BERUBAH atau MUSNAH

Posted on

Telah kita ketahui bersama pada hari Selasa tanggal 22 Maret 2016 di Jakarta terjadi demontrasi besar yang terjadi antara sopir taksi konvensional yang menentang keberadaan taksi online. Yang sangat disayangkan bagi para warga Jakarta dan masyarakat Indonesia adalah demontrasi tersebut berlangsung tidak simpatik.

BERUBAH atau MUSNAH
Berita tentang Demo Menentang Ojek Online (Sumber: metro.tempo.co)

Yang menjadi akar dalam permasalahan tersebut adalah adanya persaingan industri yang berasal dari adanya perubahan paradigma masyarakat atas kecanggihan teknologi yang belum bisa diantisipasi oleh perusahaan sebagai pemilik usaha.

Terkait dengan hal tersebut terdapat beberapa hal yang perlu didiskusikan terkait dengan kondisi tersebut diatas.

Persaingan Industri

Porter (1987) mengemukakan bahwa pokok dari perumusan strategi bersaing adalah menghubungkan perusahaan dengan lingkungannya, persaingan dalam suatu industri berakar dalam struktur ekonomi yang mendasarinya dan berjalan diluar penilaian pesaing-pesaing yang ada.

Keadaan persaingan dalam suatu industri tergantung pada lima kekuatan pokok, yaitu :

  • Ancaman pendatang baru potensial.
  • Tingkat kualitas para pesaing yang ada.
  • Tekanan dari produk pengganti (subtitute product).
  • Kekuatan tawar menawar pembeli.
  • Kekuatan tawar menawar pemasok.

Konsep Manajemen Yang Berubah Cepat

Pieter F Ducker, menyampaikan bahwa teori-teori manajemen banyak yang pudar. Menurutnya yang menjadi masalah bukan dari sisi manajemennya, hal ini terjadi karena asumsi-asumsi yang dipakai oleh organisasi-organisasi bisnis di atas sudah tidak sesuai lagi dengan lingkungannya saat ini. Padahal asumsi-asumsi itulah yang membentuk teori-teori perusahaan. Setiap organisasi memiliki teori bisnis masing-masing, yang sebelumnya teori bisnis tersebut sudah bertahan lama. Tetapi dengan pesatnya teknologi, ekonomi maupun sosial belakangan ini membuat teori yang sebelumnya digunakan menjadi usang.

Konsep Manajemen Yang Berubah Cepat
Gambar Bentrok Demo Menentang Ojek Online

Kenichi Ohmae mengemukakan tentang “Model 3C” dalam bukunya The Mind of The Strategist” sebagai titik tolak, dalam dunia bisnis hubungan yang harus diperhatikan adalah hubungan antara tiga kekuatan yaitu perusahaan sendiri (Company), pelanggan (Customer) dan pesaing (Competition). Perusahaan pun harus menyadari bahwa untuk membangun C pertama (kekuatan perusahaan) dibutuhkan waktu, dan dalam hubungannya dengan pelanggan (C yang kedua)  perusahaan harus menyadari bahwa setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda.

Perusahaan pun harus menyadari juga bahwa agar memiliki keunggulan dalam bersaing (C yang ketiga) harus membuat perbedaan produk antara produk sendiri dengan produk pesaing yang jelas dibenak konsumen. Setelah dunia bisnis mengalami banyak perkembangan dan perubahan mendasar, Ohmae kemudian menambah C – nya lagi yaitu dengan Change atau perubahan sehingga menjadi C4.

BERUBAH atau diubah???

Rhenald Kasali dalam bukunya Change, Pemerintahan tidak bisa berubah dalam sekejap, tetapi bisnis bisa. Maka dari itu perusahaan harus dimulai dari tatanan mikro, dari dunia usaha. Dari industri-industri keuangan, perbankan, pasar modal, barang-barang konsumsi, ekspor, pendidikan dan seterusnya. Tetapi reformasi disektor mikro tidak dapat menghasilkan kesejahteraan kalau makronya tidak ikut berubah.

Perubahan yang paling menarik tentu saja terjadi di dunia usaha. Contohnya, Indofood yang sekarang harus bekerja ekstra keras mempertahankan pertumbuhannya. Perusahaan berbasiskan mi instan itu kini harus berbagi pasar dengan pemain-pemain baru yang sangat agresif yang dulu tak terbayangkan kehadirannya.

Richard D’Aveni, penulis buku Hypercompetition, dalam ceramahnya di Strategic Management Society Conference di Puerto Rico (2004), menggambarkan wajah-wajah pemain dalam bisnis sebagai bola yang separuh kempis atau agak penyok, doyong ke sisi yang lain karena sebagian valuenya didesak pemain-pemain baru.

Begitu pula yang terjadi barusan, tentang demontrasi antara taksi konvensional dengan taksi online. Hal ini disebabkan tidak adanya antisipasi dari perusahaan sebagai pengayom supir taksi  yang harusnya memiliki antisipasi atas perubahan-perubahan yang terjadi. Memang tidak ada kata lain dalam ilmu manajemen atau praktek bisnis yang begitu magis dan misterius selain kata CHANGE”. Ia bahklan dianggap sebagai sesuatu yang paling abadi di atas dunia ini. Kadang ia melekat pada diri seseorang dan bekerja begitu kuat. Getarannya dirasakan sampai ke urat-urat nadi, dan begitu ia berjalan di samping kita, dunia seakan bergetar. Kita bisa membencinya karena change menghancurkan sesuatu yang sudah bertahun-tahun berjalan dengan normal. Seperti badai tsunami, atau tornado, ia mempunyai kekuatan menghancurkan yang luar biasa. Setelah itu hal-hal yang dimunculkannya tampak begitu strange. Yang menjadi aneh adalah kita menolak, bahkan melawannya. Namun hal yang baru itu bukannya binasa atau menghilang, melainkan malah tumbuh dan menjadi besar.

Masih menurut Rhenald Kasali, Change  memiliki beberapa karakteristik yang harus diketahui terutama bagi pebisnis atau pun pembuat kebijakan perusahaan dan institusi baik pemerintahan atau pun swasta, antara lain:

  • Change, begitu misterius karena tidak mudah dipegang. Bahkan yang sudah digenggam pun tak bisa pergi ke tempat lain tanpa pamitan, bahkan dapat memukul balik seakan tak kenal budi.
  • Change, memerlukan change maker(s).
  • Tidak semua orang bisa diajak melihat perubahan. Sebagian besar malah hanya memakai mata persepsi. Hanya mampu melihat realitas, tanpa kemampuan melihat masa depan. Maka persoalan besar perubahan adalah mengajak orang-orang melihat apa yang Anda lihat dan memercayainya.
  • Perubahan terjadi setiap saat, karena itu perubahan harus diciptakan setiap saat pula, buka sekali-kali.
  • Perubahan membutuhkan waktu, biaya dan kekuatan.
  • Perubahan banyak diwarnai mitos-mitos. Salah satunya adalah mitos bahwa perubahan akan selalu membawa perbaikan instan.
  • Perubahan menimbulkan ekspektasi, dan karenanya ekspektasi dapat menimbulkan getaran-getaran emosi dan harapan-harapan yang bisa menimbulkan kekecewaan-kekekcewaan.
  • Perubahan selalu menakutkan dan menimbulkan kepanikan-kepanikan.

KESIMPULAN

Dalam dunia mana pun, terutama bisnis, perubahan bukan sesuatu hal yang baru. Bahkan diperlukan kedinamikaan dalam proses bisnis. Namun demikian untuk berubah bukanlah suatu yang mudah. Untuk bergerak, manusia harus diajak melihat dan memercayai bahwa sesuatu telah berubah. Dan untuk menikmati perubahan manusia harus melompat dari satu kurva ke kurva baru. Pada saat itulah, akan berpindah dari zona kenyamanan (comfort zone) ke zona ketidaknyamanan (discomfort zone).

Seperti yang telah ditulis di atas. Perubahan adalah pertanda kehidupan. Menurut Evelyn Waugh, Change is the only evidence of life. Kehidupan selalu ditandai dengan perubahan.

Arie de Geus (1997) menegaskan juga bahwa sebuah perusahaan pada dasarnya adalah juga sesosok mahluk hidup. Karena ia hidup maka ia dilahirkan, sakit, tua dan dapat mati seperti mahluk hidup lainnya.

Kembali pada pembicaraan tentang perubahan. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang masih berdiri kokoh sampai saat ini, Charles Darwin mengatakan “bukan yang terkuat yang mampu berumur panjang, melainkan yang paling adaptif”. Yaitu mereka yang selalu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan.

Oleh karena itu perusahaan-perusahaan yang ada saat ini tidak hanya harus belajar dari masa laklu, melainkan juga juga tentang masa depan. Untuk itu perusahaan harus menciptakan masa depan dengan melakukan perubahan secara antisipasif (anticipatory change) , namun tak sedikit pula yang harus berjaga-jaga dan melakukan perubahan secara reaktif (reactive change), atau bahkan berubah melalui krisis (crisis change).

Begitulah kehidupan, berubah dan diubah, memengaruhi dan dipengaruhi. Semuanya melewati pasang surut, kadang perubahan yang mereka ciptakan menghasilkan kesejahteraan dan kesenangan, namun kadang kesenangan bisa membuat mereka merasa nyaman dan malas. Pada saat itu posisi mereka bisa diambil alih oleh orang lain, perusahaan lain atau bangsa lain.

Gravatar Image
Seorang pecinta kuliner, penikmat kopi, sedikit traveling dan senang pada entertainment dan life styles. Juga menulis tentang entrepreneur pada web blog yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *