, maka tidak ada kekhawatiran dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Dengan menyasar niche market yang menjadi fokus Bank BTN, apalagi Bank BTN sudah terkenal dengan fokus pada pembiayaan pemilikan rumah, maka simpanan dapat dikerjar sebagai cross seling atas pembiayaan yang akan diberikan. Apalagi dengan membentuk komunitas yang berbeda dibanding bank pesaing, salah satunya dengan mengejar customer bonding  yaitu komunitas yang bisa dibentuk oleh Bank BTN bagi para nasabahdengan tujuan meningkatkan loyalitas nasabah yang menjadi anggota komunitas yang bentuk.

KONSEP COMMUNITY MARKETING

Sebenarnya tidak ada konsep yang jelas tentang community marketing, pada hakikatnya konsep tersebut merupakan bagian dari marketing mix yang diperluas dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sesuai dengan istilah bahwa “customers are the reason you are in busniess”, maka konsep ini dikembangkan dengan tujuan untuk memperbanyak customer yang pada akhirnya melakukan tujuan akhir yaitu membuat keputusan untuk membeli dan memakai produk yang dibuat oleh perusahaan.

Community marketing adalah sebuah konsep marketing yang dilakukan dengan menggunakan sebuah komunitas yang ada di dalam masyarakat dengan cara menyampaikan informasi tentang produk perusahaan, yang tujuan akhir dari konsep ini adalah menciptakan loyalitas atas produk perusahaan.

Dengan kondisi di era digital yang semakin berkembang ditunjang dengan berkembang pesatnya media sosial, maka secara tidak langsung proses pemasaran berkembang tidak hanya menunggu pelanggan yang datang, namun dengan menciptakan inovasi marketing. Salah satunya dengan kekuatan “word of mouth communication”.  Pada kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kita, para calon konsumen cenderung mengabaikan proses pemasaran tradisional misalnya dengan penyebaran brosur, pamflet atau pun informasi yang lain, proses ini memang penting, namun hanya bertujuan untuk mengenalkan bentuk produk pada calon konsumen. Biasanya yang terjadi, para calon konsumen lebih mempercayai informasi dari orang terdekat (bisa disebut dengan referensi).

Apabila belum ada informasi yang dipercaya tentang produk yang ingin dibeli atau dipakai, maka para calon konsumen akan mencarii referensi dalam komunitas dimana dia menjadi anggota. Dan dalam pemasaran Tabungan BTN Batara, konsep ini bisa diaplikasikan dengan menciptakan atau mengajak komunitas yang ada dalam satu kota sehingga komunitas ini bisa menggunakan dan memanfaatkan Tabungan BTN Batara sebagai pendamping dalam transaksi keuanngan mereka, dengan loyalitas dan kekuatan pengaruh yang kuat dalam komunitas, bisa dimanfaatkan perusahaan untuk mengubah loyalitas komunitas menjadi loyalitas terhadap produk perusahaan.

Community marketing ini sangat penting bagi para pemasar, karena komunitas yang dibentuk akan menjadikan saluran yang efektif, dikarenakan kekuatan yang dimiliki oleh suatu komunitas, hal ini disebabkan komunitas tidak hanya mampu menciptakan hubungan pelanggan dan pelanggan yang loyal, namun bisa mejadi “Penasihat Bagi Pelanggan” atau biasa disebut “Advocat Customer”. Keuntungan yang bisa diambil apabila pelanggan kita menjadi advocat customer adalah mereka akan fanatik dengan produk kita sehingga bisa menjadi salesman handal untuk kita.

PENERAPAN VIRTUAL DAN COMMUNITY MARKETING SEBAGAI SALAH SATU SENJATA AMPUH BANK BTN DI ERA DIGITAL

Seperti yang disampaikan di atas tentang konsep virtual dan community marketing, maka penerapan konsep ini akan difokuskan pada salah satu produk simpanan Bank BTN yaitu Tabungan BTN Batara.

Di dalam proses virtual community yang dibentuk, terdapat tigal hal yang sangat mendasar dalam rangka membentuk loyalitas nasabah, yaitu kesamaan hubungan antar anggota, adanya kebiasaan dan tradisi yang dilakukan bersama dan adanya perasaan tanggung jawab moral oleh anggota baik secara sendiri-sendiri maupun bersama.

Melihat sangat ampuhnya kekuatan virtual marketing, apalagi dengan proses pemasarannya yang melibatkan banyak arah antara perusahaan dalam hal ini Bank BTN, kemudian nasabah dengan semua jaringannya, maka virtual marketing ini dapat menjadi pegangan Bank BTN dalam melakukan penetrasi pasar terhadap produk simpanannya.

Virtual marketing dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung atas kebutuhan digital nasabah dan untuk Bank BTN ini sudah diwakili dengan produk tabungan BTN Batara.

Satu hal yang membuat saya tertegun siang tadi adalah saat berencana membuka tabungan Bank BTN Batara, ternyata Bank BTN sudah mempersiapkan proses virtual ini salah satunya dengan disediakannya “Kartu Debit BTN Visa” dengan jargon “Tampil beda dengan kartu suka-suka” dimana kartu ini memberikan kesempatan kepada nasabah untuk mengganti foto yang menarik yang bisa dipasang di kartu ATM.

Itu baru salah satu sarana pendukung agar nasabah dan calon nasabah tertarik utnuk membuka rekening di Bank BTN, yang lebih penting adalah menciptakan nasabah yang bisa menarik nasabah lain dengan memberikan informasi yang bagus sehingga calon nasabah lain tertarik untuk menyimpan dananya di Bank BTN. Istilahnya Bank BTN harus mencari nasabah yang berperan sebagai”anchor” dan memiliki kharisma sehingga mampu menggerakkan calon nasabah lainnya untuk menyimpan dananya di Bank BTN.

Atau dengan kata lain, dengan melihat persaingan di dalam dunia perbankan Indonesia apalagi bank-bank asing yang semakin gencar bersaing bersama bank-bank dalam negeri maka diperlukan suatu program khusus untuk menciptakan virtual marketing ini bisa dilaksanakan secara cepat, misalnya membentuk tim khusus (Task Force) bersama Funding Officer, untuk mencari orang-orang yang menjadi anchor dalam kumpulan atau komunitas bisnis atau pun di lingkungan masyarakat.

Melihat fitur dan segala kelebihan dari Tabungan BTN Batara serta kartu ATM nya yang bisa dikatakan setara dengan bank pesaing, misalnya Kartu ATM BCA, BRI, Bank Mandiri, ataupun BNI, jadi sebenarnya hanya faktor keberanian dan inovasi marketing yang bisa digunakan oleh Bank BTN dalam menguasai pasar perbankan di Indonesia.

Proses implementasi “Virtual Marketing dan Community Marketing” ini bisa digambarkan sebagai berikut:

PENERAPAN VIRTUAL DAN COMMUNITY MARKETING SEBAGAI SALAH SATU SENJATA AMPUH BANK BTN DI ERA DIGITAL

Apabila konsep virtual marketing bisa dilakukan secara tepat maka konsep marketing berikutnya bisa dilakukan dan sangat berhubungan erat dengan konsep ini yaitu masuk pada marketing berbasis komunitas atau biasa disebut dengan “community marketing”.

Bank BTN dengan produknya Tabungan BTN Batara, bisa membantuk komunitas tersendiri ataupun bekerja sama dengan komunitas yang ada di kota dimana Bank BTN berada. Untuk melakukan konsep community marketing secara efektif, yang paling penting adalah Bank BTN bisa menciptakan atau bekerjasama dengan komunitas yang ada , namun dengan catatan, pada saat mengumpulkan orang-orang atau pun pelanggan kita yang menjadi anggota komunitas diciptakan sebuah forum atau wadah sehingga para pelanggan bisa bertemu dan bertatap muka sehingga tidak ada kesan mengeksploitasi nasabah demi keuntungan Bank BTN.

Langkah paling mudah yang bisa dilakukan oleh Bank BTN dalam menggunakan komunitas sebagai salah satu alat pemasaran yang efektif adalah dengan menciptakan sebuah forum komunitas, bisa saja cara yang paling mudah dengan mengumpulkan dan mengidentifkasi adanya keinginan dan kesukaan yang sama atas kelompok profesi tertentu. Misalnya, paguyuban pedagang kuliner on line yang saat ini berkembang dan cukup banyak. Disini, Bank BTN bisa menjadi sponsor atas pelaksanaan terlaksananya kegiatan pedagang on line, namun untuk sementara Bank BTN hendaknya tidak terburu-buru untuk menjual produknya, sementara biarlah para pedagang ini menikmati manfaat keberadaan komunitas yang menaungi keberadaan para pedagang ini. Pada saat kurun waktu berjalan bisa saja BTN bekerjasama dengan para pengurus komunitas ini dengan menjadi sponsor pada suatu acara,misalnya dilaksanakannya bazar atau pameran antara para pedagang on line. Pada saat para pedagang ini sudah menikmati manfaat keberadaan Bank BTN , maka mereka akan secara terbuka menerima pesan pemasaran dari Bank BTN, bahkan bisa mengajak orang lain untuk bergabung menjadi nasabah Bank BTN.

PENUTUP

Kesimpulan. Perkembangan pasar dan perubahan paradigma, terutama sejak kehadiran teknologi yang sedemikian cepat menyebabkan semua pihak harus segera berubah, merubah mindset serta merubah pola kebiasaan. Hal ini berlaku pula pada Bank BTN. Dengan persaingan di sektor perbankan yang begitu ketat, terutama dengan hadirnya perbankan asing yang ikut meramaikan peta permainan di sektor jasa perbankan, maka hal ini menjadi perhatian serius bagi Bank BTN dalam mengembangkan usahanya terutama dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat.

Terdapat banyak cara yang bisa dilakukan dalam proses marketing, dua cara yang bisa dilakukan oleh Bank BTN dalam meningkatkan nasabah dan jumlah simpanan khususnya produk tabungan BTN Batara adalah dengan “virtual marketing” dan “community marketing”. Dengan konsep ini lebih didasarkan pada menguatkan pondasi pemasaran atau mass market customer. Sehingga diharapkan dana yang terserap lebih banyak yang berasal dari dana murah masyarakat.

Dengan mengimplementasikan virtual marketing yang tidak hanya memfokuskan pada proses pemasaran dua arah antara Bank BTN dan nasabah, namun menjadi hubungan timbal balik bukan hanya antara bank dengan nasabah namun juga nasabah dengan nasabah, hal ini menjadi sangat menguntungkan perusahaan dalam hal ini Bank BTN, karena produk Tabungan BTN Batara diiklankan secara gratis melalui kekuatan “word of mouth communication”.

Dan menjadi bertambah bagus lagi dengan memasukkan kekuatan virtual marketing ke dalam community marketing, sehingga secara tidak langsung lebih memperkuat brand Tabungan BTN Batara ke dalam benak masyarakat yang menjadi anggota dari suatu komunitas.

Saran. Dalam rangka mengembangkan pemasaran yang berkelanjutan atas produk Tabungan BTN Batara, diperlukan langkah strategis agar tujuan perusahan tercapai, antara lain:

  1. Mempersiapkan sarana dan parasara yang mendukung proses pemasaran virtual, salah satunya dengan melengkapi fitur dari Tabungan BTN Batara dan ATM nya.
  2. Membuat task force termasuk di dalamnya funding officer yang bisa berbaur secara cepat dengan masyarakat terutama dengan komunitas sehingga bisa mengajarkan product knowledge tentang Tabungan BTN Batara.

Disclaimer:

“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Bank BTN”.

Gravatar Image
Seorang pecinta kuliner, penikmat kopi, sedikit traveling dan senang pada entertainment dan life styles. Juga menulis tentang entrepreneur pada web blog yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *